Selasa, 06 April 2021

Lawan Jerawat dengan Scarlett Acne Serum

Siapa yang kulitnya berjerawat musiman kayak durian? Hehe. Maksudnya sebulan sekali atau saat-saat tertentu, si pemanis wajah datang tak diundang. Toss dulu deh kalo samaan. Etapi... Cemil ketemu dong jurus lawan jerawat macam gini. Di bawah ini ceritanya...


Jerawat, atau bahasa kerennya acne vulgaris biasanya terjadi saat folikel rambut di kulit tersumbat oleh minyak berlebih dan atau sel kulit mati. Kalau jerawat musiman yang dimaksud tadi itu, munculnya lebih karena kondisi hormonal yang berubah ya. Umumnya sih dialami perempuan saat menjelang masa menstruasinya. Atau kala sedang kangen. Eaaa... Atau saat sedang banyak pikiran dan emosi. Hmmm...

Pilih-Pilih Obat Jerawat

Fyi, jenis kulit saya berminyak dengan pori-pori besar. Jerawat gak parah, cuma muncul musiman. Meski muncul kadang-kadang, tapi bikin jengkel juga sih. Nongol memang hanya satu dua, tapi bekasnya lama hilang. Kadang di pipi, di dagu, di dahi, di hidung, di atas mulut. Hadeuuh... Ada yang ngalamin gitu juga?

Nah sejak merek Scarlett Whitening booming, saya lirik-lirik juga produk perawatan wajahnya untuk acne care. Ada dua macam serumnya Scarlett ini yaitu  Acne Serum dan  Brightly Ever After Serum. Karena niatnya cari perawatan untuk lawan jerawat, maka saya  ngincer acne serum-nya. Sebelumnya, saya udah cobain produk perawatan tubuh Scarlett Whitening yang hype itu dan cocok banget. Bisa dicek di sini ulasannya : Menikmati Me Time Bersama Scarlett Whitening Body Care.

Akhirnya, dengan tekad bulat, saya pun order Scarlett Acne Serum ini. Produk perawatan kulit berjerawat milik artis Felicya Angelista ini, ada krim siang dan krim malamnya juga. Tapi, berhubung jerawat saya tergolong jinak (bukan jerawat batu ataupun jerawat bandel), maka saya hanya beli serumnya. Plus order Scarlett Whitening Face Wash, untuk melengkapi perawatan wajah saya. Saya beli online di official shop-nya di Shopee seharga masing-masing Rp75.000. Sering ada diskon juga di sini.


Review Scarlett Whitening Facial Wash

Sebelum mengulas Acne Serum, Cemil mau cerita pengalaman pakai Scarlett Whitening Facial Wash dulu ya.

Sabun cuci muka Scarlett Whitening ini dikemas dalam botol plastik bening 100 ml yang praktis. Dus pembungkusnya aman untuk pengiriman barang. Botol ukuran seperti ini enak tuk dibawa-bawa travelling, karena ramping, gak makan banyak tempat. Isi sabunnya berwana bening dengan ada sedikit bulir-bulir merah kelopak mawar.

Produk ini mengandung Glutathione,  Aloe Vera, Rose Petals, dan Vitamin E, seperti tertera di botolnya. Glutathione berguna untuk melembabkan, meningkatkan elastisitas, dan mencerahkan kulit. Juga melindungi kulit dari radikal bebas. Kandungan rose petals atau kelopak bunga mawar, berfungsi untuk menyegarkan kulit. Aloe vera berguna untuk melembabkan, mengatasi peradangan, menenangkan dan menghaluskan kulit. Sedangkan  vitamin E sih memang vitaminnya kulit ya. Ia bermanfaat untuk melembabkan, mengatasi peradangan serta menenangkan kulit. 
Teksturnya agak kental, tidak terlalu cair, dengan ada sedikit wangi. Pas deh. Kalau sabun muka terlalu wangi rasanya malah mengganggu buat saya. Tuang secukupnya di telapak tangan, lalu usap merata ke wajah dan dibilas. Setelah cuci muka dengan Scarlett Whitening Facial Wash rasanya adem banget dan kulit terasa halus. Saya pakai sabun muka ini pagi dan sore/malam saat mandi.

Scarlett Whitening Facial Wash tidak mengandung SLS alias sodium lauryl sulfate. Ini adalah bahan yang sering terkandung di dalam produk skincare maupun bodycare yang dapat membuat kulit kering bahkan iritasi. Jadi aman untuk semua kulit ya. Yang bikin aman juga, sabun ini juga sudah teregister BPOM dan halal MUI lho, bisa dicek di website halalmui.org.

Setelah pakai sabun muka Scarlett ini selama dua minggu, wajah terasa lebih halus, komedo di daerah T nampak berkurang.


Review Scarlett Whitening Acne Serum

Kalau serum jerawat Scarlett, kemasannya punya tampilan simple dengan label berwarna ungu dan menggunakan botol pipet kaca bening imut isi 15 ml. Dalam dusnya dilengkapi juga dengan plastik penahan botol sehingga aman dan tidak terguncang saat pengiriman. Seperti produk Scarlett Whitening lainnya, di kemasannya ada barcode BPOM yang bisa kita scan untuk dicek di website BPOM.

Acne Serum ini punya kandungan Tea Tree Leaf Water, Salicylic Acid, Jeju Centella Asiatica, Liquorice Extract dan Vitamin C. Produk ini juga bebas merkuri, bebas hydroquinon, non alkohol, non perfume dan cruelty free. So pasti serum ini pun aman, tuk kulit berjerawat atau yang sedang break out. 

Kandungan Tea Tree Water atau air daun teh, berfungsi untuk melawan bakteri penyebab jerawat, melembabkan kulit, membantu mengurangi beruntusan serta mengurangi minyak di wajah.  Salicylic Acid bermanfaat medakan peradangan yang terjadi saat jerawat muncul, mengangkat kotoran penyumbat pori pori yang berpotensi menjadi komedo. 

Kandungan lainnya pada serum jerawat Scarlett adalah Jeju Centella Asiatica. Tanaman Asia yang sering disebut gotu kola ini, berguna di kulit untuk menjaga kelembaban, mengurangi peradangan, mencegah dan mengurangi kerusakan dan mempercepat penyembuhan luka. Liquorice Extract, kaya nutrisi bermanfaat bagi kulit, melindungi kulit dari paparan sinar matahari, mengatasi jerawat dan kulit kemerahan, menyerap kelebihan minyak, serta mencegah hiperpigmentasi. Selain itu, ada kandungan vitamin C yang  berguna menghilangkan flek, bekas jerawat, serta sebagai anti oksidan.

Teksturnya cair, agak berbau, karena non perfume ya. Tapi namanya juga obat, yaa yang penting aman dan khasiatnya. Saya suka karena dia bening dan tidak lengket, jadi gak terlihat di kulit wajah saat diaplikasikan.

Saya pakai Scarlett Whitening Acne Serum pagi dan malam hari dengan meneteskan 2-3 tetes serum, usap terutama di area yang berjerawat. Hasil penggunaan serum ini selama 2 minggu, bisa terlihat di foto:
Minggu ke 2 kelihatan udah samar bekasnya ya. Lumayan.. daripada tanpa serum ini biasanya sebulan atau lebih jejak jerawat membekas di kulit.

Yeay! Akhirnya nemu juga perawatan praktis yang pas tuk kulit wajah saya. Buat saya, duo Acne Serum dan Facial Wash dari Scarlett Whitening ini jadi jurus oke untuk atasi jerawat yang muncul musiman. 

Kalian gimana? Kuy, yang punya pengalaman masalah jerawat, berbagi di kolom komentar yaa.

Selasa, 12 Januari 2021

Teachers, Hiburan Kocak Saat Di Rumah Aja

Awal tahun 2021 ini pandemi masih belum berlalu dan kita diimbau untuk tetap di rumah. Enjoy aja yuk.. Ada banyak hal kok yang bisa dilakukan di rumah. Di luar jam kerja, salah satu hiburan saya saat di rumah adalah nonton film. Saya pendukung perfilman lokal loh, meski tak jarang juga nonton film luar negeri lainnya. 

Sebelum masa karantina, biasanya paling tidak sebulan sekali saya diajak anak-anak ke bioskop. Yak, anak-anak yang ngajak bundanya nonton, bukan sebaliknya hehe... Tapi, hampir sepanjang 2020 yang lalu, kami off ke bioskop. Dan dunia perfilman Nusantara pun terasa terkena imbas pandemi ya, sepi film baru. Untungnya sekarang ada STRO. Ada yang udah tau?

Jadi, ceritanya 8 Januari 2021 yang lalu, saya dan beberapa blogger lainnya berkesempatan nonton pemutaran perdana film Teachers. Ini spesial banget dan pengalaman pertama buat saya. Saat itu para blogger, pemain dan crew film serta rekan-rekan media, nobar (nonton bareng) film secara daring. Ajang Online Screening & Press Conference Film Teachers dibuka dengan sambutan dari Sarjono Sutrisno, sang sutradara. Dilanjutkan dengan sepatah kata dari pemeran utama dan juga beberapa pihak di belakang layar produksi film bergenre komedi aksi ini. Setelah itu dilakukan pemutaran film untuk ditonton bersama, lalu ada acara tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama para pemain.


Gelitik film Teachers

Teachers merupakan salah satu hasil kolaborasi SAS Film, Skylar Pictures dan STRO yang dihadirkan khusus untuk STRO. Film yang dibintangi oleh Yova Gracia sebagai Agnes dan Estelle Linden sebagai Meg ini, bercerita mengenai duet polisi wanita dan guru yang beraksi dalam rencana penangkapan sindikat narkoba terselubung di sebuah sekolah dasar. 

Kehadiran komedian senior seperti Tarzan, Epy Kusnandar dan Rizki Mocil beneran bikin perut terkocok. Selain itu, ada penampilan dari Garry Iskak, Teddy Syah, serta beberapa kameo, yang menjadi kejutan menggelitik di setiap adegannya. 

Adegan laga tembak-tembakan saat kejar-kejaran mobil cukup seru juga. Dikemas bak film Hollywood, Teachers tidak sekedar menampilan lelucon slapstick, tapi juga mempertontonkan beragam aksi seru. Terselip pesan moral pentingnya kerjasama dan saling menyemangati, dalam adegan kompetisi anak-anak di sekolah. Oya, meski berlatar sekolah dasar serta menampilkan juga pemeran anak-anak yang tak kalah kocak, tapi ini bukan film semua umur ya. Pendampingan orang tua diperlukan jika anak ikut menonton film berdurasi 80 menit ini. 

Film Teachers merupakan besutan sutradara Sarjono Sutrisno, sosok yang dikenal pada perfilman nasional sebagai executive producer untuk Skylar Pictures, Aletta Pictures dan SAS Films. Ia sudah berpengalaman sejak 2008.

Tentang STROTV

STROTV adalah aplikasi streaming berbasis langganan (SVOD) dari Stroworld. Aplikasi ini dapat diakses melalui Android, iOS ataupun via browser. For info, biaya langganannya cuma Rp10.000/bulan loh. Dengan uang ceban itu kita bisa nikmatin banyak banget film-film karya terbaik Indonesia. Kerennya lagi, seluruh konten film STRO itu original produksi STRO. 

Aih, jadi gak sabar pingin nonton film lainnya di STRO. 

Selasa, 03 November 2020

Menikmati Me Time di Rumah Bersama Scarlett Whitening Bodycare

Sebelum pandemi, saya rutin pergi ke salon sebulan sekali. Paling sering creambath, luluran, atau keduanya. Merawat diri itulah me time saya, di sela hiruk pikuk keseharian yang kadang bikin penat. Pulang dari salon rasanya plong dan wangi tentunya. Nah saat pandemi, saya mulai kebingungan cari cara tuk me time. Meski salon buka pun di era new normal, saya gak berani. Lebih aman di rumah aja kan?

Lalu, saya kepikiran tuk perawatan sendiri di rumah. Masalahnya, pilih produk apa ya? Setelah selancar di dunia maya, saya tertarik coba Scarlett Whitening bodycare yang sedang happening. Ulasan produknya saya tulis di bawah ini, setelah pemakaian selama 3 minggu. Disimak yaa.


Kenalan dengan Scarlett Whitening

Produk Scarlett Whitening ini saya ngeh udah agak lama berseliweran di internet. Review para beauty blogger, influencer, vlogger atas produk milik artis Felicya Angelista itu bikin penasaran. Dan akhirnya saya kepincut tuk beli 3 produknya : Brightening Shower Scrub, Fragrance Body Lotion, dan Body Scrub. 

Seluruh produk bodycare Scarlett Whitening tersebut sudah teregistrasi BPOM, not tested on animal, dan halal MUI. So, gak ada yang perlu diragukan kalo soal keamanan produknya.

Saya beli Scarlett Whitening di official store-nya di Shoppe, seharga masing-masing Rp75 K. Meski pesan online, tapi produk tetap aman tiba di rumah. Ini karena packing-nya dibungkus bubble wrap plus plastik seal tebal yang menyelimuti masing-masing produk. Semuanya dikemas di dalam dus yang makin manjamin produk tak akan penyok ataupun tumpah selama pengiriman.

scarlett-whitening-review
Kemasan segel saat baru beli

Pada label seluruh produk yang saya beli, tertera bahwa tiga produk Scarlett ini mengandung Glutathione dan Vitamin E. Glutathione diketahui sebagai salah satu zat anti oksidan yang punya kemampuan regenerasi diri dan menangkal radikal bebas. Untuk kulit, zat ini termasuk vitamin pencerah yang juga berfungsi melembapkan, menjaga elastisitas kulit, membuat kulit lebih glowing. Sedangkan vitamin E, dia juga berperan pada regenerasi kulit dan menjaga kesehatan kulit.

Ulasan Produk Scarlett Whitening

1. Scarlett Brightening Shower Scrub

Scarlett Brightening Shower Scrub tersedia dalam 3 varian, yaitu Cucumber, Pomegranate dan Mango. Hmm.. seger semua ngebayanginnya. Saya pilih beli varian Pomegranate alias buah delima yang aslinya berwarna merah keunguan. 

Shower Scrub Scarlett dikemas dalam botol plastik bening dengan tutup cap yang kuat sehingga tidak mudah bocor ataupun tumpah. Labelnya berwarna ungu, sama dengan isinya. Tampak ada butiran scrub yang bermanfaat mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang menumpuk di kulit.

Tutup botol & tekstur shower scrub

Sabun mandi Pomegranate ini tidak terlalu padat ataupun cair, pas lah. Butiran scrub-nya kecil-kecil, tidak banyak, namun cukup terasa di kulit saat digosokkan. Aromanya yang manis seger bikin sensasi mandi rileks dan menyenangkan. Busanya memang gak banyak. Tapi itu bukan masalah berhubung after shower, wangi sabun cukup tahan lama di kulit dan bikin kulit halus. 

2. Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion

Body lotion keluaran Scarlett ini punya varian Charming, Romansa Fantasia, dan Freshy. Saya pilih beli varian Freshy. Kemasannya sama seperti produk shower scrub, botol plastik bening namun tutupnya model pumping dengan sistem lock-unlock. Juga dilengkapi dengan penyangga tutup sebagai pengaman tambahan yang bermanfaat jika akan dibawa bepergian.

Tutup pumping & tekstur body lotion

Varian Freshy warnanya peach, dan wanginya pun manis lembut seperti buah peach. Syukaa.. wanginya awet di kulit bikin pingin cium-cium tangan sendiri. Hehe.. Tekstur body lotion ini agak kesat, tidak lengket dan cepat meresap di kulit. Saya pakai setelah mandi pagi dan sesudah sholat isya. 

Meski saya bukan pencari produk pemutih kulit, tapi ada efek lebih cerah langsung setelah body lotion ini diaplikasikan. Kulit juga terasa lebih lembab dan kenyal.

3. Scarlett Body Scrub

Scarlett Body Scrub punya varian Pomegranate dan Romansa. Saya beli yang varian Romansa. Seperti body scrub pada umunya, kemasan lulur Scarlett ini berupa plastik bulat tebal dengan warna dasar putih. Di dalamnya ada lapisan stainless steel sebagai penutup isi body scrub yang berwarna putih.

Lapisan tutup alumunium & tekstur body scrub

Saya pakai body scrub ini dua kali seminggu dan itu cukup bikin kulit serasa habis luluran di salon. Wanginya lembut, dengan tekstur krim dan butiran scrub yang halus. Kalau dibilas dengan air hangat rasanya bikin rileks banget. Dan efeknya setelah mandi kulit terasa lembut, lembab dan terawat.

Setelah luluran dengan Scarlett Body Scrub Romansa ini saya tetap pakai shower scrub dan body lotion-nya, supaya hasilnya maksimal.

Apakah setelah pemakaian produk Scarlett selama 3 minggu kulit saya makin cerah? Bisa dicek fotonya di bawah ini. Lumayan ada beda ya. Kalau cari pemutih instan mungkin bukan Scarlett produknya ya. Anyway dia aman dan fix bikin kulit halus, lembab, dan sehat. 

Sebelum & sesudah penggunaan produk
selama 3 minggu (no edit/filter)

Akhirnya me time di zaman karantina bisa juga kejadian. Malah bisa tiap hari, di rumah, berkat produknya Scarlett ;).

Buat yang berminat beli produk Scarlett ini, saya sarankan beli di official store-nya, untuk menghindari hal-hal yang merugikan. Jangan sampai salah ya, seluruh produk Scarlett yang asli ada label hologram di tiap kemasannya.

Selasa, 06 Oktober 2020

Belajar Positif dari Covid-19

20 Maret 2020

resensi-buku-positif-bima-arya-cemil

Saya baca headline di berbagai media bahwa walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, positif Covid-19. Orang nomor satu di kota Bogor, jadi orang pertama yang terdeteksi positif Covid-19 di kota yang dipimpinnya. 

Agak jengkel awalnya, mengetahui bahwa pak Walkot ini terjangkit virus Corona sepulang kunjungan kerjanya dari Azerbaijan bersama rombongan pejabat Pemkot Bogor. Ada 2 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dari rombongan itu, termasuk salah satunya Kang Bima. Dalam hati saya: ngapain sih, zaman darurat pandemi gini pake ada acara kunjungan ke negara lain? Tapi saya tetap mendoakan beliau segera pulih dan dapat kembali bekerja.

Walikota yang Bogor Pisan

Seumur hidup saya yang lahir dan tinggal di Bogor, kenal walikotanya baru sama Kang Bima ini loh hehe..  Kenal nama, kenal wajah, n merasa tau banyak lah tentang beliau. Figur Walikota sebelumnya, saya gak terlalu ngeh

Setelah dianalisa (taelaah..), ternyata saya lebih kenal Kang Bima ini karena beberapa hal:
1. Sama-sama 1 almamater sekolah SMA-nya dengan saya
2. Sama-sama 1 almamater sekolah SD-nya dengan anak-anak saya... Wkwkwk
3. Termasuk angkatan muda dibandingkan pendahulunya, jadi kurang lebih gak terlalu kaku,  karena seumuran kakak saya
4. Kebijakannya di kota Bogor keliatan dan terasa oleh saya sebagai warga. Seperti penerapan jalur satu arah di sekeliling Kebun Raya, pembangunan pedestrian yang ramah pejalan kaki dan pesepeda, penataan lapangan Sempur, Mal Pelayanan Publik,  dll, dsb. 
5. Eksis di media massa dan media sosial.
6. Sering ngeliat saat beliau sidak/mengamati langsung kondisi stasiun Bogor di masa pandemi ini. Maklum saya anak kereta yang sehari-harinya mangkal (baca: ngantre) di stasiun.


Intinya, pak Walkot yang sudah menjabat 2 periode ini memang orang Bogor banget. Lahir dan besar di Bogor, kecuali pas kuliah. Jadi, wajar ya kalo saat memimpin Kota Hujan, banyak warga yang sudah merasa "kenal" beliau, termasuk saya. Terlepas dari jasa media sosial yang ikut mengorbitkan.


13 Juni 2020

Hari itu Kang Bima meluncurkan buku hasil karyanya yang berjudul "Positif!". Dari judul dan sampulnya sudah tergambar isi buku itu adalah tentang cerita pengalaman beliau sebagai penderita Covid-19.

Iseng, saya order buku ini di Gramedia online. Saat itu, saya baru aja kembali full bekerja di kantor (WFO) setelah 3 bulan bolak balik dengan jadwal kerja di rumah (WFH). Niatnya, baca buku itu di perjalanan saat di KRL Commuter Line. Apa daya,  bukunya baru beres dibaca akhir Agustus n baru sempet sekarang nih beresin tulisan ini. Hahah.

Resensi Buku Positif!

Dalam buku setebal 148 halaman ini, kisahnya bermula dari cerita keseharian tugas dan kegiatan Kang Bima, saat sebelum dinyatakan positif Covid-19.


Media heboh sepulang Kang Bima dari Azerbaijan karena ia berstatus sebagai ODP. Lalu ada suasana emosional yang terasa saat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) menyampaikan hasil tes swab Walkot Bogor itu.

Dengan rasa campur aduk karena meninggalkan keluarganya, ayah dari Kinaura dan Kenatra  ini pun harus dirawat serta diisolasi di RSUD Kota Bogor.  “Delapan belas tahun menikah, membesarkan dua anak dengan semua suka dukanya, inilah rasanya momen paling mengoyak hati".

Perjuangan melawan Covid-19 di Ruang Sempur selama 22 hari dituturkan Kang Bima dalam buku ini. Selain dengan tetap berpikir positif, kiatnya dalam menghadapi Covid-19 juga dengan social media distancing alias "puasa medsos", tetap berolahraga, dan minum ramuan tradisional rebusan jahe merah + sirih kiriman keluarga. Kiat ini yang menurut saya jadi hal penting dan pelajaran bagi penderita Covid-19 lainnya.

Sosmed itu ICU raksasa. Runtuh mental semua orang kalau digempur berita Covid-19. Drop imunitas. - Bima Arya

Meski bahasanya mudah dicerna, kebanyakan momen diceritakan dengan serius oleh Kang Bima dalam buku Positif ini. Tapi ada juga beberapa joke diselipkan seperti untuk menghibur diri, namun cukup membuat pembaca tersenyum. Foto-foto yang ditampilkan turut menyita perhatian saya sebagai pembaca, dan sepertinya memang disematkan untuk lebih memperkuat alur cerita dalam buku.

Di akhir buku, ada cerita dari tim medis yang merawat Kang Bima. Dokter dan perawat turut berpartisipasi mengisi halaman buku tersebut dengan menuturkan kesan pengalamannya selama merawat pak Walkot.

Dari buku ini saya simpulkan bahwa positif Corona adalah hal yang menakutkan bagi semua orang, tidak terkecuali pejabat seperti wali kota. Anyway, siapapun harus selalu mengambil sisi positif dan tetap bersikap positif untuk menghadapi dan melawan pandemi.

Oya kabarnya seluruh keuntungan dari hak cipta buku "Positif!" akan disumbangkan untuk berbagai kegiatan edukasi tentang Covid-19. 

***
Judul      : Positif!
Penulis   : Dr. Bima Arya Sugiarto
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Cetakan : Pertama, 2020
Tebal      : 148 halaman, hard cover

Sabtu, 21 Maret 2020

Review Jujur : Vitalis Body Wash

Buat saya yang sehari-harinya ngelaju dengan transportasi publik, berurusan dengan "aroma" adalah hal biasa. Dari rumah pakai ojek online (ojol), ketemu asap knalpot dan polusi lainnya. Lanjut dengan commuterline, ketemu aroma penumpang yang beragam. Belum lagi jika berdesakan karena padat, yang bikin keringat bercucuran meskipun gerbongnya ber-AC. Dan saya pasrah, saat merasakan mandi pagi saya sia-sia. Itu sebelum saya coba Vitalis Body Wash.

Itu sebabnya saya selalu nyetok parfum atau bodymist di kantor. Bukan tuk pamer wangi, tapi demi menghilangkan aroma 7 rupa di sepanjang jalan menuju kantor, yang ikut numpang di badan saya. Selain itu, semprotan wewangian di kantor juga berfungsi untuk penyegar diri saya sendiri. Karena, yang orang-orang sebut "bau matahari" terasakan di hidung ini. Kebayang dong, kalau sedang kerja tercium bau apek badan sendiri, gimana bisa semangat kerja? Heheh.

Kenapa sih Kita "Butuh" Wangi?

Rasanya aneh ya, kalau ada orang yang merasa betah dengan bau tidak sedap. Parfum a.k.a wewangian, bahkan sudah ada sejak ribuan tahun lalu, yang digunakan untuk berbagai upacara adat tertentu atau keagamaan. Dibuat dari berbagai aroma sedap bunga atau tumbuhan lainnya di muka bumi, wewangian ini memberikan kesan dan manfaat sendiri bagi penggunanya.

Ilustrasi Parfum - istockphoto.com

Kalian suka wangi apa gaes? Kalau saya sih senang wangi seger, sebangsa green tea atau citrus, karena bisa bikin pikiran seger juga.

Ternyata, selain untuk menghilangkan bau badan dan menyegarkan, wewangian juga banyak manfaatnya lho. Cekidot 4 manfaat penting parfum di bawah ini.

1. Membangkitkan Mood

Merasa lebih fresh setelah mencium aroma harum? Nah itu salah satu fungsi aroma pewangi. Karena manfaatnya yang dapat membangkitkan mood baik ini, wewangian sering digunakan untuk terapi aroma di ruangan.


Selain itu, parfum dengan wangi seperti buah berry, grapefruit, citrus atau rosewood konon punya khasiat untuk pembangkit semangat. Sedangkan jika ingin ada sensasi romantis, wangi bunga-bungaan mawar, lily dan amber bisa dicoba.

2. Meningkatkan Pede

Karena pada dasarnya manusia suka keharuman, maka bau-bauan tak sedap cenderung dihindari. Begitu pula jika kita punya bau badan, selain tidak nyaman buat diri sendiri, ketidaksedapan aroma ini juga bisa membuat banyak orang menajuh.

Dijauhi karena bau badan... duh sedih ya. Jadi ingat, dulu ada teman sekolah yang minder gara-gara punya bau badan tak sedap dan dijauhi. Ini juga fungsi wewangian yang penting. Dengan tubuh yang harum, biasanya orang sekitar akan "tertarik" dan betah berlama-lama bercengkrama, yang pada akhirnya meningkatkan aura pede alias percaya diri. 


Selain itu, wangi tertentu seperti rosewood atau musk berkhasiat membuat diri lebih enerjik sehingga turut membangun pede. 

3. Mengobati Insomnia

Terapi aroma (wangi) banyak digunakan dan sudah terbukti membuat tubuh lebih rileks sehingga kualitas tidur lebih baik dan lebih nyenyak. 


Lavender dan jasmine adalah jenis wewangian yang cocok digunakan untuk orang yang punya kesulitan tidur atau insomnia, karena aromanya membuat rileks syaraf-syaraf dan menenangkan pikiran.

4. Obat Sakit Kepala

Sebelas dua belas dengan insomnia, sakit kepala secara umum juga mengakibatkan syaraf-syaraf tegang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan wewangian dapat mengobati sakit kepala dan migrain. 

Ilustrasi Sakit Kepala - istockphoto.com

Untuk pengobatan ini, biasanya digunakan wangi lavender, anggrek atau peppermint yang menenangkan, sehingga mengendorkan syaraf-syaraf yang tegang.

Mandi Parfum Mewah Ala Vitalis

Salah satu cara asik untuk membuat tubuh wangi adalah dengan mandi parfum. Maksudnya bukan mandi pakai parfum ya, tapi mandi dengan sabun yang punya keharuman dan keawetan seperti parfum.

Memang ada? Ada dong. Namanya Vitalis Perfumed Moisturizer Body Wash, seperti yang saya sebut di awal tulisan ini.

Bisa mandi parfum pakai sabun ini

Awalnya saya kenal merek Vitalis dari produk parfumnya yang ngehits zaman saya sekolah. Aneka wangi menggoda dari parfum Vitalis cocok banget tuk abege masa itu (hehe.. zaman kapan itu yak?). Sebagai expert wewangian yang memahami karakter parfum yang digemari masyarakat kita, Vitalis pun berinovasi meluncurkan produk sabun cair sewangi parfum ini pada akhir 2019 yang lalu.

Sejujurnya saya gak terlalu mencari sabun yang wangi banget untuk kebutuhan mandi, tapi sejak saya coba sabun cair Vitalis, kok jadi ketagihan... Dan, ini yang bikin saya ketagihan.

5 Keunggulan Vitalis Body Wash
yang bikin ketagihan


Botol Cantik dan Praktis

Vitalis Perfumed Moisturizer Body Wash dikemas dalam botol plastik 200 ml berwarna-warni cantik sesuai keharumannya. Pas dalam genggaman dan tutupnya mudah dibuka hanya dengan satu tekanan jari. Meski kemasan ini praktis dan tidak mudah tumpah, tapi tuk keamanan, lebih baik dibungkus lagi atau bawa di tempat terpisah jika dibawa bepergian.

Tekstur Sabun Pas

Sabun cair Vitalis ini punya tekstur yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair, alias pas buat saya. Saat digunakan juga tidak lengket dan tidak meninggalkan efek licin yang menggangu. Tuang secukupnya di tangan atau spons mandi, hasilnya busa berlimpah untuk mandi parfum.

Kandungan Moisturizer Bikin Lembab

Yang terasa setelah mandi dengan Vitalis Body Wash, kulit menjadi moist, halus dan lembut. Ini lantaran Vitalis menambahkan kandungan moisturizer berkualitas tinggi pada sabunnya. So mandi dengan sabun cair ini dijamin gak bikin kulit jadi kering.

Wangi Parfum Mewah Menggoda

Vitalis Perfumed Moisturizer Body Wash hadir dengan 3 varian wangi parfum mewah, yaitu White Glow, Soft Beauty, dan Fresh Dazzle.

1. Soft Beauty
Varian Soft Beauty

Varian ini beraroma parfum manis dari fruity aldehydic, rose dan violet, serta dipadu kesegaran tonka bean sandalwood premium. Dikemas dalam botol berwarna ungu, sabun ini mengandung alpukat dan vitamin E yang punya manfaat skin nourishing atau menutrisi kulit sehingga lebih lembab dan halus terawat.

2. White Glow
Varian White Glow

Adalah varian yang dikemas dalam botol warna pink. Sabun beraroma parfum manis ini mengandung keharuman cherry dan raspberry, wangi lembut marshmallow dan gardenia, serta woody dan suede yang menambah kesan glamour aromanya. Buat yang suka wangi parfum lembut dan manis seperti permen, varian ini pasti disuka. Apalagi ada tambahan kandungan licorice dan susu yang punya manfaat skin brightening yang mencerahkan.

3. Fresh Dazzle
Varian Freah Dazzle

Aroma parfum fresh dazzle berasal dari wangi bergamot, floral bouquet dan musk amber yang memberi sensasi segar, feminim dan elegan. Kandungan jeruk yuzu dan teh hijau pada sabun berbotol hijau ini memberi manfaat skin refreshing, yang bikin kulit segar dan halus berseri. Wangi ini favorit saya, karena bikin mood jadi happy... hehehe.

Keharuman Tahan Lama

Nah, poin ini terutama yang bikin Cemil ketagihan. Sensasi mandi parfum dengan ketiga varian sabun cair Vitalis, meninggalkan aroma harum yang bertahan lama, laksana semprotan parfum awet.

Setelah mandi pagi dengan Vitalis Body Wash, saya jadi sering cium-cium tangan sendiri selama perjalanan ke kantor dan sesampainya di kantor. Harumnya gak ilang-ilang dan membuat efek segar, di tengah debu dan polusi di lingkungan. Sedangkan jika digunakan sore atau malam hari, rasanya tidur malam jadi makin nyenyak deh, dengan wangi yang terus nempel dibawa lelap.

3 Varian Vitalis Body Wash

Lima keunggulan Vitalis Body Wash di atas membuat saya jatuh cinta dengan sabun cair halal produksi PT Unza Vitalis ini. Sayangnya gak ada varian yang wanginya maskulin yah hehe.. Tapi so far, para lelaki di rumah suka juga dengan keharuman si botol ijo fresh dazzle.

Fyi saya termasuk agak rewel dalam memilih sabun mandi, karena kulitnya tergolong sensitif. Pernah pakai suatu sabun anti kuman, tapi muncul gatal-gatal, sampai harus ke dokter kulit. Waktu itu, dokter menyarankan ganti dengan sabun sulfur, dan jika sudah hilang gatalnya boleh pakai sabun lain selain  sabun anti kuman. Ternyata, pakai Vitalis Body Wash ini kulit saya tak ada masalah, malahan makin halus terawat.

Repurchase? Yes 😃, terutama untuk varian Fresh Dazzle. Kalian udah coba? Suka varian yang mana?


#MandiParfum 
#VitalisxKEB

Minggu, 23 Februari 2020

Buku Ayana Journey to Islam, Sepenggal Kisah Inspiratif Mualaf Korea

Cemil bukan penggemar film Korea, apalagi K-Pop. Malahan entah kenapa cenderung gak suka sama yang berbau Korea. Sorry, Negeri Ginseng ini, buat saya kesannya oplas (operasi plastik), too much spicy (untuk makanannya) dan overpriced (untuk brand elektronik/gawainya). Yang terakhir disebut, jika uang bukan masalah, sepertinya bisa jadi lain cerita wkwkwk... Hei, kok jadi ngelantur, padahal saya mau review bukunya Ayana, mualaf cantik asal Korea yang menceritakan perjalanan hijrahnya.

Btw, jika saya bukan pengguna kosmetik Wardah, mungkin saya juga tidak terlalu ngeh siapa Ayana. Yup, gadis ini makin hits saat menghiasi akun Instagram Wardah Beauty dan belakangan muncul di iklan layar kaca sebagai brand ambassador merek kosmetik halal itu. 


Mengikuti Instagram @xolovelyayana, siapapun bisa menilai orang ini workaholic. Gak ada capeknya! Indonesia-Malaysia-Korea, tiga negara itu dikunjunginya bolak-balik, gak tau dalam sebulan berapa kali aja. Misal, hari ini update post sedang di Jakarta, 3 hari kemudian di Kuala Lumpur, tau-tau minggu depan udah di Korea lagi sambil ngasih info jadwal, kalau 2 minggu lagi dia akan ke Bandung, lalu Surabaya. Wadaw! Luar biasa deh energinya. Kerja dan bisnis, itu jawaban yang kerap ditulis dalam kolom komentarnya, saat ditanya netizen untuk apa dia mondar-mandir. 

Resume Perjalanan Jihye Menjadi Ayana

Buku Ayana Journey to Islam mengisahkan sosok Jihye, nama lahir gadis kelahiran 1995 ini menjadi seorang Ayana. Jihye sejak kecil suka politik, mewarisi gen dan kebiasaan keluarganya yang bebas berdebat serta bicara politik. Inilah yang mengantarkannya menuju Islam, saat ia tertarik mempelajari Timur Tengah yang kondisi politiknya sedang memanas saat itu.
Dianugerahi kecerdasan, Jihye yang berprestasi di sekolahnya, terus belajar ketertarikannya di luar sekolah. Tidak ada ustadz atau ustadzah. Ia belajar Timur Tengah dan Islam hanya bermodal ikut seminar, baca buku, dan berselancar internet. Hingga pada suatu titik Jihye mempertanyakan dirinya, "what is the point of learning all of these?"

Saya cukup takjub membaca bab Hijrah buku ini. Jihye mengucap syahadat di usia 17 tahun, dan baru diketahui keluarganya setahun kemudian. Keputusan Ayana memperdalam Islam di luar Korea menghentikan semua dukungan keluarganya, termasuk finansial. Di situ ia tak patah semangat, tapi malah bekerja keras sendiri untuk menabung, mewujudkan niatnya yang sudah bulat. Stubborn in a good way, memang pantas jadi sebutannya. Hingga akhirnya Ayana berhasil ke Malaysia dengan biayanya sendiri.

Hijrah ke Malaysia bukan tanpa rintangan. Niat melanjutkan studinya tersandung biaya dan konsentrasi, karena ia kuliah sambil bekerja. Di awal hijrahnya ke Malaysia, untuk pertama kali dalam hidupnya, Ayana gagal. Saat rencananya buyar, ditambah kesendiriannya di negeri orang, Ayana hampir menyerah dan akan kembali ke Korea.

I Love Indonesia

Rencana Allah memang indah pada waktunya. Sebelum balik ke Korea, Ayana menyempatkan "main" ke Indonesia, tapi ternyata malah mendapatkan jalannya dari situ. Indonesia akhirnya membawa wanita Korea ini hingga menjadi dirinya sekarang.

Proses belajar yang sebenarnya, terjadi ketika kita melakukan apa yang kita pelajari - Ayana

Ada rasa haru dan bangga membaca perjalanan hidup Jihye menjadi Ayana di buku setebal 130 halaman ini. Dari caritanya tergambar sosok seorang yang cerdas, mandiri, teguh pendirian. Masih muda dan cantik pula. 3B : Brain-Beauty-Behavior komplit ada di pribadinya. 

Yang sedikit menggelitik saya adalah cerita dan kesannya tentang Indonesia. Pertama dia bilang, Ayana viral dalam semalam, setelah diundang dan muncul di salah satu stasiun televisi Indonesia. Padahal sewaktu d Malaysia, dia pun sempat masuk TV tapi tanggapan masyarakat sana biasa aja, tak se"heboh" di Indonesia. Hmmm... 

Yang kedua, dia cerita merasa nyaman berada dekat teman-teman muslimnya di Indonesia. Pasalnya, dia tidak merasa takut salah atau takut dianggap bodoh tentang Islam, karena orang yang Islam sejak lahir pun terkadang sama tidak tahunya dengan Ayana yang mualaf, sehingga mereka bisa belajar bareng. Ini positif atau... Eh, apa saya aja ya yang merasa tersindir halus? Hehehe!


Penggalan Kisah Inspiratif

Sepenggal kisah hijrah Ayana di bukunya, buat saya layak dibaca sehingga pembaca dapat melihat sisi lain seorang selebgram. Ada beberapa bagian yang timeline-nya terkesan loncat-loncat. Jadi saya yang membaca agak berfikir, ini waktunya kapan ya? Saat Ayana SMP kah, atau SMA?  Namun ini tidak menggangu keseluruhan kisahnya.

Overall, buku Ayana Journey to Islam termasuk bacaan ringan yang menarik, mudah dipahami dan inspiratif. Apalagi dengan tambahan beberapa foto pribadinya yang turut "bercerita". Sepertinya banyak blank spot yang belum terceritakan di buku ini, mungkin karena keterbatasan halaman buku. 

Padahal jika ceritanya lebih rinci lagi pun, saya yakin pembaca mau membayar lebih untuk halaman kisah Ayana.

Buku Ayana Journey to Islam diterbitkan oleh Gramedia Pustaka, dan akan tersedia di seluruh toko buku Gramedia pada awal Maret 2020 seharga Rp95.000. Saya membelinya pre order di Shopee beberapa waktu yang lalu dan dapat bonus kartu pos, pembatas buku, serta produk Wardah.