Sabtu, 09 Oktober 2021

Kelola Jiwa Raga Bersama Mindtera

Mindtera merupakan platform edukasi pengembangan multiple intelligence pertama di Indonesia. Apilkasi unik ini bermanfaat untuk pengembangan diri dan memaksimalkan potensi.

Sebelum membagi kesan saya menggunakan aplikasi Mindtera untuk mengelola jiwa raga, saya ingin sedikit bercerita.

Pernah dengar istilah burnout? Saya pribadi sudah lama mendengar mengenai kata burnout sebagai suatu kondisi psikologis, tapi baru paham betul belum lama ini. Bermula dari sahabat saya yang mendadak curhat menggunakan istilah ini.  

Sebut saja namanya Tiwi. Dia sahabat saya sejak kecil. Meski terpisah, saya di Bogor, Tiwi di Bandung, kami tetap dekat di hati. Kami saling berbagi cerita dan sama-sama sudah paham satu sama lain. Tiwi cenderung ekstrovert dan periang, tapi ia sangat piawai sebagai pendengar. Itu salah satu yang membuat saya "klik" bersahabat dengannya.

Seminggu setelah pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali, Tiwi yang bekerja di perusahaan minyak ini menyapa saya melalui pesan di WhatsApp.

"Help Mil..." 

Dua kata singkat itu saja membuat saya langsung cemas. Khawatir Tiwi ada masalah serius, saya langsung menelponnya. Dugaan saya benar, Tiwi memang bermasalah. Tapi saya tidak menyangka permasalahannya seserius ini. 

"Gue tuh burnout... Asli, gak bisa mikir apa-apa, gak mau ngapa-ngapain. Banyakan bingung, bengong dan tidur aja sekarang...", cerita Tiwi sambil terbata-bata karena menangis.

Saya termenung mendengar curahan hati wanita ini. Untuk seorang periang yang mudah bergaul, kok rasanya aneh dia merasa burnout.


Saya minta Tiwi menceritakan detil perihal burnout yang dirasakannya, apa dan bagaimana awalnya. Meski saya tidak terlalu paham cara mengatasinya, saya pun mencoba memberikan masukan. Namun ujung akhirnya, Tiwi memutuskan berkonsultasi dengan psikolog untuk meredakan burnout-nya yang sudah tak tertahankan.

Stres di Masa Pandemi

Pandemi yang melanda Indonesia dan dunia selama hampir dua tahun ini menimbulkan perubahan drastis di segala sisi kehidupan. Tidak semua orang mampu beradaptasi  mulus dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, keterbatasan mobilitas dan pergaulan.

Ini salah satu yang dialami Tiwi si periang. Awal masa pendemi ia masih bisa bertahan dengan adaptasi barunya. Namun tampaknya pergolakan di jiwanya yang ditahan selama ini, kian menumpuk sehingga menghasilkan burnout baru-baru ini.

Sebuah hasil penelitian yang dilansir oleh SurveyMeter pada 2020 memaparkan bahwa COVID-19 telah memberikan multiple stressors pada kehidupan masyarakat. Mulai dari kekhawatiran tertular COVID-19, khawatir kehilangan teman dan keluarga, stres akibat PHK, penurunan pendapatan, dan dampak lainnya yang sampai dapat menimbulkan depresi. 

Sebanyak 3.533 orang mengisi survey secara daring yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Hasilnya, menurut studi SurveyMeter, perempuan mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi dari pada laki-laki. Tingkat kecemasan responden  paling tinggi berusia 31-40 tahun, diikuti oleh kelompok umur muda 20-30 tahun dan tingkat kecemasan paling rendah berada di rentang usia 41-55 tahun.

Sebanyak 58% responden melaporkan depresi, dengan perempuan lebih banyak mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki.

Mengapa perempuan lebih rentan mengalami stres dan depresi? Dari beberapa sumber yang saya baca, ini disebabkan karena perempuan cenderung lebih pemikir ketimbang laki-laki. Selain itu, hormon estrogen dan progesteron yang naik turun dalam tubuh wanita memengaruhi sistem syaraf yang berhubungan dengan suasana hati.

Bertemu Lagi dengan Burnout

Awal Oktober ini saya berkenalan dengan Mindtera. Saya diundang untuk mengikuti sesi kelasnya yang bertema "Kelola Hidup Lebih Baik Dengan Aplikasi Mindtera: Kelola Stress Dengan Berkesadaran". Ternyata, pada kesempatan itu, dibahas masalah burnout, khususnya di tempat kerja. Mengingat kasus yang pernah menimpa Tiwi, saya jadi semangat untuk belajar lebih banyak mengenai hal ini.

Materi dibuka oleh  Bayu Bhaskoro, Co-Founder & CMO Mindtera yang memaparkan latar belakang hadirnya Mindtera. Setelah itu ada Devy Chan (Coach DV), fasilitator finansial dan karir.

Coach DV menjelaskan, saat kita mengalami stres berulang kali tanpa mampu mengelolanya, maka kita dapat mencapai tingkat burnout, dimana kita mengalami kelelahan berlebihan secara fisik dan emosional. Ciri stres mulai menjadi burnout ditandai dengan 3 hal, yaitu kelelahan, ketidakefektifan dan sinisme.

Lalu ada survei untuk mengukur tingkat stres berada di level mana.
Skor saya 37%, yang artinya masih aman (Bearable Stress). Tapi saya lihat mayoritas rekan-rekan lainnya yang ikut survei yang sama, skornya di angka belasan (di bawah 20). Wah, perlu diwaspadai juga nih skor saya di atas 30 😁.

Selain masalah burnout, pada sesi ini juga disampaiikan mengenai sumber-sumber stres, tipe pekerjaan seseorang berdasarkan motivasinya (intrinsik dan ekstrinsik), serta strategi untuk menjalani pekerjaan dengan tipe pekerjaan tersebut agar terhindar dari stres.

Sangat menarik dan bermanfaat acara Mindtera yang diselenggarakan via zoom ini. Apalagi ada banyak hadiah door prize di sepanjang acara. Peserta yang merupakan para narablog ini terlihat antusias mengikuti sesi hingga akhir acara.

Para narablog di event Mindtera

Berkenalan dengan Aplikasi Mindtera

Selepas sesi undangan dari Mindtera yang saya ceritakan di atas, saya jadi tertarik ingin mencoba aplikasi Mindtera.

Tujuan diciptakan aplikasi ini adalah membantu masyarakat Indonesia menjalani kehidupan terbaik mereka. Mindtera hadir  menjadi platform edukasi untuk belajar kecerdasan emosi, sosial, fisik dan pengembangan diri seputar keluarga, cinta, dan kerja. Inilah yang dimaksud dengan multiple intellegence atau kecerdasan majemuk, yang saya sebut di awal paragraf.

Mindtera hadir pada 2021 atas gagasan Tita Ardiati dan Bayu Bhaskoro guna memberikan edukasi dan pelatihan kecerdasan emosional, sosial dan fisik dalam format digital untuk individu dan perusahaan.

Program-program pada aplikasi ini merupakan program berjenjang tidak lebih dari 5 menit sehari dan dibawakan oleh fasilitator profesional dan berpengalaman. Lebih jauh lagi, Mindtera dapat membantu untuk kelola stress dengan berkesadaran.

Uniknya Mindtera, kurikulum program yang diberikan merupakan self-mind mastery yang terdiri dari 4 pilar pembelajaran, yaitu:

1. Kecerdasan Emosi
Yaitu kemampuan untuk mengenal, menerima, dan mengelola ragam emosi dalam dirimu

2. Kecerdasan Sosial
Adalah kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan berdaya

3. Kecerdasan Fisik
Merupakan kemampuan memahami koneksi antara tubuh dan pikiran kita

4. Pengembangan Diri
Ialah kemampuan untuk menyeimbangkan antara kehidupan profesional dengan personal.

Saya mencoba beberapa program gratis di aplikasi Mindtera, yaitu : Ragam Tantangan Emosi dan Berdamai dengan Stress.

Pada kelas Ragam Tantangan Emosi Bagian 1, programnya terdiri dari 5 sesi yaitu: Mengenal Burnout, Mengenal Rasa Kesepian, Overthinking, Panik, dan Procrastination. 

Sedangkan di program Berdamai dengan Stress, terdiri dari 7 sesi yaitu: Kenali Stress agar Damai Saat Bekerja, Berdamai dengan Pikiran Negatif, Berdamai dengan Perasaan, Mengelola Pikiran Perasaan dan Perilaku, Resiliensi dan Adaptasi Stress, Nilai dan Fleksibilitas, serta Komitmen pada Diri.

Setiap sesi dibawakan fasilitator dalam 2 menit saja namun sungguh membuka mata dan wawasan saya. 

Cuplikan video Mindtera 
di sesi Mengenal Burnout

Jika saja saya sudah kenal Mindtera saat dulu Tiwi merasa burnout, pasti saya akan merekomendasikan aplikasi ini kepadanya. Baik untuk sekedar menambah pengetahuan, maupun untuk kegiatan positif yang mungkin saja dapat mengurangi bahkan mengatasi burnout-nya

Ada banyak lagi program Mindtera bertema Kerja, Cinta, Keluarga, Fitness, dan Self Mastery.  Yup, program platform ini tidak hanya tentang kecerdasan jiwa, emosi dan pikiran, tapi juga tentang kebugaran agar seimbang jiwa raga. Ada beberapa program  teknik latihan nafas, latihan fokus dan latihan fisik yang dapat diikuti. Kita bisa memilih program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat ini. Pokoknya Mindtera bantu Kelola Hidup Lebih Baik dan #SemuaBisaDikelola.

Saya menyukai tampilan pengguna Mindtera. Aplikasi yang punya warna dominan ungu ini terlihat eyechatching dan user friendly. Sesi-sesinya yang berlangsung dua menitan tidak membosankan. Ini karena  fasilitator membawakan materi dengan gaya dan suara yang bikin rileks, meskipun tema sesinya tergolong berat

Ada dua macam mode belajar yang dapat diikuti, yaitu suara dan video. Kalau saya pribadi lebih suka mode video sehingga mata dan telinga lebih fokus untuk memahami materi.

Nah, buat yang penasaran dengan program Mindtera, aplikasinya bisa diunduh di Play Store maupun AppStore melalui link di bawah ini ya.

Informasi lainnya tentang Mindtera juga bisa diikuti di websitenya www.mindtera.com serta di media sosialnya :
Instagram : @mintera.id
Facebook : Mindtera
Twitter : @mindteraID


Senin, 16 Agustus 2021

Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Scarlett Brightly Ever After Cream

Scarlett-brightly-ever-after
Udah tau dong merek Scralett Whitening yang hype akhir-akhir ini? Brand lokal milik artis Felicya Angelista ini banyak banget di-review oleh para beauty enthusiast di jagat maya. Saya sendiri pengguna Scarlett yang diawali dari produk bodycare-nya. Karena cocok, lalu saya kepincut untuk coba face care-nya berupa facial wash dan acne serum. Produk ini mantul juga untuk atasi jerawat musiman saya. Nah sekarang saya mau mengulas krim wajah siang-malamnya yang baru aja saya coba, yaitu varian Brightly Ever After Cream.

Alasan Pilih Brightly Ever After Cream

Belakangan, jerawat di wajah saya timbul lebih banyak di sekitar mulut dan pipi. Tebak kenapa? Karena sering pakai masker!

Obati  jerawatnya sih mudah aja, dengan Scarlett Acne Serum, jerawat cepat kempes. Tapi bekasnya itu loh.. hiks, bikin geregetan. Akhirnya saya beli 1 set krim Brightly Ever After, day cream dan night cream, yang katanya salah satunya bermanfaat untuk mencerahkan dan menipiskan bekas jarawat. Ini karena kandungan Glutathione yang menjadi kandungan utama dalam produk Scarlett, dipercaya sebagai antioksidan yang membuat kulit tampak lebih cerah merata.

Kenapa gak pilih krim varian Acne? Karena kulit saya tidak bermasalah serius dengan jerawat yang muncul sesekali itu. Tidak juga sedang breakout. Jadi, cita-citanya mau menghilangkan bekas jerawat aja. 

Kemasan Brightly Ever After Cream

Serupa dengan serumnya, produk krim Scarlett Whitening punya dua varian, yaitu Acne dan Brightly Ever After. 

Jika kemasan varian  Acne Cream berwarna nuansa ungu, varian Brightly Ever After Cream kemasannya bernuansa pink. Masing-masing varian terdiri dari day cream dan night cream.

Saya beli semua produk Scarlett Whitening di official shop-nya di Shopee, supaya terjamin keaslian produknya. Paket produk datang dengan dus tebal plus buble wrap yang aman untuk menghindarkan guncangan produk di dalamnya.

1.    Day Cream

Brightly Ever After Day Cream Scarlett Whitening ini kemasan luarnya adalah dus putih dengan ornamen pink. Pada bagian luar ini ada informasi lengkap produk. Seperti ingredients, cara pakai, tanggal kadaluarsa, nomor BPOM serta stiker hologram dan barcode untuk mengecek keaslian produk Scarlett ini.

brightly-ever-after-1

Di dalam dus ada kemasan jar kaca 20 ml, pink dengan tutup putih. Plastik di dalam dus berfungsi menahan isi sehingga jar kaca aman dari guncangan selama pengiriman. Kemasan jar-nya terlihat kokoh dan elegan. 

brightly-ever-after-2

Pada jar ini juga ditempel label nuansa putih dan pink berisi informasi produk. Namun, karena wadahnya kecil, tulisan pada labelnya juga terlalu kecil untuk saya yang berkacamata plus hehe.

2.    Night Cream

Serupa dengan day cream, kemasan Brightly Ever After Night Cream Scarlett Whitening juga berupa dus bernuansa pink dan putih tapi dominan warna pink. Kemasan boks dan jar-nya berbahan sama dengan kemasan day cream, informasi produk tertera pada dus maupun jar kaca. Label pada jar juga berwarna pink.

brightly-ever-after-3

Isi produk krim malam ini juga 20 ml, mungil namun cukup berat karena berbahan jar kaca yang kokoh.

Kandungan Brightly Ever After Cream

Krim wajah Scarlett ini seluruhnya teruji bebas merkuri dan hydroquinon, telah teregistrasi BPOM, dan halal MUI. Ini juga yang jadi alasan saya memilih Brightly Ever After Cream dari Scarlett Whitening. Aman, dan tak bikin was-was.

Adapun kandungan dari kedua krim ini secara umum adalah : Niacinamide, Hexapeptide-8, Glutathione, Rainbow Algae, Aqua Peptide Glow, Rosehip Oil, Poreaway, Triceramide, Natural vit C, dan Green Caviar. Seluruh kandungan bahan tersebut bermanfaat untuk meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit, membantu mencerahkan kulit dan memudarkan bekas bekas jerawat, menyamarkan pori-pori, garis halus, serta mengencangkan kulit wajah.

Untuk masing-masing ingredients, manfaatnya adalah seperti gambar berikut:

1.    Day Cream

2.    Night Cream


Tekstur, Warna dan Aroma Brightly Ever After Cream

1.    Day Cream

Brightly Ever After Day Cream teksturnya agak cair. Saya pribadi gak nyangka awalnya, karena umumnya krim wajah lebih kental. Karena tekstur cairnya ini, hampir saja tumpah saat saya buka tutupnya pertama kali, karena salah pegang (miring). Tekturnya ringan dan saat diaplikasikan ke kulit wajah, tidak lengket dan cepat meresap.

brightly-ever-after-4

Warna krimnya putih susu. Sedangkan aromanya yang no fragnance ini juga sangat ringan dan tidak mengganggu saat diaplikasikan. Saya malah kurang suka dan merasa terganggu jika pakai produk skincare dengan pewangi berlebihan.

2.    Night Cream

Untuk Night Cream-nya, tekstur krim ini sedikit lebih kental dari tekstur day cream. Tekstur krimnya juga ringan saat diaplikasikan ke wajah, tidak terasa lengket dan cepat meresap.

brightly-ever-after-5

Warna varian night cream ini juga putih susu, sedikit lebih keruh dibanding dengan warna day cream. Aromanya juga no fragrance dengan terasa keharuman ringan yang tidak mengganggu. 

Kesan Pemakaian Brightly Ever After Cream

1.    Day Cream

Saya pakai Brightly Ever After Day Cream setiap pagi sesudah mandi, setelah cuci muka dengan Scarlett Whitening Facial Wash. Setelah diaplikasikan ke wajah, krim yang cepat meresap di kulit ini bikin kulit wajah terasa nyaman. Ringan banget.

Krim ini juga jadi base, untuk dipakai sebelum menggunakan bedak tabur yang biasa saya pakai. Selama penggunaan aman-aman saja, kulit malah terasa sejuk dan lembab.

2.    Night Cream

Malam sebelum tidur saya pakai Brightly Ever After Night Cream, setelah sebelumnya cuci muka dengan Facial Wash, dan aplikasikan Acne Serum Scarlett tipis-tipis

Aplikasi krim malam ini di kulit wajah juga terasa ringan dan tidak lengket. Saat bangun pagi, wajah menjadi sangat lembab dan kulit juga terasa kenyal.

Setelah pakai krim siang dan krim malam varian Brightly Ever After selama 2 minggu, kulit terasa lebih lembut dan lembab. Meskipun tipe kulit saya berminyak, tapi penggunaan rutin kedua krim ini tidak membuat makin tambah berminyak. Dan hei, bekas jerawat di sekitar mulut dan pipi itu terlihat menipis! Saya gak terlalu memperhatikan waktu tepatnya. Tapi rasanya seminggu pertama pemakaian, bekas jerawat itu juga sudah memudar.

Karena tidak ada keluhan, malah membantu mencapai cita-cita saya menghilangkan bekas jerawat, saya akan coba rutin pakai kedua krim ini sampai habis deh. Siapa tahu nanti jadi glowing hihihi..

Tertarik juga coba krim Brightly Ever After? Kedua krim dibanderol harga masing-masing Rp 75.000, dan dapat dibeli lewat link ini: https://linktr.ee/scarlett_whitening.

Rabu, 30 Juni 2021

HUT IIDN ke-11, Kukuh Berdayakan Perempuan Lewat Menulis

Masa SMP dulu, saya tertular kakak saya yang hobi membaca buku cerita. Bacaannya Lima Sekawan, novel remaja fiksi karya penulis perempuan dunia, Enid Blyton. Karena sering melahap cerita detektif itu, saya ketagihan cerita misteri. Lanjut di masa SMA, bacaan saya tetap novel misteri, salah satunya karya Agatha Christie.

Belakangan, saya kemudian kenal novelis Indonesia seperti Mira W., Marga T., NH Dini, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Dewi Lestari, dan lainnya. Tidak semua karya mereka saya baca, karena sebagian ceritanya bukan genre favorit saya. Tapi saya familiar karena buku-bukunya banyak terpajang menghiasi rak-rak toko buku.

Apa persamaan di antara penulis novel yang saya sebut di atas? Mereka semuanya perempuan. Ada banyak juga novelis laki-laki, tapi mayoritas penulis buku-buku cerita best seller nampaknya adalah kaum hawa.

Hal senada diungkapkan oleh Kirana Kejora dalam Talkshow "Perempuan dan Menulis" pada Festival Perempuan Indonesia yang digelar oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dalam rangka HUT IIDN yang ke 11. Menurut writerpreneur yang akrab disapa Mbak Key ini, 75% penulis Indonesia adalah perempuan. Ini artinya, perempuan punya potensi besar untuk jadi penulis hebat.

Hut-iidn-ke-11

Talkshow Perempuan Menulis adalah gelar wicara perdana dalam rangkaian acara Festival Perempuan Indonesia 2021. Sebagai narasumbernya, ada Kirana Kejora (writerpreneur, book selling author, publisher consultant, scriptwriter) yang hadir bersama Ketua Umum Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis, Widyanti Yuliandari. Talkshow sarat manfaat ini berlangsung pada 29 Mei 2021.

Tips Menjadi Penulis/Writerpreneur

Mbak Key pada kesempatan tersebut membagikan banyak ilmu berdasarkan pengalamannya menulis buku selama belasan tahun. "Penulis itu modal utamanya adalah niat dan berani. Berani untuk belajar, jangan cepat puas," tutur Mbak Key memberi tips untuk menjadi penulis buku yang berhasil.

Tips lainnya menjadi writerpreneur disampaikan oleh Mbak Key, yaitu:

1. Buat goal bahwa siapapun bisa menikmati buku yang kita tulis. Jadi jangan hanya ditargetkan untuk dibaca oleh komunitas.

2. Menulislah dengan hati, menulis untuk kebaikan. Karena buku adalah legacy (warisan), maka wariskan hal yang baik.

3. Penulis itu periset. Lakukan riset dari berbagai sumber untuk menghasilkan tulisan yang berbobot.

4. Belajarlah pada praktisi yang terjun langsung di dunia kepenulisan. 

5. Tagline sebuah itu buku penting. Maka harus dipikirkan tagline yang menjual.

6. Alur novel yang bagus yaitu: logis, ada suspend (menggantung) yang membuat penasaran dan ada surprise (kejutan).

7. Penulis itu seperti ibu. Setelah melahirkan tulisan atau buku, jangan ditinggalkan melainkan harus dirawat dan dijaga sampai besar.

8. Branding diri (promosi) itu perlu sejak awal (pra produksi). Bukan hanya setelah launching (pasca produksi) 

Konsep writerpreuneur, menjaga buku sampai besar. Karena buku itu anak, harus disayang - Kirana Kejora

Mbak Key mengamati, buku-buku dengan tema kembali ke rumah, umumnya akan diberi jalan panjang, karena bersifat universal. Dan jika ingin menulis buku yang laku di pasaran, tema cerita yang disarankan adalah : drama keluarga, drama percintaan, unsur religi, unsur komedi (satir). 

talkshow-perempuan-dan-menulis
Mbak Key dan Bu Ketu pada Talkshow Perempuan & Menulis

Itulah catatan penting yang didapat dari penuturan Mbak Key, writerpreneur yang telah telah melahirkan 160-an buku, yang beberapa di antaranya telah difilmkan.

Program dan Strategi IIDN

Sementara itu, Ketua Umum IIDN Widyanti Yuliandari pada kesempatan yang sama memaparkan berbagai program dan strategi IIDN untuk memberdayakan anggotanya lewat menulis.

Bu Ketu, panggilan sayang keluarga IIDN untuk Ketua Umumnya, didapuk memimpin komunitas beranggotakan lebih dari 22 ribu perempuan ini sejak tahun 2017. Di bawah komando Bu Ketu, IIDN tidak tanggung-tanggung membuat program yang memfasilitasi para anggotanya untuk menulis dan berkembang.

Di bidang pelatihan, IIDN acap kali menyelenggarakan kursus/training kepenulisan. Ada kelas pelatihan "Menulis dari Nol", "Menulis Buku Solo". Ada pula program kegiatan penulisan yang dikombinasikan dengan healing, seperti "Semeleh" yang berlangsung bulan Ramadhan yang lalu, dipandu oleh coach dan psikolog ahli di bidangnya.

Di bidang promosi, IIDN memiliki Tim Mitra Jenama beranggotakan 30-an blogger dan instragamer. Tim ini bertugas melakukan review buku, dan mempromosikan buku-buku IIDN untuk membantu branding dan marketing.  IIDN juga sering mengadakan giveaway, challenge, dan kegiatan lain berhadiah buku-bukunya. 

buku-antologi-iidn
Beberapa Buku Antologi IIDN 
(gambar: IG @ibuibudoyannulis)

Selain itu, ada banyak juga peluang kerjasama untuk blogger. Menurut Bu Ketu, kesempatan kerjasama dari berbagai brand/instansi untuk para blogger cenderung semakin meningkat. Tidak hanya puluhan, tapi kini dibutuhkan hingga ratusan blogger pada setiap event kerjasama.

Menulis itu membukakan banyak pintu-pintu kebaikan - Widyanti Yuliandari

Selama 11 tahun IIDN berkarya, seluruh aktivitas komunitas dimaksudkan untuk memberdayakan para anggota komunitasnya. Karena dengan menulis, kita jadi terlatih untuk berfikir terstruktur, analitis, dan berkembang. "Ekspektasinya, anggota IIDN berkembang menjadi penulis yang baik. Memberikan benefit minimal untuk mengembangkan dirinya sendiri," ujar Bu Ketu berharap.

Sumbangsih IIDN untuk Perempuan 

Acara lainnya pada Festival Perempuan IIDN selama Mei-Juni ini adalah :

  • Parade Buku
  • Talkshow Perempuan dan Lingkungan
  • Talkshow Perempuan dan Kekuatan Diri
  • Beauty Class
  • Kompetisi Instagram dan kompetisi penulisan.

Meski seluruh acara dikemas secara daring, namun itu sama sekali tidak mengurangi keseruan dan antusiasme peserta dalam mengikuti acara. Apalagi karena di sepanjang acara banyak bertabur hadiah menarik.

Rangkaian acara Festival Perempuan ditutup pada 19 Juni 2021. Puncak acara ini menampilkan blogger dan penulis: Damar Aisyah, Mugniar Marakarma, dan Wiwin Pratiwanggini yang berbagi cerita pengalaman mereka menyambut peluang literasi digital. Selain itu, hadir pula Bu Ketu bersama pendiri IIDN, Indari Masturi.

pendiri-iidn-indari-masturi
Indari Masturi - Pendiri IIDN

Teteh Indari pada acara tersebut berkisah tentang napak tilasnya mendirikan komunitas ibu-ibu ini pada Mei 2010. Tujuan dibentuknya komunitas ini menurut pendirinya adalah agar perempuan saling terdorong untuk lebih kuat, lebih hebat, lebih produktif dan menghasilkan. Mengharukan sekaligus mengagumkan, mengingat dari IIDN telah lahir para penulis baru, yang dari situ mereka berkembang dan memperoleh penghasilan.

Tulisan adalah sesuatu yang paling abadi. Jika saya sudah tidak ada, yang mengekalkan saya adalah tulisan-tulisan saya - Indari Masturi

Sumbangsih IIDN tampak all out dan serius dalam menggarap potensi perempuan di bidang kepenulisan. Saya pribadi yang baru bergabung setahunan di IIDN, merasakan banyak pencerahan dan semangat baru setelah mengikuti acara Festival Perempuan, maupun hanya dengan mengamati aktivitas IIDN setiap hari.

Komunitas ini memiliki banyak aktivitas yang dapat diikuti melalui media sosialnya sehari-hari. Di antaranya ada program rutin berbasis Facebook Grup yang membagikan ilmu dan tips kepenulisan dengan tema berbeda-beda setiap harinya, yaitu: #SeninSemangat, #SelasaBlog. #RabuBuku, #KamisKuis, #JumatFIKSI dan #SabtuPUEBI. Tak hanya di FB, pengetahuan ini pun dapat disimak di Instagram @ibuibudoyannulis. 

facebook-group-iidn
Salah satu posting di FB IIDN

IIDN juga terus memfasilitasi penulisan, penerbitan, dan pemasaran buku antologi anggotanya secara indie. Selain itu, IIDN bekerjasama dengan berbagai pihak untuk penulisan buku, kampanye digital maupun dengan melibatkan para blogger.

Program-program IIDN komplit untuk semua kalangan. Mulai dari newbie yang baru belajar menulis, untuk yang haus pengetahuan, yang ingin menambah pengalaman, yang ingin bertumbuh dan produktif, juga bagi yang ingin memperoleh penghasilan dari menulis. Sebagaimana yang Bu Ketu lontarkan pada acara talkshow silam: "Kurang apa lagi... Coba?"  

Jaya terus IIDN! Semoga sukses menebar kebaikan lewat segala aktivitasnya.

Jumat, 04 Juni 2021

Yuk Kita Bicara Menstruasi

Hari itu perut Cemil sakit. Sakitnya aneh, gak seperti biasanya, dan hanya enakan kalau dibawa tidur. Bangun tidur siang, badan Cemil masih kurang enak rasanya. Langsung ke kamar mandi, rasanya ingin mandi dengan air hangat.

Di kamar mandi, Cemil kaget bukan main karena saat pipis warnanya merah darah. Dengan rasa gelisah, Cemil segera lapor ke Ibu tentang kejadian luar biasa itu. Dan ibu langsung bisa menebak, "Kamu haid, De.. yuk belajar pakai pembalut."


Itu secuil kisah saat Cemil kecil alami menarche (menstruasi pertama kali). Kelas 6 SD waktu itu. Sebelumnya Cemil sudah tau "ilmunya" hasil bertanya-tanya kepada Ibu, kenapa perempuan boleh meninggalkan solat dan boleh tidak puasa. Tapi rupanya tetap terkaget-kaget juga, saat mengalami sendiri.

Kisah menstruasi ini kembali terkulik dalam ingatan setelah saya mengikuti webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi", 27 Mei 2021 yang lalu. Webinar ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, bekerjasama dengan Mundipharma Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan Indonesia tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Meskipun saya sudah setua ini (umur berapa coba? hehe) ternyata masih banyak bolong juga informasi seputar menstruasi. Alhamdulillah saya merasa bersyukur kemarin ikutan webinar informatif ini, sehingga membuka wawasan saya menjadi lebih luas tentang kesehatan menstruasi. 


FaktaTentang Menstruasi

Setiap tanggal 28 Mei, diperingati Hari Kebersihan Menstruasi. Tentang ini pun saya baru ngeh ada hari peringatan itu. Ternyata, tujuannya adalah  untuk meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya MKM, sekaligus mematahkan stigma negatif terkait menstruasi yang masih kerap ada di masyarakat. 

Fakta yang diambil dari data Unicef (2020) menyebutkan bahwa 1 dari 4 anak di Indonesia tidak pernah menerima informasi tentang menstruasi sebelum menarche. Kebayang dong, bagaimana bingung atau takutnya si anak, jika ia mengalami "berdarah-darah" yang belum pernah dimengerti sebelumnya. Lebih bingung lagi jika diawali dengan sindrom sebelum datang bulan, seperti sakit perut, kepala, dan payudara, berubah menjadi sensitif (perasa), insomnia, munculnya jerawat, dan lain-lain.

Selain fakta itu, data penelitian yang dipaparkan  oleh dr. Dwi Oktavia Handayani M.Epid.,  menunjukkan bahwa:

  • hanya 5 dari 10 anak perempuan (separuhnya), tahu apa yang harus dilakukan pada saat mengalami menarche; 
  • hanya 6 dari 10 anak (60% atau separuh lebih sedikit) yang bertanya tentang menstruasi kepada ibunya. Namun ironisnya, sang ibu justru jadi sumber kepercayaan, atau mitos yang salah yang merugikan perempuan. 
  • hanya 5 dari 10 anak perempuan (separuhnya) paham untuk mengganti pembalut setiap 4-8 jam. Sisanya, mengganti pembalut 2 kali sehari. Ups, ini sepertinya kebiasaan saya juga deh, kalau haid sudah sedikit keluarnya. Padahal sedikit atau banyak, pembalut tetap harus diganti minimal 4 jam sehari untuk mencegah infeksi di area kewanitaan.
  • hanya 5 dari 10 anak perempuan (separuhnya) yang mencuci tangannya sebelum dan sesudah mengganti pembalut.

Artinya, dari data di atas, kurang lebih hanya separuh anak perempuan yang sudah paham dan melakukan MKM dengan benar.

Fakta lainnya disampaikan oleh Prof.Dr.dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH. Menurut Prof. Dwina, masa menstruasi meningkatkan risiko infeksi. Ini terjadi karena bertambahnya jumlah bakteri buruk di sekitar vagina, akibat keberadaan darah haid yang menimbulkan penurunan tingkat keasaman vagina.  

Karena adanya risiko itu, maka di masa menstruasi penting untuk menerapkan MKM di antaranya:

  • membersihkan vagina secara benar, yaitu dengan menggunakan air bersih mengalir dan dibasuh dengan cairan pembersih antiseptik untuk area kewanitaan.
  • menggunakan pembalut bersih dan kering yang dapat menyerap darah dengan baik
  • mengganti pembalut secara teratur minimal 4 jam sekali. 
  • pemeriksaan oleh dokter diperlukan jika terasa ada gejala tidak normal yang timbul saat menstruasi.

Pengetahuan menstruasi serta manajemen kesehatan menstruasi semacam ini perlu disampaikan oleh ibu kepada anaknya, bahkan sebelum anak mengalami menarche. Tujuannya, agar anak lebih siap sedini mungkin menghadapi gejala dan akibat dari menstruasi.

Tips Bicara Menstruasi kepada Anak

Perlu diingat, pembicaraan mengenai menstruasi bukan hal yang tabu. Proses alamiah yang dialami semua perempuan ini harus diinformasikan dengan benar kepada anak. Daripada ia mencari informasi sendiri dari teman atau internet, khawatir malah mendapatkan info yang keliru. Lebih baik ibunya sendiri yang memberikan informasinya. Tentunya ibu pun harus membekali diri dengan pengetahuan MKM dan cara membicarakannya kepada anak. 


Berikut adalah tips untuk mendiskusikan menstruasi dengan anak dari Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si.Psi

  1. Bekali diri ibu dengan informasi yang tepat;
  2. Jangan menganggap tabu bicara menstruasi. Sebaliknya, bicara mengenai hal ini justru penting dilakukan
  3. Topik mengenai menstruasi tidak bisa dibicarakan 1 kali saja. Sebaiknya, lakukan pembicaraan secara bertahap berulangkali;
  4. Tunjukkan sikap positif karena isu mengenai menstruasi bisa sensitif bagi anak perempuan;
  5. Dibandingkan metode menceramahi, ibu lebih baik banyak bertanya dan mendengarkan;
  6. Bicara dengan menjelaskan secara kongkrit menggunakan gambar serta benda yang digunakan saat menstruasi;
  7. Anak laki-laki juga perlu mendapat penjelasan mengenai menstruasi. Tujuannya agar mereka lebih menghargai dan memahami perempuan, atau bahkan membantu jika diperlukan. Misalnya membawakan minuman hangat untuk teman perempuan yang lesu saat menstruasi.

Poin nomor 7 di atas merupakan ilmu baru juga untuk saya, berhubung dua anak saya laki-laki. Saya tidak pernah terpikir menjelaskan kepada mereka tentang menstruasi. Tapi untungnya mereka kritis bertanya kepada bundanya dari hal kecil, seperti "Apa sih artinya datang bulan?", setelah melihat iklan obat nyeri haid di TV. Jadi saya menjelaskan, karena mereka bertanya.

Produk yang Tepat untuk MKM

Bicara soal Manajemen Kesehatan Menstruasi, maka perlu diperhatikan juga alat dan produk yang digunakan. Pembalut yang bersih dan kering adalah salah satu yang wajib tersedia di rumah.

Selain itu, kebersihan area kewanitaan perlu juga dijaga dengan produk pembersih yang terpercaya. Misalnya Betadine Feminine Care yang punya rangkaian produk lengkap untuk mendukung kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, tidak hanya untuk saat menstruasi, tapi juga untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk kebersihan sehari–hari, ada Betadine Wash Foam dengan berbagai keharuman dan Sabun Sirih. Produk ini mengandung Prebiotik yang merupakan makanan bakteri baik untuk memberikan perlindungan alami.


Sedangkan untuk masa menstruasi, ada Betadine Feminine Hygiene yang mengandung Povidone–Iodine. Kandungan ini punya spektrum luas dan terbukti mengatasi keputihan berlebih, bau tak sedap, gatal, atau iritasi ringan yang sering terjadi pada saat menstruasi. Produk yang perlu distok saat menstruasi juga ada Betadine Vaginal Douche untuk pertolongan dalam mengatasi jika terjadi infeksi bakteri.

Buat yang suka bepergian, Betadine punya produk Feminime Wipes juga lho. Tisu basah ini praktis untuk dibawa kemanapun sebagai teman yang menjaga area kewanitaan tetap bersih dan higienis.

Seluruh rangkaian produk Betadine untuk wanita ini bisa dibeli di official store Betadine di Tokopedia atau Shopee.

Nah itu hanya sekelumit ilmu dari webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi" silam. Informatif banget kan. Apalagi dengan dipandu oleh Novita Angie sebagai MC. Sebagai narasumber dihadirkan berbagai ahli di bidangnya. Ada Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit(P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia, M.Epid., Anggota Pengurus Besar POGI, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH, Ketua IPK Indonesia Wilayah Jakarta, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi.,Country Manager Mundipharma Indonesia, Mada Shinta Dewi, dan Head of Marketing, Digital & E-Commmerce Mundipharma Indonesia, Adi Prabowo. 

So jangan ragu untuk bicarakan menstruasi dengan putri dan putranya yang beranjak puber ya moms 😉.

Kamis, 06 Mei 2021

Review Maresha Green Glow

Review-maresha-green-glow

Ternyata, kulit juga butuh perhatian. Rasanya setelah lewat usia 30 baru terasa kalau kulit juga bisa rewel. Tepatnya sih setelah melahirkan 2 anak yang usianya berdekatan. Karena alasan sibuk ngurus anak, dan lain-lain, jadi lupa sama diri sendiri, termasuk merawat kulit wajah. Padahal dirawat sebelum ada keluhan itu jauh lebih baik dibandingkan perawatan setelah ada keluhan ini itu. Dan saya agak sedikit menyesal karena sadar belakangan. 

Masalah kulit saya sekarang selain jerawat musiman dan komedo, adalah bintik hitam. Lihat teman-teman yang seusia, kelihatannya sih banyak yang berbintik hitam juga di wajahnya. Ada yang sedikit, ada yang banyak. Nah berarti, bintik hitam ini memang masalah umum, seiring bertambahnya usia. Kecuali mungkin buat yang telaten banget merawat kulit sejak dini, bisa terlihat glowing di usia berapun. 

Apa sih Bintik Hitam?

Bintik hitam alias dark spot pada kulit disebut juga hiperpigmentasi. Ini terjadi ketika beberapa area kulit menghasilkan lebih banyak melanin (zat warna kulit) dari pada biasanya. Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat mempercepat produksi melanin. Oleh karena itu, pada kulit yang telah bertahun-tahun terpapar sinar matahari, bintik-bintik ini muncul saat melanin menggumpal atau diproduksi dalam konsentrasi tinggi.

hiperpigmentasi

Menurut dokter kulit yang pernah saya temui, bintik hitam pada kulit sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan dan tidak memerlukan perawatan. Tapi kebanyakan orang terutama kaum hawa, memilih untuk menghilangkannya karena alasan kosmetis. 

Dokter juga bilang, faktor keturunan pun berperan atas kemunculan bintik hitam ini. Jadi, anak dari orang tua yang punya riwayat bintik hitam di kulitnya, cenderung akan memiliki bintik hitam yang serupa. Hmm. Fixed, bintik hitam saya menurun dari ibu saya.

Warna bintik hitam tergantung pada warna kulit seseorang, berkisar dari coklat hingga coklat tua. Bintik-bintik tersebut punya tekstur yang sama dengan kulit dan tidak menyakitkan. Bintik hitam juga bervariasi ukurannya dan dapat berkembang di bagian tubuh mana pun, tapi paling umum terjadi di area yang sering terpapar sinar matahari. Selain pada wajah, bintik hitam sering juga muncul di area punggung tangan, punggung dan bahu.

Bukan hanya karena paparan sinar matahari saja. Bintik hitam pada kulit juga bisa muncul akibat:

1. Perubahan hormon. Ini umum terjadi pada ibu hamil, yang mengakibatkan perubahan warna kulit dan munculnya bintik hitam

2. Efek samping obat. Beberapa obat menimbulkan efek samping terhadap kulit seperti gatal, ruam dan bintik hitam.

3. Iritasi. Penggunaan kosmetik yang tidak cocok dapat mengiritasi kulit yang salah satunya  menyebabkan bintik hitam.

4. Diabetes. Penyakit ini juga menjadi penyebab area kulit menjadi lebih gelap dan kadang memunculkan bintik-bintik hitam.

Cara Menghilangkan Bintik Hitam

Menurut bebrapa sumber, ada beberapa cara untuk menghilangkan bintik hitam pada kulit. Pilihan terbaik tergantung pada penyebabnya, ukuran titik gelap, dan lokasi bintik di area tubuh.

Berikut beberapa caranya.

Perawatan laser

Tersedia berbagai jenis perawatan laser, termasuk untuk mengatasi bintik hitam. Cahaya laser ini akan menargetkan melanin dan memecah bintik hitam. Dulu, saat saya berkonsultasi dengan dokter, beliau sempat menyarankan perawatan laser. Tapi ada tapinya.. laser ini tidak menjamin bintik hitam tidak muncul lagi. Hehe.. kalau begitu saya pass deh Dok. 

Mikrodermabrasi

Pada metode mikrodermabrasi, dokter kulit menggunakan alat khusus yang memiliki permukaan abrasif untuk mengangkat lapisan luar kulit. Perawatan dengan alat ini mendorong pembentukan kolagen baru, yang dapat membantu mengurangi bintik-bintik.

Chemical Peeling

Chemical peeling atau pengelupasan kimiawi adalah metode yang melibatkan pengolesan larutan pada kulit yang dapat mengelupaskan permukaan kulit, dan mendorong pertumbuhan kulit baru. Ini secara bertahap dapat memudarkan bintik-bintik hitam pada kulit.

Tiga cara di atas ini hanya boleh dilakukan oleh dokter kulit profesional ya gaes...

Krim pencerah 

Krim pencerah bisa diresepkan oleh dokter, ada pula yang dijual bebas sebagai skin care. Bekerja untuk mencerahkan kulit, biasanya efek krim ini terasa secara bertahap dan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mengurangi munculnya bintik hitam.

maresha-info-produk

Dari 4 cara mengatasi bintik hitam tersebut, kalian pilih yang mana? Kalau saya sih yang simpel aja: pakai krim. Selain relatif lebih murah, penggunaan krim pencerah tidak memerlukan peralatan yang "menakutkan" buat saya. Tapi, untuk pakai krim pencerah ini harus hati-hati juga, karena banyak juga krim yang beredar di pasaran itu abal-abal, tidak memiliki izin BPOM.

Maresha Green Glow

Ngomong-ngomong tentang krim wajah, saya berjumpa dengan krim wajah Maresha Green Glow by Maresha Skincare saat sedang berselancar di Google. Akhirnya saya coba pakai krim ini karena kepincut dengan klaimnya yang bermanfaat sebagai anti aging dan membantu mengurangi bintik hitam.

Berikut ulasannya.

Kemasan

Maresha Green Glow dikemas di pot plastik putih ukuran 20 gram. Ukurannya yang mungil, bikin mudah dibawa ke mana-mana. Tutupnya juga kencang, isinya tidak akan tumpah meskipun terguncang. Saat paket datang, produk ini dibungkus dalam dus produk, dibalut dengan bubble wrap dan dimasukkan lagi ke dalam dus tebal. Aman deh untuk dikirim via ekspedisi ke mana pun.

maresha-green-glow

Pada boksnya tertulis keterangan produk, cara penggunaan, kandungan, nomor produksi, tanggal kadaluarsa, dan nomor POM. Ini berarti produknya aman ya karena Maresha Skincare sudah BPOM. 

Kandungan

Kandungan inti dari Maresha Green Glow dan  manfaatnya adalah sebagai berikut.

  • Tranexamic Acid berguna sebagai whitening agent membantu menghilangkan flek, mencerahkan, meratakan warna kulit dan melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
  • Disodium Acetyl Glucosamine Phospate dan Acetyl Hexapeptide 3 berfungsi sebagai anti aging untuk mengurangi garis‑ garis halus akibat penuaan, membantu meregenerasi sel, dan mengencangkan kulit.
  • Sodium Hyaluronate berfungsi untuk melembabkan wajah sehingga wajah kenyal dan lembut.
Kandungan lainnya sebagaimana tertera di kemasannya adalah Demin Water, Glycerin, Pentylene Glycol, Polyacrylate Crosspolymer-11, Carbomer, Sodium Hyaluronate, Maltodextrin, Lecithin, Phenoxyethanol, Triethanolamine, Fragrance, CI 19140, CI 42090.

Karena tidak mengandung hidroquinon dan merkuri, artinya produk Maresha Skincare aman untuk semua jenis kulit, tidak menimbulkan iritasi, serta aman untuk ibu hamil dan menyusui.

Tekstur, Warna, Bau

Maresha Green Glow bertekstur gel kental berwarna hijau. Saat diaplikasikan awalnya terasa lengket, namun gel ringan ini cepat meresap ke dalam kulit. Tidak ada bau yang mencolok dari produk ini, sehingga tidak mengganggu hidung saat diaplikasikan ke wajah.

tekstur-maresha-green-glow

Ulasan

Saya pakai produk ini pagi dan malam hari sesuai instruksi penggunaan. Setelah bangun pagi rasanya kulit lebih halus, kenyal dan lembab. Artinya, Maresha Green Glow benar-benar memberikan hidrasi pada kulit. Dan ada efek dewy juga, seketika setelah aplikasi pada kulit. Sedangkan saat dipakai di pagi hari, produk ini bisa sekaligus menjadi base make-up, sehingga bedak dan make-up lainnya terasa lebih awet di wajah.

Klaim produk ini yang mencerahkan kulit 3 kali lebih cepat, sedikit terasa dengan makin cerahnya warna kulit setelah 7 hari penggunaan. Klaim lainnya adalah Green Glow by Maresha ini mencerahkan wajah sekaligus mencegah penuaan dini. Berarti masalah penuaan seperti keriput, bintik hitam, kulit kendur, dapat dicegah atau diminimalkan. Yang saya rasakan, kulit wajah lebih cerah, agak glowing dan bintik hitam sedikit memudar. Mungkin jika digunakan dalam jangka waktu lama, benefit sesuai klaimnya lebih terbukti ya.

maresha-green-glow-testimoni
Penggunaan 7 hari, kulit lebih cerah,
bintik hitam menipis

Karena tidak ada masalah saat menggunakan produk ini, saya bakal lanjut terus ah. Kita lihat hasilnya setelah satu pot habis yak. Semoga makin lama efeknya  makin nampak, dan bintik hitam di wajah saya bisa menipis bahkan menghilang.


Sekilas Maresha Skincare

Produk-produk Maresha Skincare di bawah bendera Maresha Beauté, merupakan brand lokal asal Kota Bandung. Berdiri sejak tahun 2015, perusahaan (CV) Maresha Terbaik dicetuskan oleh Reza Pahlevi Lestari, pengusaha muda berbakat kelahiran 2 Februari 1997. Wanita yang sukses mengembangkan bisnisnya ke berbagai daerah di Indonesia ini pun menyabet penghargaan Women of Beauty di tahun 2019.

Dengan motto “Maresha Love Your Skin” Maresha kini dikenal memiliki sejumlah produk dan layanan di Maresha Skincare, Maresha Cosmetic, Maresha Aesthetic Clinic, Maresha Homewear dan Maresha Svelte. Produk Maresha Beauté sendiri dipasarkan melalui sistem keagenan dengan mitra kerja hampir di seluruh Indonesia.

Ada yang udah pernah coba pakai Green Glow juga? Share yuk pengalamannya di kolom komentar.

Sabtu, 24 April 2021

N'PURE Cica Clear Pad, Cara Eksfoliasi Kulit yang Aman dan Nyaman

Dulu, waktu usia masih muda saya sering facial di klinik kecantikan. Minimal dua bulan sekali menyempatkan perawatan wajah. Eeh... Sekarang usia udah kepala 4 kok malah gak pernah. Haha... Terbalik ya, harusnya usia gini malah perawatan antiaging kek. Alasannya sih karena takut ketergantungan sama krim dokter. Hehe... Btw, dari klinik itu, saya jadi tau istilah eksfoliasi, atau yang sering juga disebut peeling.
exfo-without-fear-npure

Buat yang belum familiar, eksfoliasi adalah proses mengangkat sel kulit mati pada wajah. Secara alami, sebulan sekali sel kulit membuang bagian terluarnya, untuk digantikan dengan sel kulit baru (regenerasi). Jika sel kulit yang dibuang ini tidak mengelupas, maka sel baru tidak akan muncul dan kulit terlihat kusam. Selain itu, sel kulit mati yang menumpuk akan menyumbat pori dan berpotensi menimbulkan komedo dan jerawat. Di situlah pentingnya eksfoliasi.

Nah beberapa waktu yang lalu saya lihat di Soco ulasan mengenai produk kapas eksfoliasi. Tertarik dengan berbagai review positif, saya langsung cari dan beli online produk baru keluaran N'PURE ini. Namanya N’PURE Cica Clear Pad.  Produk ini melengkapi seri Cica yang sudah ada sebelumnya dari brand ini yaitu Face Wash,Toner, Essence, Day Cream, Night Cream, Primer Serum, dan Hand Gel.

N’PURE Cica Clear Pad adalah kapas eksfoliasi lembut, berfungsi untuk membersihkan sel kulit mati serta membuat kulit lebih lembut dan cerah. Kandungan eksfoliasinya ringan dan dilengkapi dengan kandungan lainnya yang membantu untuk menenangkan kulit. So, produk yang mengandung Cica (Centela asiatica) atau pegagan ini, aman untuk semua jenis kulit, bahkan untuk kulit sensitif. Nah ini yang bikin saya tertarik beli. Aman dan nyaman melakukan eksfoliasi, tanpa takut iritasi. Intinya, #ExfoWithoutFear deh. 

Setelah mencoba penggunaan kapas ini, apakah harapan eksfoliasi kulit terpenuhi? Yuk simak ulasan saya berikut ya.

Kemasan dan Tekstur

Paket datang dengan dus N’PURE ukuran sedang. Produknya sendiri dibungkus bubble wrap tebal untuk menjamin agar tidak pecah dalam pengiriman.  Setelah dibuka, kemasannya berbentuk jar dengan tutup plastik hijau tua. Sedangkan pot-nya terbuat dari kaca tebal. 

kemasan-npure-cica-clear-pad
Kemasan


Saat bubble wrap-nya dibuka, plastik ini agak basah karena ada cairan merembes dari dalam jar. Tapi ini tidak masalah karena wadah tetap utuh dan kapas di dalamnya masih basah. Ada penutup plastik putih lagi setelah tutup hijau dibuka, untuk mengunci kapas agar tetap di tempatnya.

Produk ini  punya berat 100 gr. Isinya ada 30 lembar N'PURE Cica Clear Pad basah berwarna putih yang bertumpuk rapi. Bentuk kapasnya berupa lingkaran tipis berdiameter 7 cm, bertekstur di satu sisi dan halus di sisi lainnya. Kapas basah ini terasa lembut saat diusap ke wajah, bisa untuk seluruh wajah dan leher satu lembarnya.

kapas-eksfoliasi-npure
Diameter kapas 7 cm


Pada label kemasannya tertera keterangan produk, kandungan produk, dan barcode BPOM. Tanggal kadaluarsa ada di bagian bawah pot.

Kandungan

Kandungan N'PURE Cica Clear Pad sesuai yang tertera pada kemasannya adalah sebagai berikut.

  • N-Acetyl Glucosamine (NAG). Adalah bahan yang digunakan untuk mencegah dehidrasi kulit. Zat ini merupakan gula amino yang memiliki sifat pengelupasan kulit, mirip dengan AHA dan BHA. Bahan ini aman karena tidak membuat iritasi
  • Organic Centella Asiatica Leaf Water. Daun pegagan yang nge-hype beberapa tahun terakhir ini, memang bagus untuk kulit. Ia bisa mencegah iiritasi serta menenangkan kulit yang kemerahan.
  • Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil. Wanginya menyegarkan, dan berkhasiat membantu mengobati jerawat serta kondisi kulit berminyak. Selain itu, kandungan ini dapat menyamarkan flek hitam dan noda pada kulit sehingga menghasilkan corak kulit yang lebih baik. 
  • Alpha hydroxy acid (AHA). Senyawa ini diketahui dapat mencerahkan dan meratakan warna kulit, mengecilkan pori, serta membantu mengatasi penuaan kulit. 
  • Citric Acid. Berguna untuk mencerahkan kulit, serta mengurangi garis-garis halus. 
  • BHA →Salix Alba (Willow) Bark Extract. Senyawa asam salisilat (BHA) ini bermanfaat untuk pengelupasan kulit yang ringan dan lembut. Dapat digunakan oleh kulit sensitif maupun yang berjerawat. 
  • PHA→ Lactobionic Acid. Senyawa yang berasal dari gula alami ini bemanfaat mengurangi kerutan, pori-pori membesar dan kulit kasar.
  • Asam laktobionat. Merupakan antioksidan kuat yang telah terbukti dapat mempertahankan tampilan kulit awet muda. 
  • Melia Azadirachta Leaf and Flower Extract. Ekstrak tanaman Neem dari India ini berfungsi sebagai pelembab, antiseptik, anti jerawat serta mengandung sifat anti-penuaan. 
  • Tocopherol. Merupakan nama lain dari Vitamin E, yang berfungsi sebagai antioksidan dan menenangkan kulit. 
  • Caffeine. Zat ini mencegah iritasi dan peradangan 
  • Panthenol. Memiliki sifat anti inflamasi, menambah kelembaban, elastisitas serta kelembutan kulit juga dapat menenangkan kulit merah dan iritasi. 
  • Allantoin. Bahan ini bersifat anti-inflamasi, menghidrasi kulit, mengandung antioksidan yang tinggi, serta merangsang pertumbuhan kolagen  
Wow banget kan kandungan dalam selembar kapas eksfoliasi ini... Selain kandungan bahannya yang bermanfaat itu, produk ini juga teruji klinis, bebas Paraben, bebas alkohol, bebas SLS, bebas mineral oil, halal dan terdaftar di BPOM. Jadi gak perlu diragukan lagi tentang keamanan N'PURE Cica Clear Pad.

Kesan Sesudah Penggunaan

Saya menggunakan N'PURE Cica Clear Pad seminggu 3 kali, sebelum tidur. Setelah diusap ke seluruh wajah dan leher, wajah dibiarkan basah hingga mengering sendiri karena kandungan airnya menyerap ke kulit. Rasanya seger banget saat diusap ke wajah. Gak ada reaksi panas, gatal ataupun perih. Nyaman, dan bikin relaks kulit wajah, apalagi aromanya herbal seperti dedaunan yang menyegarkan.

penggunaan-npure-cica-clear-pad
Di label dianjurkan menggunakan tabir surya setelah aplikasi, tapi saya skip karena pakai hanya pada malam hari.


Efek eksfoliasinya lumayan terasa. Kulit terasa lebih bersih, lembab, dan tidak kusam. Kotoran ataupun sel kulit mati yang ada di kulit nampak terangkat dengan kapas ini, terlihat dari warna kapas yang agak kotor setelah pemakaian. Padahal saya sudah cuci muka dengan face wash sebelumnya. Selain itu, komedo berkursng banyak, pori-pori mengecil di pagi harinya yang membuat kulit terasa halus. 

Wah, amazing juga efek eksfoliasi dari N'PURE Cica Clear Pad. Penggunaannya simpel, ringan, tidak bikin iritasi, dan yang pasti gak bikin ketergantungan ya. Recommended deh untuk semua jenis kulit. 

Penasaran juga ingin coba sensasi #ExfoWithoutFear? N'PURE Cica Clear Pad dapat dibeli di website resmi N'PURE maupun di official shop-nya di berbagai market place. Harganya Rp129.000, dan sedang ada diskon lho sekarang ini.

***

Baca juga tips Cemil Lawan Jerawat Musiman.