Menu

Selasa, 16 Agustus 2022

Alam Juga Ingin Didengar, Yuk Kita Peduli


Pandanglah indahnya biru yang menjingga
Simpanlah gawaimu, hirup dunia 
Sambutlah mesranya 
bisik angin yang bernada 
Dengar alam bernyanyi

Penggalan lirik lagu di atas sejenak menyadarkan saya. Setiap saat berkutat dengan gawai dan hal lain meskipun tuntutan pekerjaan, acap kali membuat saya tak acuh terhadap sekeliling. Padahal, angin pun berbisik, bunga dan pohon bercerita, bahkan alam bernyanyi. 

Cerita Hutan Kecil di Tengah Kota

Mendengar senandung #DengarAlamBernyanyi yang dibawakan oleh Laleilmanino bersama Chicco Jerikho, HIVI!, dan Sheila Dara Aisha melayangkan memori saya ke masa kecil.

Saya lahir dan dibesarkan di Kota Bogor. Kota hujan ini punya hutan kecil di tengah kota yaitu Kebun Raya Bogor yang sudah ada semenjak Inggris menduduki bumi Nusantara. Saat itu Gubernur Thomas Stamford Raffles mendiami Istana Bogor yang ada di lingkungan Kebun Raya. 

Kalau menurut Wikipedia, bahkan Kebun Raya Bogor (KRB) telah hadir sejak abad ke 15. Mulanya KRB adalah 'samida' (hutan/taman buatan) yang ditujukan sebagai tempat untuk memelihara benih-benih kayu langka di masa pemerintahan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Sunda (1474-1513), seperti tertulis dalam Prasasti Batutulis. Dengan luas mencapai 87 hektar, KRB memiliki sekitar 15.000 koleksi tumbuhan dan pepohonan. 

Kebun Raya Bogor (pict: Wikipedia)

Kini, peninggalan Raffles itu menjadi ikon Bogor dan merupakan salah satu destinasi wisata di kota yang terkenal dengan oleh-oleh talas ini. 

Cemil kecil dulu tidak paham. Apa fungsinya kebun luas yang hijau dan penuh tanaman serta pepohonan tua? Untuk tamasya, melihat rusa di halaman istana, belajar nama-nama tumbuhan lalu berfoto ria? Hanya jika beruntung, pengunjung bisa melihat bunga bangkai mekar saat ke sana. Bunga raksasa yang hanya ada di KRB. 

Karena posisinya di tengah kota Bogor, sekeliling KRB menjadi jalur utama yang dilewati kendaraan dari dan menuju ke wilayah kota Bogor. Jadi, dulu saya merasa tidak ada yang istimewa dengan kehadiran KRB ini di tengah kota. Toh hampir setiap hari saya melalui kebun besar itu.

Seiring bertambah usia, saya mulai ngeh. Ternyata yang orang Jakarta bilang: “Bogor dingin”, “Bogor sejuk”, bukan semata-mata karena curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibukota. Melainkan juga karena banyaknya pepohonan di kota ini. Dan keberadaan hutan kecil seperti KRB, turut menyumbang kesegaran udara di segenap penjuru Bogor. 

Pentingnya Hutan Bagi Bumi

Bumi membutuhkan hutan untuk membantu mengatur iklim. Pepohonan di hutan menghirup karbon untuk fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Inilah yang dimaksud hutan sebagai paru-paru dunia. 

Hutan hujan tropis (pict : liputan6.com)

Tanpa hutan, bumi akan kehilangan kemampuan untuk menghilangkan karbon dari atmosfer, sehingga terjadi peningkatan suhu udara. Menurut Greenpeace, hutan-hutan di bumi ini menyimpan hampir 300 miliar ton karbon, yang kira-kira 40 kali lipat emisi gas rumah kaca tahunan dari bahan bakar fosil.

Selain sebagai paru-paru dunia, fungsi hutan lainnya adalah:

  • Menahan air tanah sehingga mencegah banjir dan tanah longsor
  • Menjaga kesuburan tanah 
  • Sumber keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan manusia 
  • Habitat bagi beragam flora dan fauna 
  • Kawasan tempat tinggal manusia 
Dengan beragam fungsinya itu, sepantasnya kita turut menjaga kelestarian hutan. 


Fakta Alam Hutan Indonesia 

Tahukah kalian bahwa hutan Indonesia adalah hutan tropis terbesar ketiga di dunia dan salah satu hotspot keanekaragaman hayati terbesar di bumi?

#IndonesiaBikinBangga karena menjadi rumah bagi 10% hingga 15% dari semua flora, fauna mamalia, dan burung yang dikenal di planet bumi. Harimau Sumatera, orang utan hingga burung Cendrawasih adalah beberapa spesies langka yang terancam punah, dan hanya dapat ditemukan di hutan Indonesia. Keren bukan? #HutanKitaSultan


Sayangnya, deforestasi atau penggundulan hutan masih terus terjadi. Di Indonesia, hutan dan lahan gambut dibuka untuk membuat perkebunan pulp dan kertas monokultur untuk memproduksi kertas, tisu, atau berbagai kemasan.

Pada tahun 2018, investigasi Greenpeace Internasional mengungkapkan operasi pembalakan liar besar-besaran di lanskap habitat orangutan yang kritis di Kalimantan Barat. Jika demikian faktanya, pasti alam merintih sedih. 

Sementara itu, lembaga non pemerintah, Auriga menyebutkan, perkebunan kayu monokultur terluas berada di Kalimantan Barat, mencapai 1,95 juta hektar. Disusul Kalimantan Timur seluas 1,59 juta hektar, Riau seluas 1,56 juta hektar, dan Sumatra Selatan mencapai 1,31 juta hektar. Hingga 2020, perkebunan kayu monokultur di Indonesia telah mencapai 10 juta hektar (sumber: katadata.co.id).

Perluasan perkebunan ini di satu sisi bermanfaat untuk menambah bahan baku produksi pulp dan kertas, menyerap tenaga kerja, hingga meningkatkan pendapatan negara. Namun, jika tidak dikelola secara berkelanjutan, akan terjadi deforestasi hutan alam, yang dampaknya merugikan makhluk hidup di bumi. 

5 Aksi Pelestarian Alam dan Hutan

Jangan sampai alam menangis, karena  dampak negatifnya akan dirasakan seluruh penduduk bumi. Untuk itu, dibutuhkan upaya pelestarian alam dan hutan. 

Aksi ini perlu tindakan nyata oleh semua orang. Kita dapat mulai melakukannya dengan hal yang sederhana. 


1. Menanam pohon

#UntukmuBumiku, menanam pohon bisa menjadi langkah kecil yang kita lakukan untuk menjaga kelestarian hutan dan tanaman. Penghijauan ini dapat dilakukan di lingkungan rumah maupun sekolah. 

2  Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi 

Yuk jalan kaki, naik sepeda atau naik kendaraan umum. Semakin banyak kendaraan lalu lalang di jalanan, makin besar polusi udara yang dihasilkan mengganggu lingkungan. Oleh karenanya, kita dapat mengurangi polusi dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

3. Mengurangi penggunaan kertas

Melestarikan hutan juga bisa melalui pengurangan penggunaan kertas. Ini dilakukan agar penebangan pohon oleh perusahaan yang memproduksi kertas dapat berkurang.

4. Mengurangi sampah

Mengurangi sampah dapat dengan menggunakan prinsip Reduce, Reuse dan Recycle. Dengan prinsip ini diharapkan sampah, terutama yang tidak dapat terurai, serta pembakaran sampah yang mengganggu lingkungan dan merugikan alam, dapat diminimalisir. 

5. Dengarkan lagu Dengar Alam Bernyanyi

Senandung lagu Dengar Alam Bernyanyi dapat dinikmati di beberapa platform musik seperti Spotify dan Apple Music. Nah jika kita sama-sama mendengarkan lagu tersebut, langkah ini menjadi aksi kita menyelamatkan hutan juga lho.  Karena, semakin banyak yang mendengarkan lagu ini, maka semakin banyak royalti yang diperoleh untuk digunakan dalam program perlindungan hutan Indonesia.

Yuk kita beraksi bersama! #TeamUpforImpact

Rabu, 03 Agustus 2022

Ayo Dukung OYPMK Berdaya

 "Saat wawancara dengan HRD, saya bilang kalau saya OYPMK," tutur Mahdis Mustafa bercerita. Mahdis adalah Supervisor Cleaning Service yang membawahi 20 orang karyawan di perusahaan tempatnya bekerja. 


Sosok Mahdis menjadi insipirasi OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta), saat tidak semua kalangannya mendapat kesempatan bekerja yang sama seperti orang lain. Dia selalu jujur mengenai keadaannya dan memastikan bisa tidaknya bekerja di perusahaan yang dilamar.  Jika diterima, Mahdis akan melanjutkan proses rekrutmen. Jika tidak,  dia akan melamar kerja lagi ke perusahaan lain.

Berkat kegigihannya, Mahdis akhirnya diterima di PT. Azaretha Hana Megatrading sebagai tenaga  kebersihan outsourcing dengan jabatan supervisor. Ia memimpin 2 tim dengan total karyawan 20 orang laki-laki, dan hanya satu di antara mereka yang bukan OYPMK. 

Fakta Kusta di Indonesia 

Kusta di Indonesia masih menjadi problem yang kompleks, karena tidak hanya menimbulkan masalah medis, tetapi juga meluas hingga masalah sosial, ekonomi dan budaya. Ini terjadi karena masih banyak diskriminasi dan stigma di masyarakat terhadap penyandang kusta maupun keluarganya.

Berdasarkan data penelitian Kementerian Kesehatan, per tanggal 24 Januari 2022 jumlah kasus kusta di Indonesia tercatat ada 13.487 kasus dengan penemuan kasus baru ada 7.146 kasus. Kementerian Kesehatan juga melansir, saat ini masih ada 6 provinsi di Indonesia yang belum terbebas dari kusta. Enam provinsi yang belum mencapai target eliminasi kusta tersebut yaitu: Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (sumber: p2pkemkes.go.id).

Masih banyaknya kasus kusta, dan akibat stigma yang masih berkembang di masyarakat, maka timbul masalah sosial untuk kalangan ini. OYPMK selalu dianggap sebagai kelompok yang tidak produktif, tidak punya kemampuan yang layak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi perusahaan penyedia kerja. Khawatir akan kerugian materil maupun hambatan dalam menyediakan aksesibilitas di tempat kerja. 

Pentingnya Dukungan untuk OYPMK

Rabu, 27 Juli 2022 saya mengikuti live YouTube Talkshow Ruang Publik KBR bertajuk Peran Pemerintah Dalam Upaya Peningkatan Taraf Hidup OYPMK. Pada  kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber, Agus Suprapto, DRG. M.Kes, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK RI serta Mahdis Mustafa, OYPMK Berdaya. 

Talkshow kali membuka lebih banyak wawasan saya tentang bagaimana tantangan OYPMK dan penyandang disabilitas pada umumnya, saat kembali ke masyarakat. Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah minimnya akses pekerjaan. 

Tercatat pada 2019, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) disabilitas adalah sebesar 45,9%. Angka ini menunjukkan bahwa dari 10 penyandang disabilitas usia kerja, hanya sekitar 5 orang yang berhasil masuk dalam angkatan kerja. Rendahnya TPAK disabilitas ini mencerminkan tingkat kesulitan yang dialami penyandang disabilitas dan OYPMK di arena kerja. Padahal, seperti cerita Mahdis di atas, OYPMK pun dapat berdaya dan berkarya dengan baik seperti halnya orang lain.

Menurut DRG. Agus Suprapto, tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak masyarakat yang takut tertular penyakit kusta dari OYPMK. Meski stigma semacam ini sulit dikendalikan, namun masyarakat dapat diedukasi bahwa kenyataannya tak seberbahaya itu. Orang yang sudah sembuh dari kusta sama dengan orang normal. Di sinilah pentingnya meningkatkan literasi kepada masyarakat

DRG. Agus pun berpesan, kesehatan dan kebersihan, menjadi kunci utama yang harus selalu diperhatikan oleh OYPMK agar kualitas kerja selalu terjaga, serta untuk menghindari risiko tertular atau menularkan berbagai macam penyakit. 

Di sisi lain, kondisi OYPMK jarang memiliki pendidikan tinggi, harus selalu makan obat (6 bulan-1 tahun), serta sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi menegah ke bawah. Hal ini  menurut Mahdis yang menjadi tantangan OYPMK dalam memasuki dunia kerja. 


Mahdis yang aktif di organisasi ini pun masih terus berjuang tetap menjaga kesehatan dan kualitas hidupnya. Ia mengakui masih banyak divisi lain di perusahaan tempatnya berkerja yang memandang OYPMK sebelah mata, bahkan terang-terangan menolak berinteraksi. 

Namun itu semua ditepis dengan kesabaran serta menunjukkan performa kerjanya, sehingga lambat laun mereka yang menolak mulai menerima. 

Untuk rekan-rekan OYPMK, selalu jaga kesehatan, tetap belajar dan berusaha, ambil kesempatan dan peluang. - Mahdis Mustafa. 

Kisah Mahdis di atas menuntut kita semua untuk lebih melek literasi mengenai OYPMK. Tak hanya tugas pemerintah dengan berbagai programnya. Perusahaan pemberi kerja dan masyarakat umum pun perlu memberikan dukungan terhadap kalangan ini untuk dapat lebih berdaya di lingkungan sekitar. 

Minggu, 13 Maret 2022

Asyiknya Berbagi di Ajang BloggerDay 2022


Tring! Notifikasi surel berbunyi. Sekilas saya lihat di layar ponsel ada pesan masuk dari Registrasi Bloggercrony. Ada apa gerangan ya? Saat dibuka, ternyata isinya adalah Konfirmasi  Peserta Terpilih BloggerDay 2022. Saya sumringah sendiri membacanya. Alhamdulilah. Seperti menang undian rasanya!

Meskipun sudah cukup lama bergabung sebagai anggota di grup Facebook Bloggercrony Community, baru kali ini saya mendaftar di acaranya. Ternyata saya terpilih menjadi salah satu dari 100 peserta untuk berpartisipasi pada agenda tahunan BloggerDay.


Apa saja kemeriahan acara BloggerDay 2022 dalam rangka 7th Bloggercrony yang bikin saya excited? Baca ceritanya di bawah ini ya!

Komunitas Bloger dan Bloggercrony Indonesia

Sedikit cerita masa lalu, awal mula mengeblog, blog saya seperti ngalor ngidul tak terarah. Saya hanya sekadar menulis pengalaman, pengganti diari yang ditulis sejak SD. Lalu saya pernah ikut beberapa kursus daring untuk membangun blog, SEO, dan lainnya, tapi blog saya tetap belum punya tujuan.

Jadilah bloger yang menggerakkan - MT

Pada suatu kesempatan, saya bertemu rekan narablog, dan saling tukar cerita. Lalu ia menyarankan saya untuk bergabung dengan komunitas bloger agar lebih berkembang. Mengikuti sarannya, saya pun join komunitas bloger, dan perlahan tapi pasti, blog saya menjadi punya arti dan tujuan. Saya pun makin sadar akan pentingnya berkumpul bersama orang-orang dengan frekuensi yang sama.

Bagi saya, setidaknya ada 8 manfaat menjadi anggota komunitas bloger, yaitu:

  1. memperluas wawasan mengenai dunia blog
  2. mendapat ilmu dan masukan langsung dari bloger senior atau profesional
  3. menambah motivasi untuk terus belajar dan berkarya melalui blog
  4. mendapatkan ide untuk artikel di blog
  5. menambah teman, sahabat, dan jejaring
  6. mempromosikan blog lebih luas
  7. mendapat informasi peluang penghasilan dari blog
  8. mendapatkan jodoh.

Saya belum menemukan data ada berapa banyak komunitas bloger di seluruh Indonesia. Pastinya ada banyak banget, dengan kekhususan dan keunikan masing-masing.

Nah, Bloggercrony Indonesia adalah salah satu komunitas bloger yang aktif, serius, dan konsisten menggarap berbagai programnya. Komunitas dengan logo berwarna hijau-jingga ini, berdiri 7 tahun silam dan tercatat memiliki legalitas resmi sejak 2018, lengkap dengan AD/ART yang jelas.

Selebrasi tahunan BloggerDay 2022 menjadi bukti komitmen BCN Squad (sebutan pengurus Bloggercrony) dalam mengembangkan komunitas ini. Tahun 2022 ini adalah ke-7 kalinya diselenggarakan, dan ke-3 kalinya secara virtual. Meskipun masih dalam suasana pandemi, panitia BloggerDay 2022 sukses menggelar acara yang  tak kalah seru dengan kegiatan tatap muka.

Bloggerday digagas oleh Satto Raji, Ketua Bloggercrony Community (BCC), yang kerap dipanggil Pak Lur (singkatan dari Pak Lurah). Perhelatan ini diselenggarakan rutin setiap tahun dalam rangka selebrasi hari jadi BCC sebagai ajang pekenalan, berkumpul dan berbagi dengan sesama bloger. Saya menyampaikan apresiasi khusus kepada BCN Squad, yang tetap konsisten menjalankan tradisi selebrasi ini dalam segala keterbatasan situasi pandemi. 

bloggerday-2022-logo

Pak Lur juga sempat menceritakan asal muasal penamaan Bloggercrony, yang mengambil istilah crony (Bahasa Indonesia: kroni) untuk meluruskan makna. Selama ini kata kroni berkonotasi negatif, padahal dalam KBBI diartikan sebagai teman (kawan) dekat. Ada yang baru tahu?

Sementara itu, Pendiri BCC, Wardah Fajri (Mbak Wawa), pada pembukaan Bloggerday 2022 menyampaikan bahwa selain menjadi wadah pertemuan bloger se-Indonesia, acara ini juga bertujuan untuk mengenalkan program Blooggercrony dan para pengurusnya.

BCN Squad

Ini keren sekali.  BCC memberi ruang penuh kepada para bloger untuk berpartisipasi dalam berbagai programnya. Ada empat program yang serius digarap oleh komunitas ini hingga tahun ke-7 usianya, yaitu:

  1. BloggerHangout, merupakan program pelatihan/workshop gratis untuk menambah wawasan anggota Bloggercrony,
  2. BloggerPreneur, yiatu  program untuk mendukung rekan bloger yang merupakn pelaku bisnis/UMKM,
  3. BloggerView, yaitu program kemitraan yang menggandeng beberapa pihak terkait guna mengembangkan komunitas,
  4. BloggerCare, adalah program komunitas untuk membantu masyarakat yang terkena bencana/musibah.

Pengantar dari Pak Lur dan Mbak Wawa tersebut membuka selebrasi virtual BloggerDay 2022 yang diselenggarakan via aplikasi Zoom pada tanggal 27 Februari lalu. Acara dihadiri oleh 100 bloger terpilih dan beberapa peserta umum tambahan, yang berasal dari Sumatera hingga Papua.

Sesi “Daging” BloggerDay 2022

Ada 3 sesi webinar dalam BloggerDay 2022 yang mengusung tema #ScaleUpYourSkill ini. Materi yang diberikan sungguh memperluas wawasan dan berasa "daging" karena dibawakan oleh narasumber yang kompeten. Ringkasannya dapat disimak di bawah ini.

1. Dunia Digital: Metaverse, dan Kejahatan Berbahasa

Bloger memang tak lepas dari dunia digital. Oleh karena itu seorang bloger juga perlu memahami perkembangan dunia maya yang sedang marak saat ini, salah satunya mengenai metaverse. Teknologi yang memungkinkan seseorang berinteraksi dengan orang lain secara virtual ini memang canggih. Seperti dalam film Ready Player One, di metaverse, seseorang dapat bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain di tempat yang ditentukan dalam bentuk avatar. Avatar adalah perwujudan seseorang di dunia metaverse yang dapat dipilih sendiri bentuknya seperti apa. Ada alat juga yang membuat orang dapat mengerti bahasa lain. Interaksi semacam ini tentunya terasa lebih nyata dibandingkan dengan dunia digital yang dihadapi sekarang.

Materi sesi ini dibawakan oleh narasumber Tuhu Nugraha (Digital Business Consultant & Trainer) dan Anwar Natari (Editor dan Dosen Bahasa Indonesia). Mas Tuhu memaparkan akan ada potensi risiko dalam interaksi borderless di jagat metaverse. Pertemuan maya antar orang-orang dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda, dapat memicu konflik. Selain itu, informasi yang tersimpan dalam blockchain di dunia metaverse akan ada di sana selamanya. Dengan demikian, semua orang dapat melihat atau memiliki semua data.


Karena potensi konflik ini, perlu ada regulasi di dalam metaverse. Selain itu, kita pribadi juga perlu punya self-regulation, dan menyiapkan mental untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di dunia virtual tersebut. Seperti aneka game yang ada saat ini, kita pun perlu mewaspadai potensi negatifnya. Misalnya, menyebabkan kecanduan atau menjadi pelarian di dunia metaverese, terutama bagi generasi Z alias mereka yang lahir tahun 1996 dan setelahnya.

Di sisi lain, Mas Anwar (Away) sebagai ahli bahasa menyoroti pentingnya berhati-hati dengan ucapan atau kata-kata, namun jangan takut untuk mengkritik. Menurutnya regulasi diri sangat penting sebagai mitigasi. Karakter yang terbangun di metaverse dapat terbawa dalam keseharian, sehingga perlu perhatian ekstra untuk mengontrol kebiasaan anak-anak. Sedangkan bloger dapat memitigasi risiko kejahatan berbahasa dengan terus mengasah adab dan cara bertutur yang baik dalam teknologi komunikasi apapun.

2. Blogging: Organik vs Monetizing

Narasumber webinar sesi kedua dalam perhelatan 7th Bloggercronny, adalah sosok bloger Joe Chandra dan Matahari Timoer (MT). Mas Joe pada kesempatan itu bercerita mengenai pencarian jati dirinya menjadi bloger hingga sering memenangkan lomba blog. Monetisasi blog bagi pemilik blog www.joechandra.com ini bisa dimulai dengan mengasah tulisan, sehingga pantas dilirik oleh brand tertentu. Jika bloger berhasil bekerjasama dengan berbagai perusahaan, keuntungannya tidak hanya dari segi finansial tapi juga bisa mendapat kesempatan traveling gratis, barang gratis, hingga dikenal di masyarakat seperti selebriti. Hehehe

Ada tips yang diberikan Mas Joe agar menjadi pemenang lomba blog, yaitu: terus mencoba, menulis dengan gaya sendiri, dan senantiasa meningkatkan skill dari segi tulisan, bahasa, digital marketing, maupun desain. Intinya #ScaleUpYourSkill.


Dari sudut lain, Mas MT lebih memilih menjadi bloger organik, setelah pencarian jati ditinya sebagai bloger sejak 2003. Ia memaparkan ada dua tipe bloger ditilik dari tujuannya, yaitu bloger habit, yang menulis sebagai hobi; dan bloger karier yang menjadikan hobi menulisnya menjadi pekerjaan. Kalau kalian tipe yang mana nih?

Tulisan Mas MT yang sebagian besar bertema sosial-politik, tenyata juga mengundang sebuah penerbit yang menawarkan untuk menjadikan tulisannya ke dalam bentuk novel. Selain itu, bloger senior ini juga sering diundang menjadi narasumber terkait literasi. Tentu saja ada keuntungan finansial dari kegiatan tersebut. Artinya, meskipun sebagai bloger habit, rezeki dari blog bisa datang dari jalan apa saja. Pesan dari Mas MT untuk para peserta webinar saat itu adalah pentingnya konsistensi menjadi seorang bloger, dan berupayalah menjadi bloger yang menggerakkan pembacanya.

3. Bisa Yuk! Gali Potensi jadi Pribadi Terbaik

Sesi terakhir webinar BloggerDay 2022 dibawakan oleh Tsurayya Syarif, Praktisi Psikologi Pendidikan. Pada kesempatan tersebut Mbak Tsurayya menggambarkan pentingnya mengembangkan diri dengan memiliki growth mindset. Seseorang dengan growth mindset melihat situasi sulit sebagai tantangan, sedangkan orang dengan fixed mindset memandang situasi sulit tidak dapat diubah dengan cara apapun. Cara membangun growth mindset adalah memahami peristiwa sebagai peluang, berani mengambil risiko, mengapresiasi usaha dan proses, buat rencana konkrit, dan bersikap kritis.

Dengan memiliki growth mindset, bloger dapat menggali potensi diri agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Bertabur Hadiah dan Hiburan di BloggerDay 2022

bloggerday-2022-cemil
Baru kali ini ikut acara virtual lebih dari 5 jam! 

Mengikuti 3 sesi webinar BloggerDay 2022 benar-benar mengenyangkan. Materi yang dipaparkan sungguh menambah wawasan keilmuan. Keseluruhan acara berdurasi sekitar 6 jam, namun tidak ada yang beranjak keluar dari ruang Zoom, kecuali peserta yang bermasalah dengan sinyal atau listrik. Tentunya ada jeda untuk salat dan makan juga ya. 

Mengapa peserta betah mengikuti rangkaian acaranya? Selain karena materi yang menarik, di awal, tengah, dan akhir acara juga diselingi dengan pembagian hadiah, games, dan hiburan. Ada beragam hadiah sponsor untuk kategori: Tercepat Registrasi, Best IG Feed, Arisan Crony, Best IG Story, Wheel Lucky Draw, Kuis hingga Most Wanted Blog Award. Hadiahnya mulai dari saldo e-wallet hingga berbagai suvenir keren. 

Serunya adalah pada akhirnya semua peserta kebagian hadiah. Dipandu oleh Febria Silaen sebagai MC, dengan gayanya yang supel dan asyik, membuat suasana acara selebrasi virtual berlangsung tidak membosankan. MC pun sempat berujar kocak: “Baru kali ini saya jadi MC kerjanya membacakan pemenang hadiah.”

BloggerVoice

Tak kalah seru dengan acara pembagian hadiah adalah kehadiran BloggerVoice. Duet Uwa Nurwan dan Mely Luthia berkolaborasi menyanyikan lagu sangat menghibur. Ada dua lagu yang dibawakan dengan suara dan lagu yang membuat peserta ikut bernyanyi.

Angkat jempol untuk para pengurus dan panitia selebrasi Blogerday 2022 yang berhasil menyuguhkan acara vitual mengesankan ini. Selain berbagi ilmu yang bermanfaat, hiburan yang seru, mereka juga memberikan kenangan kepada peserta dengan berbagi suvenir apik dari para penyokong acara. Selebrasi hari jadi  Bloggercrony pun bukan menampilkan hura-hura, melainkan menjadi perhelatan asyik yang sarat makna. 

Bravo Panitia BloggerDay 2022! 

Suvenir berupa masker, pin dan stiker telah saya terima, dan akan selalu menjadi jejak rasa selebrasi BloggerDay tahun ini. Ada juga lo peserta yang kebagian hadiah tas kanvas, dan kaos bertuliskan BCC Squad. 

Cera Production ada di balik suvenir keren dan kaos BCC Squad yang bikin mupeng para peserta. Sponsor pendukung BloggerDay 2022 ini telah berpengalaman lebih dari 10 tahun memproduksi Premium Gift Set, souvenir kantor, seminar kit kantor, seragam kerja dan layanan cetak lainnya. Tak heran jika Cera dipercaya oleh lebih dari 350 perusahaan dan instansi untuk kebutuhan percetakannya. 


Ah, mengingat segala keasyikan suguhan selebrasi itu, ingin rasanya tiap tahun hadir di acara BloggerDay.

Kamis, 25 November 2021

Yuk Cek Jadwal Acara Popmama Parenting Academy 2021

Saya pernah merasa heran mengapa zaman milenial tahun 2000-an, banyak bermunculan ilmu-ilmu parenting. Baik dalam bentuk buku, kajian, forum, seminar atau workshop. Keheranan saya adalah apa iya menjadi orang tua itu perlu “sekolah”? Tapi kemudian pikiran saya terbuka, setelah mengalami sendiri betapa kompleks menjadi orang tua zaman now. Kini, saya mengapresiasi semua publikasi dan event parenting, seperti Popmama Parenting Academy 2021.

Popac-2021-cemil



Ilmu parenting nyatanya bermanfaat, terutama bagi orang tua newbie guna meningkatkan kesadaran, sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai pendidik pertama bagi anak sejak usia dini. Dengan ilmu ini, para orang tua dapat memahami stimulus tumbuh kembang anak yang optimal, mengantisipasi tantangan pengasuhan, serta meningkatkan keselarasan pendidikan untuk masa depan si buah hati.

Alasan Perlu Tahu Ilmu Parenting

Adakah papa mama yang pernah merasa gagal mendidik anak?

Pada suatu kesempatan, Najwa Shihab pernah menyatakan bahwa ketakutan terbesarnya sebagai orang tua adalah tak bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Menurut presenter TV yang menikah muda ini, masa gagal sebagai orangtua merupakan fase yang hampir setiap mama akan rasakan. Karena hal tersebut, maka dukungan dari orang-orang sekitar menjadi penting. Termasuk, mama pun harus lebih banyak belajar, update ilmu pengasuhan anak, dan berdiskusi dengan orang tua lainnya. Saya setuju dengan Mbak Nana.

Popmama Parenting Academy merupakan tempat yang pas untuk mengenyam dan update ilmu parenting. Perhelatan tahunan yang digelar oleh popmama.com ini, memasuki tahun ketiga di tahun 2021. Popmama Parenting Academy 2021 atau yang kerap disebut POPAC 2021 dengan seluruh rangkaian acaranya, diharapkan bisa menjadi bekal berharga bagi orang tua milenial dalam menerapkan pola asuh di keluarga.

Acara ini bukan hanya untuk orang tua newbie lho. Semua orang tua baik yang masih menunggu hadirnya buah hati sampai orang tua dengan anak-anak yang sudah beranjak besar dengan tantangannya masing-masing, bisa ikutan acara POPAC.

Rangkaian Acara Popmama parenting Academy 2021


POPAC 2021 akan berlangsung 1 hingga 30 Desember mendatang. Meski diselenggarakan secara virtual karena masih dalam suasana pandemi, rangkaian acara tahun ini tetap menarik untuk diikuti. Dengan mengusung tema Parents Support Parents, nampaknya POPAC kali ini ingin menekankan pentingnya support system, atau sebuah sistem yang saling mendukung untuk mengatasi semua tantangan dalam pengasuhan anak.

Penasaran ada apa saja di Popmama Parenting Academy 2021? Cekidot yuk. Ada 5 acara utama pada gelaran kali ini.

acara-popmama-parenting-academy


1. Webinar

Aneka webinar yang bermanfaat akan digelar untuk mama papa milenial. Temanya sudah pasti akan menarik hati, karena POPAC 2021 punya 4 pilar utama, yaitu : health, education, child abuse, dan financial. Narasumber webinar ini juga bukan kaleng-kaleng. POPAC selalu menghadirkan para pakar yang ahli di bidangnya. Ada dokter, psikolog, story teller, financial planner.

2. Kuliah WhatsApp (Kulwap)

Pada kelas daring melalui WhatsApp ini, mama papa bisa update ilmu parenting nih. Bukan cuma soal pengasuhan anak, tapi juga ilmu lainnya yang bermanfaat untuk keluarga. 

Ini dia narasumber keren yang akan mengisi Parenting Online Class, bulan Desember nanti.

Narasumber-popac-2021
Sumber gambar : Instagram 
@popmama.parenting.academy


3. Content Series

Content Series yang disajikan oleh POPAC 2021 bisa jadi alternatif untuk mama yang tak sempat mengikuti parenting online class

Seri artikelnya komplit serta menarik, dan isinya berharga banget, sayang untuk tidak dilahap. Kategori yang disajikan mulai dari : pregnancy, baby, kid, big kid dan life. Semua bisa diikuti di website POPAC serta di media sosialnya.

4. Popmama Little Star 2021

Punya anak dengan bakat menari, menyanyi, berakting, modeling, atau keahlian dalam olahraga? Yuk, tumbuhkan rasa percaya dirinya dengan mengikuti Popmama Little Star 2021. Kegiatan ini bisa diikuti oleh anak usia 7 - 14 tahun.

Cukup dari rumah saja untuk mengikuti ajang ini, yaitu dengan merekam kebolehan si anak, lalu mempostingnya di akun media sosial milik sendiri atau punya mama. Periode pendaftarannya dari tanggal 15 November sampai 4 Desember 2021, bertabur hadiah jutaan rupiah untuk para finalis.

5. Community Awards

Ada dua kategori pada award ini yaitu Supportive Community dan Educative Community. Penghargaan ini akan diberikan kepada komunitas yang berkontribusi dalam mendukung orang tua Indonesia. Kegiatan ini bisa diikuti beragam komunitas dengan cara menunjukkan aktivitas yang dilakukan.

Pendaftaran Community Awards yang berhadiah uang pembinaan ini ditutup pada 20 November 2021. Pemenangnya akan diumumkan pada Hari Ibu, 22 Desember 2021.

Hanya itu acaranya? Masih ada lagi dong. Jangan lupa pantengin terus deh website Popmama dan media sosialnya Popmama Parenting Academy, agar tak ketinggalan info acaranya.

parents-support-parents

Acara Lainnya di Popmama Parenting Academy 2021


Lomba Blog Popmama Parenting Academy 2021

Buat mama blogger, alias ibu-ibu yang doyan nulis, jangan lewatkan lomba blog ini ya. Selain untuk mengasah kemampuan menulis, tersedia juga hadiah jutaan rupiah untuk pemenangnya. Cuss masih ada waktu sebelum tanggal 30 November 2021. Syarat lengkap dan caranya bisa dicek lebih lanjut di website maupun Instagram POPAC 2021.

Bantu Anak Yatim/Piatu Akibat Covid-19

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat ribuan anak Indonesia kehilangan orang tuanya.

data-covid-popac-2021


Sebagaimana dilansir unicef.org,  kehilangan satu atau kedua orang tua dapat mengancam status gizi, pertumbuhan, dan perkembangan anak-anak. Mereka juga lebih berisiko menjadi korban penelantaran, kekerasan, dan eksploitasi, khususnya bagi bayi dan anak usia muda dari keluarga berpendapatan rendah. 

Kolaborasi popmama.com bareng kitabisa.com ingin menggandeng siapa saja yang mau berdonasi bagi anak-anak malang tersebut. Sesuai tema parents support parents, ini juga salah satu cara yang tepat untuk saling mendukung antar keluarga.

Keran donasi dibuka hingga 31 Desember 2021 nanti, dan dana yang terkumpul akan disalurkan melalui program #KawalMasaDepan.


Peluncuran Buku Panduan Pengasuhan Generasi Pandemi

Masa pandemi ini menjadi tantangan sendiri dalam memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang anak. Untuk itu, Popmama meluncurkan buku panduan untuk mendidik generasi pandemi, yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk para orang tua nantinya.  Buku dengan format e-book ini dapat diunduh di situs popmama.com.

Nah itulah rangkaian kegiatan Popmama Parenting Academy 2021. Padat dan bergizi ya. Yuk kita saling support dengan berpartisipasi di acara POPAC 2021.

**
Baca juga:

Sabtu, 09 Oktober 2021

Kelola Jiwa Raga Bersama Mindtera

Mindtera merupakan platform edukasi pengembangan multiple intelligence pertama di Indonesia. Apilkasi unik ini bermanfaat untuk pengembangan diri dan memaksimalkan potensi.

Sebelum membagi kesan saya menggunakan aplikasi Mindtera untuk mengelola jiwa raga, saya ingin sedikit bercerita.

Pernah dengar istilah burnout? Saya pribadi sudah lama mendengar mengenai kata burnout sebagai suatu kondisi psikologis, tapi baru paham betul belum lama ini. Bermula dari sahabat saya yang mendadak curhat menggunakan istilah ini.  

Sebut saja namanya Tiwi. Dia sahabat saya sejak kecil. Meski terpisah, saya di Bogor, Tiwi di Bandung, kami tetap dekat di hati. Kami saling berbagi cerita dan sama-sama sudah paham satu sama lain. Tiwi cenderung ekstrovert dan periang, tapi ia sangat piawai sebagai pendengar. Itu salah satu yang membuat saya "klik" bersahabat dengannya.

Seminggu setelah pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali, Tiwi yang bekerja di perusahaan minyak ini menyapa saya melalui pesan di WhatsApp.

"Help Mil..." 

Dua kata singkat itu saja membuat saya langsung cemas. Khawatir Tiwi ada masalah serius, saya langsung menelponnya. Dugaan saya benar, Tiwi memang bermasalah. Tapi saya tidak menyangka permasalahannya seserius ini. 

"Gue tuh burnout... Asli, gak bisa mikir apa-apa, gak mau ngapa-ngapain. Banyakan bingung, bengong dan tidur aja sekarang...", cerita Tiwi sambil terbata-bata karena menangis.

Saya termenung mendengar curahan hati wanita ini. Untuk seorang periang yang mudah bergaul, kok rasanya aneh dia merasa burnout.


Saya minta Tiwi menceritakan detil perihal burnout yang dirasakannya, apa dan bagaimana awalnya. Meski saya tidak terlalu paham cara mengatasinya, saya pun mencoba memberikan masukan. Namun ujung akhirnya, Tiwi memutuskan berkonsultasi dengan psikolog untuk meredakan burnout-nya yang sudah tak tertahankan.

Stres di Masa Pandemi

Pandemi yang melanda Indonesia dan dunia selama hampir dua tahun ini menimbulkan perubahan drastis di segala sisi kehidupan. Tidak semua orang mampu beradaptasi  mulus dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, keterbatasan mobilitas dan pergaulan.

Ini salah satu yang dialami Tiwi si periang. Awal masa pendemi ia masih bisa bertahan dengan adaptasi barunya. Namun tampaknya pergolakan di jiwanya yang ditahan selama ini, kian menumpuk sehingga menghasilkan burnout baru-baru ini.

Sebuah hasil penelitian yang dilansir oleh SurveyMeter pada 2020 memaparkan bahwa COVID-19 telah memberikan multiple stressors pada kehidupan masyarakat. Mulai dari kekhawatiran tertular COVID-19, khawatir kehilangan teman dan keluarga, stres akibat PHK, penurunan pendapatan, dan dampak lainnya yang sampai dapat menimbulkan depresi. 

Sebanyak 3.533 orang mengisi survey secara daring yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Hasilnya, menurut studi SurveyMeter, perempuan mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi dari pada laki-laki. Tingkat kecemasan responden  paling tinggi berusia 31-40 tahun, diikuti oleh kelompok umur muda 20-30 tahun dan tingkat kecemasan paling rendah berada di rentang usia 41-55 tahun.

Sebanyak 58% responden melaporkan depresi, dengan perempuan lebih banyak mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki.

Mengapa perempuan lebih rentan mengalami stres dan depresi? Dari beberapa sumber yang saya baca, ini disebabkan karena perempuan cenderung lebih pemikir ketimbang laki-laki. Selain itu, hormon estrogen dan progesteron yang naik turun dalam tubuh wanita memengaruhi sistem syaraf yang berhubungan dengan suasana hati.

Bertemu Lagi dengan Burnout

Awal Oktober ini saya berkenalan dengan Mindtera. Saya diundang untuk mengikuti sesi kelasnya yang bertema "Kelola Hidup Lebih Baik Dengan Aplikasi Mindtera: Kelola Stress Dengan Berkesadaran". Ternyata, pada kesempatan itu, dibahas masalah burnout, khususnya di tempat kerja. Mengingat kasus yang pernah menimpa Tiwi, saya jadi semangat untuk belajar lebih banyak mengenai hal ini.

Materi dibuka oleh  Bayu Bhaskoro, Co-Founder & CMO Mindtera yang memaparkan latar belakang hadirnya Mindtera. Setelah itu ada Devy Chan (Coach DV), fasilitator finansial dan karir.

Coach DV menjelaskan, saat kita mengalami stres berulang kali tanpa mampu mengelolanya, maka kita dapat mencapai tingkat burnout, dimana kita mengalami kelelahan berlebihan secara fisik dan emosional. Ciri stres mulai menjadi burnout ditandai dengan 3 hal, yaitu kelelahan, ketidakefektifan dan sinisme.

Lalu ada survei untuk mengukur tingkat stres berada di level mana.
Skor saya 37%, yang artinya masih aman (Bearable Stress). Tapi saya lihat mayoritas rekan-rekan lainnya yang ikut survei yang sama, skornya di angka belasan (di bawah 20). Wah, perlu diwaspadai juga nih skor saya di atas 30 😁.

Selain masalah burnout, pada sesi ini juga disampaiikan mengenai sumber-sumber stres, tipe pekerjaan seseorang berdasarkan motivasinya (intrinsik dan ekstrinsik), serta strategi untuk menjalani pekerjaan dengan tipe pekerjaan tersebut agar terhindar dari stres.

Sangat menarik dan bermanfaat acara Mindtera yang diselenggarakan via zoom ini. Apalagi ada banyak hadiah door prize di sepanjang acara. Peserta yang merupakan para narablog ini terlihat antusias mengikuti sesi hingga akhir acara.

Para narablog di event Mindtera

Berkenalan dengan Aplikasi Mindtera

Selepas sesi undangan dari Mindtera yang saya ceritakan di atas, saya jadi tertarik ingin mencoba aplikasi Mindtera.

Tujuan diciptakan aplikasi ini adalah membantu masyarakat Indonesia menjalani kehidupan terbaik mereka. Mindtera hadir  menjadi platform edukasi untuk belajar kecerdasan emosi, sosial, fisik dan pengembangan diri seputar keluarga, cinta, dan kerja. Inilah yang dimaksud dengan multiple intellegence atau kecerdasan majemuk, yang saya sebut di awal paragraf.

Mindtera hadir pada 2021 atas gagasan Tita Ardiati dan Bayu Bhaskoro guna memberikan edukasi dan pelatihan kecerdasan emosional, sosial dan fisik dalam format digital untuk individu dan perusahaan.

Program-program pada aplikasi ini merupakan program berjenjang tidak lebih dari 5 menit sehari dan dibawakan oleh fasilitator profesional dan berpengalaman. Lebih jauh lagi, Mindtera dapat membantu untuk kelola stress dengan berkesadaran.

Uniknya Mindtera, kurikulum program yang diberikan merupakan self-mind mastery yang terdiri dari 4 pilar pembelajaran, yaitu:

1. Kecerdasan Emosi
Yaitu kemampuan untuk mengenal, menerima, dan mengelola ragam emosi dalam dirimu

2. Kecerdasan Sosial
Adalah kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan berdaya

3. Kecerdasan Fisik
Merupakan kemampuan memahami koneksi antara tubuh dan pikiran kita

4. Pengembangan Diri
Ialah kemampuan untuk menyeimbangkan antara kehidupan profesional dengan personal.

Saya mencoba beberapa program gratis di aplikasi Mindtera, yaitu : Ragam Tantangan Emosi dan Berdamai dengan Stress.

Pada kelas Ragam Tantangan Emosi Bagian 1, programnya terdiri dari 5 sesi yaitu: Mengenal Burnout, Mengenal Rasa Kesepian, Overthinking, Panik, dan Procrastination. 

Sedangkan di program Berdamai dengan Stress, terdiri dari 7 sesi yaitu: Kenali Stress agar Damai Saat Bekerja, Berdamai dengan Pikiran Negatif, Berdamai dengan Perasaan, Mengelola Pikiran Perasaan dan Perilaku, Resiliensi dan Adaptasi Stress, Nilai dan Fleksibilitas, serta Komitmen pada Diri.

Setiap sesi dibawakan fasilitator dalam 2 menit saja namun sungguh membuka mata dan wawasan saya. 

Cuplikan video Mindtera 
di sesi Mengenal Burnout

Jika saja saya sudah kenal Mindtera saat dulu Tiwi merasa burnout, pasti saya akan merekomendasikan aplikasi ini kepadanya. Baik untuk sekedar menambah pengetahuan, maupun untuk kegiatan positif yang mungkin saja dapat mengurangi bahkan mengatasi burnout-nya

Ada banyak lagi program Mindtera bertema Kerja, Cinta, Keluarga, Fitness, dan Self Mastery.  Yup, program platform ini tidak hanya tentang kecerdasan jiwa, emosi dan pikiran, tapi juga tentang kebugaran agar seimbang jiwa raga. Ada beberapa program  teknik latihan nafas, latihan fokus dan latihan fisik yang dapat diikuti. Kita bisa memilih program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat ini. Pokoknya Mindtera bantu Kelola Hidup Lebih Baik dan #SemuaBisaDikelola.

Saya menyukai tampilan pengguna Mindtera. Aplikasi yang punya warna dominan ungu ini terlihat eyechatching dan user friendly. Sesi-sesinya yang berlangsung dua menitan tidak membosankan. Ini karena  fasilitator membawakan materi dengan gaya dan suara yang bikin rileks, meskipun tema sesinya tergolong berat

Ada dua macam mode belajar yang dapat diikuti, yaitu suara dan video. Kalau saya pribadi lebih suka mode video sehingga mata dan telinga lebih fokus untuk memahami materi.

Nah, buat yang penasaran dengan program Mindtera, aplikasinya bisa diunduh di Play Store maupun AppStore melalui link di bawah ini ya.

Informasi lainnya tentang Mindtera juga bisa diikuti di websitenya www.mindtera.com serta di media sosialnya :
Instagram : @mintera.id
Facebook : Mindtera
Twitter : @mindteraID


Sabtu, 25 September 2021

Pengalaman Vaksinasi Covid-19 Untuk Anak di Bogor

vaksinasi-covid-19-cemil

Sejak Juni 2021 di berbagai media diberitakan Kota Bogor mulai mengadakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12 tahun ke atas. Berhubung saya punya duo jagoan usia tanggung, ya saya upayakan untuk dapatkan vaksinasi tersebut. Ini sebagai ikhtiar sehat, tuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman pandemi. 

Awalnya informasi vaksinasi 12+ ini kurang tersosialisasi, baik di sekolah maupun lingkungan rumah (RT/RW). Jadi harus saya sendiri yang hunting informasi di berbagai media sosial (medsos). Beruntung juga saya melek (punya akun) berbagai medsos. Gimana kabarnya masyarakat yang tidak pernah bersentuhan dengan gawai yaa? Kasihan juga. Meskipun akhirnya terjamah pun mereka ini jadi orang-orang yang belakangan tahu.

Sumber Informasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak


1. Dinas Kesehatan Kota Bogor

Informasi yang saya kejar pertama kali dari akun Instagram dan Twitter-nya Dinas Kesehatan Kota Bogor. Karena admin di sana selalu woro-woro jika ada link pendaftaran vaksinasi dibuka. 

Cuma, link pendaftaran ini ampun banget deh cepet full. Begitu dibuka pendaftaran, 5000 dosis vaksin tersedia langsung diserbu pendaftar. Dalam 15 menit aja, link sudah ditutup karena sudah terpenuhi.Ini salah satunya karena digabungkannya vaksinasi anak 12+ dan dewasa. Jadi tidak khusus untuk anak saja.

Instagram-dinkes
Info Vaksinasi di Instagram Dinkes Kota Bogor

Dan, saya kan gak selamanya mantengin layar hp atau pegang gadget yak. Jadi, meski sudah dinyalakan notifikasi jika ada update dari @dinkeskotabogor, tetep aja bisa ketinggalan info.

Saya berhasil daftarkan si sulung Zia di Batch 4 vaksinasi massal kota Bogor, berempat di Mall Boxies Tajur. Untungnya sebelum itu saya sudah unduh aplikasi pedulilindungi, dan daftarkan anak-anak untuk vaksinasi di situ. Ini mempercepat saat saya daftar via link yang diberikan Dinkes Kota Bogor. Tapi, selang 5 menit mau daftarkan adiknya, link sudah tidak bisa diakses.

2. Grup WA Sekolah

Informasi yang kedua saya kejar dari Grup WA ortu murid. Seperti emak-emak kebanyakan, saya pun tergabung jadi anggota Grup WA sekolah anak. Bahkan si anak sudah SMP, masih ada aja grup ortu SD. Haha. Gak masalah sih, untuk wadah silaturahim dan berbagi informasi.

Saat sedang gencar vaksinasi, banyak juga instansi/organisasi yang menyelenggarakan vaksinasi massal. Dari grup WA ini, saya banyak juga dapat infonya, tapi sering juga ketinggalan alias sudah full saat mau daftar.

Tapi saya berhasil daftarkan Arkand, anak saya yang kedua dari informasi di Grup WA ini.  Penyelenggaranya DPC PROJO Kota Bogor, bertempat di Wisma Endie Tanah Sareal.

Vaksinasi-wisma-endie
Informasi Vaksinasi di Wisma Endie

Informasi vaksinasi remaja saya perhatikan lebih banyak diselenggarakan di Jakarta. Banyak juga orang tua yang memutuskan mendaftarkan anaknya untuk vaksinasi di Jakarta karena belum banyaknya vaksinasi 12+ di kota Bogor saat itu. Tapi saya sih sabar menanti yang di Bogor aja lah, karena untuk ke Jakarta juga cukup berisiko (saat itu masih zona merah).

3. Grup WA Lingkungan Rumah

Dari awal Juli saya juga gencar bertanya dan mencari informasi vaksinasi 12+ di kompleks perumahan tempat tinggal. Saya pikir, informasi dan pendaftaran vaksinasi itu baiknya turun dari Dinkes kota ke RT/RW agar semua penduduk yang terdata pasti dapat vaksin gratis ini. 

Nyatanya, awal-awal pendistribusian vaksin, hanya vaksin lansia yang segera terinfo dan terlaksana. Sedangkan untuk vaksinasi dewasa dan vaksinasi anak usia 12+ tidak pernah ada informasinya. 

Belakangan, setelah pendaftaran vaksinasi Batch 4 via link ditutup, barulah dibuka pendaftaran lewat RT/RW setempat. Nah si bontot Arkand yang sudah saya daftarkan untuk vaksinasi Covid-19 untuk anak di Wisma Endie, ternyata terdaftar juga di RW untuk divaksin, bertempat di Puri Begawan. Waktunya seminggu lebih cepat dari pada yang di Wisma Endie.

Karena cari yang secepatnya, akhirnya Arkand diputuskan ikut vaksinasi yang di Puri Begawan. Sedangkan yang di Wisma Endie saya batalkan ke panitianya supaya bisa dipakai orang lain slotnya.

Pengalaman Saat Hari-H Vaksinasi Covid-19 untuk Anak


1. Di Mall Boxies

Gara-gara anter anak untuk vaksinasi Covid-19 ini saya jadi "main" deh ke mall. Dan pertama kali juga saya menyambangi Mall Boxies di bilangan Tajur Kota Bogor ini. Entah kapan mall baru ini dibuka. Saya gak ngeh, karena jarang ke daerah sana. Mall ini lumayan unik karena di bagian lobi depan banyak berjejer mobil-mobil antik. Begitu pula di sudut lantai lainnya. Mayan buat spot foto hehe..

Pelaksanaan vaksinasi di Mall Boxies bertempat di Lantai 1. Pertengahan Juli 2021 saat itu toko-toko masih ditutup, hanya tenant makanan/minuman serta alat kesehatan yang dibuka, sehingga mall termasuk sepi. Di lantai itu petugas cukup tertib mengarahkan peserta vaksinasi. Meski vaksinasi Covid-19 untuk anak dan dewasa digabungkan, tapi keramaiannya masih wajar, tidak membludak. Mungkin karena tempatnya juga yang luas. Ada banyak kursi untuk peserta menunggu antrian pemeriksaan, serta ada beberapa meja dengan petugas pemeriksa. 

Ada juga deretan tempat duduk pengantar yang terpisah dengan tempat duduk peserta. Karena peserta vaksinasi tidak boleh diantar, saya duduk menunggu di kursi pengantar. Nyaman, karena ruangan hall-nya ber-AC.

Di awal pintu masuk, peserta antri untuk pemeriksaan dokumen. Petugas menanyakan kelengkapan berkas : kartu kendali vaksinasi (diunduh dari website Dinas Kesehatan Kota Bogor), barcode pendaftaran dari web/aplikasi pedulilindungi, serta fotokopi Kartu Keluarga (karena belum memiliki KTP). Setelah lolos pemeriksaan berkas, peserta diukur suhu, lalu dipersilakan masuk duduk untuk mengantri pemeriksaan lanjutan.

Di meja pertama, petugas menginput data sambil bertanya singkat, lalu lanjut ke meja kedua untuk pemeriksaan tensi dan meja ketiga untuk suntik vaksin. Setelah itu, peserta menunggu namanya dipanggil untuk menerima surat vaksinasi. Dari awal masuk hingga dapat surat  vaksinasi, kelar kurang lebih 30 menit.

meja-periksa-vaksinasi-mal-boxies
Meja periksa vaksinasi

Kurang dari sebulan kemudian, minggu kedua Agustus 2021, adalah jadwal vaksinasi kedua. Di tempat yang sama, proses vaksinasi kala itu beres kurang dari 20 menit. Bravo!!

Vaksinasi-mall-boxies
Vaksinasi ke-2 di Mall Boxies
Lebih kosong dari yang pertama

mal-boxies-tajur
Beres vaksinasi, mejeng ah..

2. Di Puri Begawan

Pengalaman vaksinasi Covid-19 untuk si anak bungsu di tempat lain ini benar-benar jauh berbeda dari si kakak.

Secara jarak, dari rumah ke Puri Begawan yang berlokasi di Jl  Raya Pajajaran ini sangat dekat. Hanya perlu 5 menit berkendara sudah bisa sampai. Makanya saya girang juga begitu anak terdaftar untuk vaksinasi di tempat yang dekat. Untuk yang belum tau, Puri Begawan adalah gedung pertemuan yang sering disewakan untuk berbagai acara. Seperti pernikahan, pameran, sampai konser. Infonya sih ini vaksinasi di Puri Begawan kali ini khusus untuk kecamatan Bogor Timur.

puri-begawan
Puri Begawan (pict: pakuanraya.com)

Dapat jadwal siang hari di awal Agustus 2021, kami datang 1 jam sebelumnya. Ternyata.. antrean panjang sudah mengular di basement parkiran. Tidak hanya masyarakat umum, para ojek online berjaket hijau juga nampak sudah antre lebih dahulu. Bukti antusiasme masyarakat ingin divaksinasi sangat tinggi ya.

Tapi antre di basement boo.. kebayang kan pengapnya, mana harus bermasker pula. Setelah hampir 1 jam mengantre, nyaris sampai di pintu masuk, tiba-tiba petugas mengumumkan silakan kembali besok pagi karena vaksin sudah habis. Alamak!

Saya sempat protes karena ini vaksinasi yang didaftarkan RW, kok bisa-bisanya jatahnya habis?? Tapi disampaikan petugas, ini karena membludaknya orang yang datang. Lah.. kan harusnya yang sudah terdaftar aja ya yang diterima vaksinasi. Beberapa orang terlihat marah-marah karena sudah capek antre lama tapi disuruh pulang.

Video antrean vaksinasi ke-1 di Puri Begawan
Gimana bisa jaga jarak?

Banyak juga yang akhirnya menyerah bubar jalan karena tidak ada kejelasan vaksinasi ini. Saat kami mau melenggang pulang, ada petugas lagi yang teriak-teriak: yang Kartu Keluarganya Bogor Timur silakan masuk! Et dah..

Anak saya dengan gesit langsung lari lagi ke pintu masuk, menunjukkan copy KK yang dibawanya. Alhamdulillah berhasil masuk juga. Saya gak tau kondisi di dalam seperti apa, karena yang boleh masuk hanya peserta vaksin. Arkand bilang melalu chat WA, yang penting sudah bisa duduk nyaman di ruangan ber-AC. Syukurlah.

Proses sejak mengantre sampai selesai divaksin dan mendapat surat vaksin  adalah 3 jam ! Uhuk. Udah sampe Bandung tuh klo naik mobil 3 jam.

Vaksinasi Covid-19 untuk anak dosis kedua dijadwalkan akhir Agustus 2021. Kami datang pagi sebelum jam 8 saat portal secure parking-nya belum difungsikan. Tapi antrean tetap sudah mengular. Ini orang-orang pada datang subuh kali yak 😂. Di tempat yang sama itu, proses vaksinasi kedua kurang lebih 2 jam. Ohemji. Ini penyelenggaranya dinas kesehatan yang sama kan dengan yang di Mal Boxies?

antrean-vaksinasi
Antre Vaksinasi ke-2 di Puri Begawan

Yah sudahlah. Anggap aja perjuangan demi ikut andil mencapai herd immunity. Hihihi. Yang penting sekarang sudah selesai semua divaksinasi full dose.

Efek Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Sejak vaksinasi Covid-19 dilangsungkan, istilah KIPI jadi familiar di telinga. KIPI adalah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, alias efek yang terjadi setelah seseorang diimunisasi. KIPI ada yang ringan ada yang berat, dan berbeda-beda tiap individu.

Nah, kedua anak saya vaksinasi dengan menggunakan vaksin CoronaVac, vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Tiongkok yang juga memproduksi vaksin Sinovac.  

Sejak vaksinasi pertama hingga yang kedua selesai, tidak ada KIPI yang berarti. Si bungsu hanya merasa sedikit pegal tangan beberapa jam setelah disuntik, lalu berangsur menghilang dengan sendirinya.

Selebihnya, tak ada gejala lainnya. Dan si anak bisa beraktivitas seperti biasa. Alhamdulillah.

Gitu deh sekelumit kisah pengalaman vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12+. Kalau sekarang, vaksinasi Covid-19 di kota Bogor sepertinya lebih mudah karena banyak diselenggarakan di sekolah-sekolah, dan mungkin antreannya lebih sedikit. Walikota Bogor pun sedang giat melakukan percepatan vaksinasi murid-murid untuk persiapan menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kamis, 06 Mei 2021

Review Maresha Green Glow

Review-maresha-green-glow

Ternyata, kulit juga butuh perhatian. Rasanya setelah lewat usia 30 baru terasa kalau kulit juga bisa rewel. Tepatnya sih setelah melahirkan 2 anak yang usianya berdekatan. Karena alasan sibuk ngurus anak, dan lain-lain, jadi lupa sama diri sendiri, termasuk merawat kulit wajah. Padahal dirawat sebelum ada keluhan itu jauh lebih baik dibandingkan perawatan setelah ada keluhan ini itu. Dan saya agak sedikit menyesal karena sadar belakangan. 

Masalah kulit saya sekarang selain jerawat musiman dan komedo, adalah bintik hitam. Lihat teman-teman yang seusia, kelihatannya sih banyak yang berbintik hitam juga di wajahnya. Ada yang sedikit, ada yang banyak. Nah berarti, bintik hitam ini memang masalah umum, seiring bertambahnya usia. Kecuali mungkin buat yang telaten banget merawat kulit sejak dini, bisa terlihat glowing di usia berapun. 

Apa sih Bintik Hitam?

Bintik hitam alias dark spot pada kulit disebut juga hiperpigmentasi. Ini terjadi ketika beberapa area kulit menghasilkan lebih banyak melanin (zat warna kulit) dari pada biasanya. Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat mempercepat produksi melanin. Oleh karena itu, pada kulit yang telah bertahun-tahun terpapar sinar matahari, bintik-bintik ini muncul saat melanin menggumpal atau diproduksi dalam konsentrasi tinggi.

hiperpigmentasi

Menurut dokter kulit yang pernah saya temui, bintik hitam pada kulit sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan dan tidak memerlukan perawatan. Tapi kebanyakan orang terutama kaum hawa, memilih untuk menghilangkannya karena alasan kosmetis. 

Dokter juga bilang, faktor keturunan pun berperan atas kemunculan bintik hitam ini. Jadi, anak dari orang tua yang punya riwayat bintik hitam di kulitnya, cenderung akan memiliki bintik hitam yang serupa. Hmm. Fixed, bintik hitam saya menurun dari ibu saya.

Warna bintik hitam tergantung pada warna kulit seseorang, berkisar dari coklat hingga coklat tua. Bintik-bintik tersebut punya tekstur yang sama dengan kulit dan tidak menyakitkan. Bintik hitam juga bervariasi ukurannya dan dapat berkembang di bagian tubuh mana pun, tapi paling umum terjadi di area yang sering terpapar sinar matahari. Selain pada wajah, bintik hitam sering juga muncul di area punggung tangan, punggung dan bahu.

Bukan hanya karena paparan sinar matahari saja. Bintik hitam pada kulit juga bisa muncul akibat:

1. Perubahan hormon. Ini umum terjadi pada ibu hamil, yang mengakibatkan perubahan warna kulit dan munculnya bintik hitam

2. Efek samping obat. Beberapa obat menimbulkan efek samping terhadap kulit seperti gatal, ruam dan bintik hitam.

3. Iritasi. Penggunaan kosmetik yang tidak cocok dapat mengiritasi kulit yang salah satunya  menyebabkan bintik hitam.

4. Diabetes. Penyakit ini juga menjadi penyebab area kulit menjadi lebih gelap dan kadang memunculkan bintik-bintik hitam.

Cara Menghilangkan Bintik Hitam

Menurut bebrapa sumber, ada beberapa cara untuk menghilangkan bintik hitam pada kulit. Pilihan terbaik tergantung pada penyebabnya, ukuran titik gelap, dan lokasi bintik di area tubuh.

Berikut beberapa caranya.

Perawatan laser

Tersedia berbagai jenis perawatan laser, termasuk untuk mengatasi bintik hitam. Cahaya laser ini akan menargetkan melanin dan memecah bintik hitam. Dulu, saat saya berkonsultasi dengan dokter, beliau sempat menyarankan perawatan laser. Tapi ada tapinya.. laser ini tidak menjamin bintik hitam tidak muncul lagi. Hehe.. kalau begitu saya pass deh Dok. 

Mikrodermabrasi

Pada metode mikrodermabrasi, dokter kulit menggunakan alat khusus yang memiliki permukaan abrasif untuk mengangkat lapisan luar kulit. Perawatan dengan alat ini mendorong pembentukan kolagen baru, yang dapat membantu mengurangi bintik-bintik.

Chemical Peeling

Chemical peeling atau pengelupasan kimiawi adalah metode yang melibatkan pengolesan larutan pada kulit yang dapat mengelupaskan permukaan kulit, dan mendorong pertumbuhan kulit baru. Ini secara bertahap dapat memudarkan bintik-bintik hitam pada kulit.

Tiga cara di atas ini hanya boleh dilakukan oleh dokter kulit profesional ya gaes...

Krim pencerah 

Krim pencerah bisa diresepkan oleh dokter, ada pula yang dijual bebas sebagai skin care. Bekerja untuk mencerahkan kulit, biasanya efek krim ini terasa secara bertahap dan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mengurangi munculnya bintik hitam.

maresha-info-produk

Dari 4 cara mengatasi bintik hitam tersebut, kalian pilih yang mana? Kalau saya sih yang simpel aja: pakai krim. Selain relatif lebih murah, penggunaan krim pencerah tidak memerlukan peralatan yang "menakutkan" buat saya. Tapi, untuk pakai krim pencerah ini harus hati-hati juga, karena banyak juga krim yang beredar di pasaran itu abal-abal, tidak memiliki izin BPOM.

Maresha Green Glow

Ngomong-ngomong tentang krim wajah, saya berjumpa dengan krim wajah Maresha Green Glow by Maresha Skincare saat sedang berselancar di Google. Akhirnya saya coba pakai krim ini karena kepincut dengan klaimnya yang bermanfaat sebagai anti aging dan membantu mengurangi bintik hitam.

Berikut ulasannya.

Kemasan

Maresha Green Glow dikemas di pot plastik putih ukuran 20 gram. Ukurannya yang mungil, bikin mudah dibawa ke mana-mana. Tutupnya juga kencang, isinya tidak akan tumpah meskipun terguncang. Saat paket datang, produk ini dibungkus dalam dus produk, dibalut dengan bubble wrap dan dimasukkan lagi ke dalam dus tebal. Aman deh untuk dikirim via ekspedisi ke mana pun.

maresha-green-glow

Pada boksnya tertulis keterangan produk, cara penggunaan, kandungan, nomor produksi, tanggal kadaluarsa, dan nomor POM. Ini berarti produknya aman ya karena Maresha Skincare sudah BPOM. 

Kandungan

Kandungan inti dari Maresha Green Glow dan  manfaatnya adalah sebagai berikut.

  • Tranexamic Acid berguna sebagai whitening agent membantu menghilangkan flek, mencerahkan, meratakan warna kulit dan melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
  • Disodium Acetyl Glucosamine Phospate dan Acetyl Hexapeptide 3 berfungsi sebagai anti aging untuk mengurangi garis‑ garis halus akibat penuaan, membantu meregenerasi sel, dan mengencangkan kulit.
  • Sodium Hyaluronate berfungsi untuk melembabkan wajah sehingga wajah kenyal dan lembut.
Kandungan lainnya sebagaimana tertera di kemasannya adalah Demin Water, Glycerin, Pentylene Glycol, Polyacrylate Crosspolymer-11, Carbomer, Sodium Hyaluronate, Maltodextrin, Lecithin, Phenoxyethanol, Triethanolamine, Fragrance, CI 19140, CI 42090.

Karena tidak mengandung hidroquinon dan merkuri, artinya produk Maresha Skincare aman untuk semua jenis kulit, tidak menimbulkan iritasi, serta aman untuk ibu hamil dan menyusui.

Tekstur, Warna, Bau

Maresha Green Glow bertekstur gel kental berwarna hijau. Saat diaplikasikan awalnya terasa lengket, namun gel ringan ini cepat meresap ke dalam kulit. Tidak ada bau yang mencolok dari produk ini, sehingga tidak mengganggu hidung saat diaplikasikan ke wajah.

tekstur-maresha-green-glow

Ulasan

Saya pakai produk ini pagi dan malam hari sesuai instruksi penggunaan. Setelah bangun pagi rasanya kulit lebih halus, kenyal dan lembab. Artinya, Maresha Green Glow benar-benar memberikan hidrasi pada kulit. Dan ada efek dewy juga, seketika setelah aplikasi pada kulit. Sedangkan saat dipakai di pagi hari, produk ini bisa sekaligus menjadi base make-up, sehingga bedak dan make-up lainnya terasa lebih awet di wajah.

Klaim produk ini yang mencerahkan kulit 3 kali lebih cepat, sedikit terasa dengan makin cerahnya warna kulit setelah 7 hari penggunaan. Klaim lainnya adalah Green Glow by Maresha ini mencerahkan wajah sekaligus mencegah penuaan dini. Berarti masalah penuaan seperti keriput, bintik hitam, kulit kendur, dapat dicegah atau diminimalkan. Yang saya rasakan, kulit wajah lebih cerah, agak glowing dan bintik hitam sedikit memudar. Mungkin jika digunakan dalam jangka waktu lama, benefit sesuai klaimnya lebih terbukti ya.

maresha-green-glow-testimoni
Penggunaan 7 hari, kulit lebih cerah,
bintik hitam menipis

Karena tidak ada masalah saat menggunakan produk ini, saya bakal lanjut terus ah. Kita lihat hasilnya setelah satu pot habis yak. Semoga makin lama efeknya  makin nampak, dan bintik hitam di wajah saya bisa menipis bahkan menghilang.


Sekilas Maresha Skincare

Produk-produk Maresha Skincare di bawah bendera Maresha Beauté, merupakan brand lokal asal Kota Bandung. Berdiri sejak tahun 2015, perusahaan (CV) Maresha Terbaik dicetuskan oleh Reza Pahlevi Lestari, pengusaha muda berbakat kelahiran 2 Februari 1997. Wanita yang sukses mengembangkan bisnisnya ke berbagai daerah di Indonesia ini pun menyabet penghargaan Women of Beauty di tahun 2019.

Dengan motto “Maresha Love Your Skin” Maresha kini dikenal memiliki sejumlah produk dan layanan di Maresha Skincare, Maresha Cosmetic, Maresha Aesthetic Clinic, Maresha Homewear dan Maresha Svelte. Produk Maresha Beauté sendiri dipasarkan melalui sistem keagenan dengan mitra kerja hampir di seluruh Indonesia.

Ada yang udah pernah coba pakai Green Glow juga? Share yuk pengalamannya di kolom komentar.

Selasa, 12 Januari 2021

Teachers, Hiburan Kocak Saat Di Rumah Aja

Awal tahun 2021 ini pandemi masih belum berlalu dan kita diimbau untuk tetap di rumah. Enjoy aja yuk.. Ada banyak hal kok yang bisa dilakukan di rumah. Di luar jam kerja, salah satu hiburan saya saat di rumah adalah nonton film. Saya pendukung perfilman lokal loh, meski tak jarang juga nonton film luar negeri lainnya. 

Sebelum masa karantina, biasanya paling tidak sebulan sekali saya diajak anak-anak ke bioskop. Yak, anak-anak yang ngajak bundanya nonton, bukan sebaliknya hehe... Tapi, hampir sepanjang 2020 yang lalu, kami off ke bioskop. Dan dunia perfilman Nusantara pun terasa terkena imbas pandemi ya, sepi film baru. Untungnya sekarang ada STRO. Ada yang udah tau?

Jadi, ceritanya 8 Januari 2021 yang lalu, saya dan beberapa blogger lainnya berkesempatan nonton pemutaran perdana film Teachers. Ini spesial banget dan pengalaman pertama buat saya. Saat itu para blogger, pemain dan crew film serta rekan-rekan media, nobar (nonton bareng) film secara daring. Ajang Online Screening & Press Conference Film Teachers dibuka dengan sambutan dari Sarjono Sutrisno, sang sutradara. Dilanjutkan dengan sepatah kata dari pemeran utama dan juga beberapa pihak di belakang layar produksi film bergenre komedi aksi ini. Setelah itu dilakukan pemutaran film untuk ditonton bersama, lalu ada acara tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama para pemain.


Gelitik film Teachers

Teachers merupakan salah satu hasil kolaborasi SAS Film, Skylar Pictures dan STRO yang dihadirkan khusus untuk STRO. Film yang dibintangi oleh Yova Gracia sebagai Agnes dan Estelle Linden sebagai Meg ini, bercerita mengenai duet polisi wanita dan guru yang beraksi dalam rencana penangkapan sindikat narkoba terselubung di sebuah sekolah dasar. 

Kehadiran komedian senior seperti Tarzan, Epy Kusnandar dan Rizki Mocil beneran bikin perut terkocok. Selain itu, ada penampilan dari Garry Iskak, Teddy Syah, serta beberapa kameo, yang menjadi kejutan menggelitik di setiap adegannya. 

Adegan laga tembak-tembakan saat kejar-kejaran mobil cukup seru juga. Dikemas bak film Hollywood, Teachers tidak sekedar menampilan lelucon slapstick, tapi juga mempertontonkan beragam aksi seru. Terselip pesan moral pentingnya kerjasama dan saling menyemangati, dalam adegan kompetisi anak-anak di sekolah. Oya, meski berlatar sekolah dasar serta menampilkan juga pemeran anak-anak yang tak kalah kocak, tapi ini bukan film semua umur ya. Pendampingan orang tua diperlukan jika anak ikut menonton film berdurasi 80 menit ini. 

Film Teachers merupakan besutan sutradara Sarjono Sutrisno, sosok yang dikenal pada perfilman nasional sebagai executive producer untuk Skylar Pictures, Aletta Pictures dan SAS Films. Ia sudah berpengalaman sejak 2008.

Tentang STROTV

STROTV adalah aplikasi streaming berbasis langganan (SVOD) dari Stroworld. Aplikasi ini dapat diakses melalui Android, iOS ataupun via browser. For info, biaya langganannya cuma Rp10.000/bulan loh. Dengan uang ceban itu kita bisa nikmatin banyak banget film-film karya terbaik Indonesia. Kerennya lagi, seluruh konten film STRO itu original produksi STRO. 

Aih, jadi gak sabar pingin nonton film lainnya di STRO.