Minggu, 23 Februari 2020

Buku Ayana Journey to Islam, Sepenggal Kisah Inspiratif Mualaf Korea

Cemil bukan penggemar film Korea, drakor apalagi K-Pop. Tapi kali ini mau cerita tentang cewek Korea ah. Tepatnya mau review bukunya Ayana, mualaf cantik asal Korea yang menceritakan perjalanan hijrahnya.

Btw, jika saya bukan pengguna kosmetik Wardah, mungkin saya juga tidak terlalu ngeh siapa Ayana. Yup, gadis ini makin hits saat menghiasi akun Instagram Wardah Beauty dan belakangan muncul di iklan layar kaca sebagai brand ambassador merek kosmetik halal itu. 


Mengikuti Instagram @xolovelyayana, siapapun bisa menilai orang ini workaholic. Gak ada capeknya! Indonesia-Malaysia-Korea, tiga negara itu dikunjunginya bolak-balik, gak tau dalam sebulan berapa kali aja. Misal, hari ini update post sedang di Jakarta, 3 hari kemudian di Kuala Lumpur, tau-tau minggu depan udah di Korea lagi sambil ngasih info jadwal, kalau 2 minggu lagi dia akan ke Bandung, lalu Surabaya. Wadaw! Luar biasa deh energinya. Kerja dan bisnis, itu jawaban yang kerap ditulis dalam kolom komentarnya, saat ditanya netizen untuk apa dia mondar-mandir. 

Resume Perjalanan Jihye Menjadi Ayana

Buku Ayana Journey to Islam mengisahkan sosok Jihye, nama lahir gadis kelahiran 1995 ini menjadi seorang Ayana. Jihye sejak kecil suka politik, mewarisi gen dan kebiasaan keluarganya yang bebas berdebat serta bicara politik. Inilah yang mengantarkannya menuju Islam, saat ia tertarik mempelajari Timur Tengah yang kondisi politiknya sedang memanas saat itu.
Dianugerahi kecerdasan, Jihye yang berprestasi di sekolahnya, terus belajar ketertarikannya di luar sekolah. Tidak ada ustadz atau ustadzah. Ia belajar Timur Tengah dan Islam hanya bermodal ikut seminar, baca buku, dan berselancar internet. Hingga pada suatu titik Jihye mempertanyakan dirinya, "what is the point of learning all of these?"

Saya cukup takjub membaca bab Hijrah buku ini. Jihye mengucap syahadat di usia 17 tahun, dan baru diketahui keluarganya setahun kemudian. Keputusan Ayana memperdalam Islam di luar Korea menghentikan semua dukungan keluarganya, termasuk finansial. Di situ ia tak patah semangat, tapi malah bekerja keras sendiri untuk menabung, mewujudkan niatnya yang sudah bulat. Stubborn in a good way, memang pantas jadi sebutannya. Hingga akhirnya Ayana berhasil ke Malaysia dengan biayanya sendiri.

Hijrah ke Malaysia bukan tanpa rintangan. Niat melanjutkan studinya tersandung biaya dan konsentrasi, karena ia kuliah sambil bekerja. Di awal hijrahnya ke Malaysia, untuk pertama kali dalam hidupnya, Ayana gagal. Saat rencananya buyar, ditambah kesendiriannya di negeri orang, Ayana hampir menyerah dan akan kembali ke Korea.

I Love Indonesia

Rencana Allah memang indah pada waktunya. Sebelum balik ke Korea, Ayana menyempatkan "main" ke Indonesia, tapi ternyata malah mendapatkan jalannya dari situ. Indonesia akhirnya membawa wanita Korea ini hingga menjadi dirinya sekarang.

Proses belajar yang sebenarnya, terjadi ketika kita melakukan apa yang kita pelajari - Ayana

Ada rasa haru dan bangga membaca perjalanan hidup Jihye menjadi Ayana di buku setebal 130 halaman ini. Dari caritanya tergambar sosok seorang yang cerdas, mandiri, teguh pendirian. Masih muda dan cantik pula. 3B : Brain-Beauty-Behavior komplit ada di pribadinya. 

Yang sedikit menggelitik saya adalah cerita dan kesannya tentang Indonesia. Pertama dia bilang, Ayana viral dalam semalam, setelah diundang dan muncul di salah satu stasiun televisi Indonesia. Padahal sewaktu di Malaysia, dia pun sempat masuk TV tapi tanggapan masyarakat sana biasa aja, tak se"heboh" di Indonesia. Hmmm... 

Yang kedua, dia cerita merasa nyaman berada dekat teman-teman muslimnya di Indonesia. Pasalnya, dia tidak merasa takut salah atau takut dianggap bodoh tentang Islam, karena orang yang Islam sejak lahir pun terkadang sama tidak tahunya dengan Ayana yang mualaf, sehingga mereka bisa belajar bareng. Ini positif atau... Eh, apa saya aja ya yang merasa tersindir halus? Hehehe!


Penggalan Kisah Inspiratif

Sepenggal kisah hijrah Ayana di bukunya, buat saya layak dibaca sehingga pembaca dapat melihat sisi lain seorang selebgram. Ada beberapa bagian yang timeline-nya terkesan loncat-loncat. Jadi saya yang membaca agak berfikir, ini waktunya kapan ya? Saat Ayana SMP kah, atau SMA?  Namun ini tidak menggangu keseluruhan kisahnya.

Overall, buku Ayana Journey to Islam termasuk bacaan ringan yang menarik, mudah dipahami dan inspiratif. Apalagi dengan tambahan beberapa foto pribadinya yang turut "bercerita". Sepertinya banyak blank spot yang belum terceritakan di buku ini, mungkin karena keterbatasan halaman buku. 

Padahal jika ceritanya lebih rinci lagi pun, saya yakin pembaca mau membayar lebih untuk halaman kisah Ayana.

Buku Ayana Journey to Islam diterbitkan oleh Gramedia Pustaka, dan akan tersedia di seluruh toko buku Gramedia pada awal Maret 2020 seharga Rp95.000. Saya membelinya pre order di Shopee beberapa waktu yang lalu dan dapat bonus kartu pos, pembatas buku, serta produk Wardah.


Minggu, 19 Januari 2020

Praktisnya Cari Bunga Favorit di Flower Advisor

Aster.  Bunga yang dalam bahasa Inggris disebut daisy ini masih satu rumpun dengan bunga matahari. Jelas ya? Bentuknya memang mirip, tapi aster punya ukuran lebih kecil dan berwarna warni.

Mungkin kebanyakan orang hanya mengenal aster berwarna putih, yang penampilannya cantik sekali. Padahal ada warna-warni lainnya dari bunga ini yang lebih cantik lagi. 

Saya tidak ingat kapan mulai suka dengan bunga ini. Yang jelas, melihat kumpulan bunga aster, di taman maupun di pajangan, sukses membuat mata dan pikiran saya tiba-tiba fokus memandangi kecantikannya. Sampai segitunya? Iya lho… ini mungkin karena karakter bunga aster yang memikat hati.

Apa Sih Karakter dan Makna Bunga Aster?

Kelopak bunga aster menutup pada malam hari dan terbuka lagi saat fajar tiba. Ini  melambangkan awal baru yang berarti selalu semangat menyambut hari baru. 

Bunga yang termasuk dalam famili Astereceace ini mengambil namanya dari bahasa dan dewi Yunani, Asteria yang artinya bintang. Konon, bunga aster terbentuk saat dewi Asteria menangis. Karena mitologi tersebut, bunga dengan banyak kelopak ini, kerap diartikan sebagai simbol ketulusan dan kepolosan sesuai karakter sang Dewi.

Banyak orang percaya bahwa bunga aster adalah lambang kesetiaan cinta dan kesabaran. Dengan begitu, memberikan bunga aster pada seseorang, sama dengan memberikan pertanyaan kepada orang itu tentang “cinta ataukah tidak”. Hayoo siapa yang mau ngasih saya rangkaian bunga aster? Hehe

(Gambar: etsy.com)

Penampilan aster juga indah dilihat, segar serta cantik. Karena alasan itu, menjadikan bunga yang memesona setiap mata yang memandang ini, banyak digunakan untuk dekorasi dan hadiah berbagai acara seperti hari ulang tahun, wisuda, hingga pernikahan.

Fakta Menarik tentang Aster

Tidak hanya mengandung berbagai filosofi, bunga aster juga punya beberapa fakta menarik seperti di bawah ini.
  1. Aster tersebar di seluruh dunia, punya lebih dari 600 spesies bunga, dan membentuk hampir 10% dari semua tanaman berbunga di planet ini. Artinya, tanaman cantik ini terhampar banyak sekali di bumi. Salah satu jenisnya yang populer adalah Aster Gerberas.
  2. Sekuat keindahannya, bunga aster bermekaran sepanjang tahun dan dapat beradaptasi dengan hampir semua lingkungan, mereka bahkan dapat hidup tinggi di pegunungan. Mereka juga bisa tumbuh di berbagai iklim cuaca lho, mulai dari daerah yang tropis sampai ke daerah yang lebih dingin.
  3. Bunga aster bukanlah jenis bunga tunggal, meski terlihat seperti bunga yang tunggal. Namun, aster sebenarnya adalah kumpulan dari bunga yang sangat kecil, yang dikelompokkan dan dikelilingi oleh kelopak yang berwarna-warni.
  4. Warna kelopak putih adalah tampilan bunga aster yang paling ikonik, tetapi sebenarnya mereka punya banyak warna lain seperti kuning, oranye, merah, pink serta ungu. Sedangkan  pusat (bagian tengah) bunganya ada yang berwarna kuning, putih, coklat, atau merah gelap. 
  5. Aster tidak mengenal musim untuk berbunga sehingga mudah didapat.
  6. Tumbuhan ini bertahan hidup rata-rata setahun
  7. Tidak seperti anggrek yang perlu mengelabui lebah untuk diserbuki, tampilan bunga aster sangat menarik perhatian lebah dan serangga lain untuk mendekat. Ini yang membuatnya sering dijuluki sebagai bunga ramah (friendly).
  8. Aster dapat gunakan sebagai tanaman obat. Beberapa penelitian menemukan manfaat aster untuk kesehatan, seperti meredakan gangguan pencernaan, meringankan batuk, memperlambat perdarahan, serta mengurangi sakit punggung.
Warna-warni bunga Aster. Cantik ya..!
(Gambar : Canva)

Di Mana Cari Bunga Aster?

Sampai saat ini, aster menjadi salah satu komponen rangkaian bunga yang penting. Selain memperindah, bunga yang cantik ini mampu bertahan segar selama 14 hingga 20 hari di dalam vas bunga. 

Seperti bunga lainnya, mencari bunga aster sudah pasti mudah ke toko bunga alias florist. Untuk praktisnya, saat ini banyak juga toko bunga online, yang menawarkan aneka bunga untuk berbagai acara dan keperluan, yang dapat diakses melalui gawai.


Terlebih untuk orang-orang sibuk yang tak sempat mengunjungi toko bunga, memilih dan memesan bunga di toko bunga online sangatlah memudahkan. 

Toko bunga online terdepan menurut saya adalah Flower Advisor. Toko yang buka 24 jam sehari dan 7 hari seminggu ini, punya cabang-cabang di mancanegara seperti Australia, Malaysia, Indonesia, Filipina, India, Singapura, Hongkong, Amerika, Inggris. Itu sebabnya pengiriman order di toko bunga ini bisa ke seluruh kota di Nusantara hingga ke mancanegara yaitu ke 110 negara. 

Selain di Indonesia, Flower Advisor punya banyak pelanggan setia di berbagai negara lainnya meliputi Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Indonesia, Malaysia, Tiongkok, Korea, Jepang, Kanada, Italia, Spanyol, Meksiko, Perancis, dan Australia. So, tak ada keraguan untuk pesan bunga yang diinginkan di sini. 

Keunggulan Flower Advisor


Selain keunggulan pengiriman Internasional, produk di Flower Advisor juga sangat lengkap. Berbagai jenis bunga cantik tersedia di sini. Contohnya, saat saya mencari aster, bunga favorit saya, saya akan menuju ke situs Flower Advisor. Tulis kata kuncinya: Daisies, Daisy, atau Gerberas, maka aneka rangkaian bunga yang menggunakan aster akan muncul, menggoda untuk segera diorder.

Koleksi rangkaian bunga yang menggunakan aster
di Flower Advisor

Selain dengan kata kunci nama bunga, pencarian rangkaian bunga, hadiah maupun hantaran di toko bunga ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan acaranya. Klik produk, lalu pilih acara, aneka bunga untuk acara bisa dipilih di sana, mulai dari anniversary, ulang tahun hingga ucapan simpati. Bentuknya bisa buket bunga, bunga papan, flower box, atau bunga meja dengan vasnya. 

Tak hanya bunga, FlowerAdvisor juga menyediakan ide hadiah lainnya. Untuk bayi yang baru lahir misalnya, ada paket popok bayi baru lahir, pakaian bayi, sepatu dan sarung tangan atau satu set mangkuk, mainan, sisir, cangkir dan botol, hingga kereta dorong bayi. 

Ada pula paket kue, cokelat, dan boneka beruang, untuk pilihan kado atau parcel istimewa lainnya. Wah komplit ya.

Jika dari semua produk di katalog toko bunga ini tak ada yang sesuai dengan keinginan, kita bisa request juga lho untuk dibuatkan customize order. Caranya, dengan mengisi formulir customize order, dengan melengkapi deskripsi order, waktu pengiriman beserta budget-nya. 

Mudahnya lagi, pembayaran order di Flower Advisor dapat menggunakan kartu kredit, kartu debit, Paypal, melalui minimarket, hingga dompet digital. Seluruh metode pembayaran ini aman dan dapat dipilih sesuai kenyamanan masing-masing pembeli.


Yang paling saya suka, pengiriman bunga ke wilayah Jakarta gratis biaya pengiriman di hari yang sama. Jadi, dari pada saya mencari toko bunga Jakarta lainnya, saya memilih Flower Advisor untuk memenuhi kebutuhan bunga, baik untuk pribadi maupun untuk hadiah. Praktis, cepat, hemat.

5 Langkah Order di Flower Advisor


Cara untuk memesan bunga di toko ini sangat mudah. Hanya 5 langkah sebagai berikut.

Pertama, pilih negara di mana mau order, atau alamat tujuan pengiriman. Siapa tahu pembeli di  Indonesia mau mengirim buket bunga untuk rekanan di Singapura. Lewat Flower Advisor, hal ini mudah saja dilakukan. Apalagi dalam satu negara, ataupun satu kota.

Kedua, pilih produk yang akan dipesan. Dengan pilihan yang bejibun yang cantik-cantik, kalau saya rasanya sih ingin pesan semuanya hehehe... Disesuaikan dengan kebutuhannya ya, langkah yang kedua adalah memilih jenis bunga yang akan dipesan.

Ketiga, pilih tanggal pengiriman. Kapan pembeli berencana akan mengirimkan pesanan. Ke tempat yang dituju sebagai hadiah, atau ke alamat sendiri untuk  kebutuhan pribadi.

Keempat, bayar order sesuai harga yang tertera saat checkout. Oya pemesanan lewat daring bisa hemat juga lho, karena dapat potongan harga 10%. Asik!

Kelima, order akan dikirim pada tanggal yang dipesan. Silakan ditunggu.

Praktis banget kan? Senang rasanya ada Flower Advisor ini yang memungkinkan pemesanan bunga kapanpun di manapun untuk keperluan apapun, tanpa takut bertransaksi. Cari aster atau bunga favorit lainnya? Gampang... Di Flower Advisor aja!

#bridgingthedistance #floweradvisor

Selasa, 31 Desember 2019

Narman, Pemuda Baduy yang Berani Berlari dalam Ikatan Tali Adat

"Di Baduy tak ada kebiasaan mengagumi seseorang dari kesuksesan. Jadi, ya biasa aja", ujar Narman menjawab pertanyaan bagaimana sikap keluarga dan masyarakat setelah namanya terkenal di luar Baduy.

Narman, pemuda dari suku Baduy Luar kelahiran 1989, sukses menjadi pebisnis hasil karya pengrajin suku asli di pedalaman Banten. Kiprah Narman berjualan daring dalam keterbatasan aturan adat, mengantarnya dianugerahi Satu Indonesia Award di bidang Kewirausahaan pada tahun 2018, dengan julukan Pembuka Cakrawala Baduy.

Narman - Peraih SIA dari Baduy (Sumber: dokumen pribadi)

Lewat Membaca, Narman Membuka Jendela Dunia


Tak pernah mengenyam pendidikan secara formal, Narman mengaku mengenal abjad dari orang tuanya. Suku Baduy di pedalaman Lebak, Banten, yang terdiri dari Baduy Luar dan Baduy Dalam, kental dengan aturan adatnya yang menolak sentuhan modernisasi ke dalam seluruh sisi kehidupan. Ini termasuk listrik, sekolah, alat transportasi modern, atau teknologi lainnya. Itu sebabnya di wilayah Baduy tak ada sekolah. Warga Baduy Dalam bahkan tak ada seorangpun yang bisa baca tulis.

Selayaknya anak-anak Baduy lainnya, Narman kecil dahulu hanya punya aktivitas bermain dan membantu orang tuanya berjualan. Keadaan terasa berubah setelah anak kedua dari empat bersaudara ini mampu membaca. Ungkapan bahwa buku adalah jendela dunia benar dirasakan olehnya.

Sejak lancar membaca, Narman mulai menyukai novel yang berkisah tentang makna kehidupan. Sejak itu juga ayah 2 anak ini tertarik dengan ilmu pengetahuan lainnya. "Meski tidak bersekolah, tapi saya terus belajar secara mandiri", katanya.

Hobi membaca dan belajar membawa pria ini berkenalan dengan dunia internet. Tepatnya di 2009, ia pertama kali mengenal istilah situs atau website. Hebatnya, pengetahuan pemuda yang tak pernah sekolah ini, dapat melebihi kemampuan orang seusianya yang belajar formal. Ia juga sering mencari sumber-sumber informasi yang dibaca di buku, misalnya dengan mengunjungi Wikipedia. Setelah itu Narman mulai mengenal media sosial seperti Friendster, Flickr, Facebook.

Buku-buku serta informasi yang begitu banyak di Internet tetap menjadi tempatnya untuk menimba ilmu. Selain itu, tambahan ilmu juga didapat dari temannya yang mengajarkan pembuatan website, sehingga Narman mengenal Hosting, CMS dan Coding.

Tahun 2016, saat digelar festival Baduy oleh Pemerintah Daerah, pria yang punya banyak koleksi buku ini, ikut membuka stan dengan produk yang dipinjamnya dari tetangga. Kala itu, ada pengunjung yang menyarankan untuk memanfaatkan Internet untuk berjualan. Dari situ cikal penjualan produk Baduy secara daring. Lewat hampir semua Marketplace, dan kini lewat website sendiri serta instagram, Narman serius menggarap usahanya yang diberi nama Baduy Craft. Ia menjadi sadar betul akan kelebihan berbisnis secara daring, yang dapat menjangkau pasar lebih luas, dibandingkan dengan berjualan langsung atau menunggu pembeli datang.

Lewat internet pula ia bertekad untuk mengenalkan, memberi pengetahuan, dan mempromosikan adat budaya Baduy yang harus dilestarikan.

Antara Bisnis dan Lari

Tak banyak yang mengekspos sisi lain dari seorang Narman sebagai seorang atlet lari. Ya, di samping kesibukannya berbisnis, Narman kerap mengikuti berbagai lomba lari, baik tingkat Kabupaten, Provinsi, maupun yang diselenggarakan berbagai instansi.

"Hobi saya dua: baca dan lari", ujar Narman bercerita.


Beberapa lomba lari yang diikuti Narman
(Sumber: dokumen pribadi)

Uniknya, sebagai pelari ia merasa tak perlu latihan khusus untuk mengasah keterampilannya berlari. Ini disebabkan karena ia dan kebanyakan orang Baduy lainnya telah terbiasa naik turun gunung, bahkan tanpa alas kaki.

Bayangkan saja aktivitas keseharian Narman untuk bisa berjualan secara daring. Bangun jam 4 pagi lalu berjalan kaki ke desa tetangga di Ciboleger sejauh 2 kilometer, tempat terdekat adanya sinyal dan listrik. Lalu jogging pagi sampai jam 6 atau 7 pagi. Selanjutnya, ia membuka ponsel untuk melihat website, instagram, dan WhatsApp untuk membalas chat atau memastikan apakah ada customer. Narman pulang ke rumah sore hari sekitar pukul 16.30, juga dengan berjalan kaki. Sementara untuk mengirim barang pesanan, pria ini harus menempuh 12 kilometer berjalan kaki untuk sampai ke agen pengiriman barang terdekat.

"Nggak capek, saya malah suka. Karena biasanya setelah jalan kaki, saya latihan lari atau jogging", tuturnya.

Terus Berbisnis Daring Meski Ditentang Ketua Adat

Upaya Narman membuka jalan baru bagi penjualan produk kerajinan Baduy secara daring, bukan perkara mudah. Meski keluarga mendukung langkahnya, pria yang tinggal di kampung Marengo, Banten ini, terganjal adat menghormati leluhur yang tak boleh bersentuhan dengan dunia modern. Pemuda cerdas ini perlu meyakinkan Ketua Adat, bahwa usaha yang dijalankannya melalui internet murni hanya dimaksudkan untuk membantu menggerakkan perekonomian warga Baduy, bukan untuk mengubah adat dan budaya Baduy.


Setelah Ketua Adat Baduy Luar merestui, tantangan utamanya kini adalah Ketua Adat di Baduy Dalam, yang berkeras menentang langkah yang diambil Narman dalam berjualan. Namun menurut pria ini, setelah beberapa waktu sampai sekarang, sudah tak pernah terdengar lagi larangan khusus untuknya. "Mungkin karena bosan menegur ataupun melihat sisi positifnya," jelas pria usia 30 tahun ini.

Hingga sekarang Narman tetap memasarkan produk kearifan lokal Baduy terutama lewat website dan Instagram. Selain itu, ia juga merambah pameran kerajinan tangan di sejumlah mal. Produk yang dijual berupa kain tenun, tas rajutan, kalung, gelang, ikat kepala, dan kerajinan khas Baduy lainnya. Pria ini berhasil merangkul 25 orang pengrajin warga Baduy untuk bekerjasama dengan 3 macam sistem, yaitu titip jual, beli putus dan paparonan (bagi hasil). Dengan sistem ini, rekor omset yang pernah diperoleh Baduy Craft secara daring saja dalam sebulan menembus Rp50 jutaan.

Kain tenun khas Baduy (Sumber: Instagram @baduycraft)
Tas koja khas Baduy (Sumber: Instagram @baduycraft)
Tas kepek khas Baduy (Sumber: Instagram @baduycraft)

Asa Narman untuk Baduy


Dibalik sepak terjangnya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Baduy, Narman menyimpan asa untuk tanah kelahirannya. Menurut pria ini, Baduy dengan kearifan adatnya sangat sayang jika berubah. Namun ia tak menampik bahwa perubahan itu pasti terjadi, terutama untuk alasan kebutuhan hidup yang juga berubah. Sekencang ia berlari, Narman sangat berharap ada banyak juga anak-anak muda Baduy yang berani, yang mau belajar hal-hal baru untuk menopang ekonomi, serta dapat bertahan dari gempuran perubahan zaman tanpa meninggalkan kewajiban melestarikan adat.

"Belajar tentang adat, juga imbangi dengan pengetahuan umum. Bukan berarti harus bersekolah, justru kalau sekolah nanti tujuan hidupnya jadi nggak murni lagi. Tak ada kurikulum di Negeri ini yang bisa menjamin anak-anak Baduy terdidik dengan konsep hidupnya yang luhur itu. Lebih baik belajarlah sendiri serta dari orang tua", tuturnya berharap.

#KitaSATUIndonesia #IndonesiaBicaraBaik


Tersesat Menyenangkan di Kampung Labirin

Kolaborasi adalah diksi yang membuat mimpi tak lagi sekedar asumsi. Sementara kerja sama adalah kata kerja yang menguatkan aku dan kamu menjadi kita 

Sepenggal kata bijak apik yang terpampang di dinding rumah warga ini, menyimpan makna tersurat dari eksistensi Kampung Labirin, sebuah pemukiman penuh gang di tengah kota Bogor, Jawa Barat. Ya, berkat kolaborasi antara penduduk lokal, LSM, pemerintah dan Astra, kawasan tinggal RW 10 Kampung Kebon Jukut, Kelurahan  Babakan Pasar, Bogor Tengah sukses disulap menjadi kampung wisata.

Selamat Datang di Kampung Labirin
Adalah Komunitas Terminal Hujan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif berinteraksi dengan penduduk setempat. Selain aktivitas utamanya mengajar baca-tulis-hitung untuk anak di wilayah Kebon Jukut dan sekitarnya, LSM ini dan warga sering duduk bersama, sehingga mencetuskan gagasan pembuatan Kampung Labirin di tahun 2018. "Yang menarik adalah ini merupakan kolaborasi dari berbagai stakeholder. Ada pemerintah, LSM, swasta, warga. Semuanya punya kontribusi di sini", tutur Anggun Pesona, perwakilan dari Komunitas Terminal Hujan yang saya temui.

Ada sekitar 300 kepala keluarga di kampung ini, dengan demografi penduduk yang plural. Berbagai suku bermukim di sini. Selain Sunda asli Bogor, ada juga etnis Jawa, Sumatera dan Tionghoa. Begitu juga dengan agama dan mata pencahariannya yang beragam. Namun semua warga berbaur mesra di kampung seluas 3 hektar ini.

Potret Pemberdayaan Potensi Lokal

Selain Anggun, siang itu saya juga ditemani warga setempat yaitu Pak Lili dan Anis, untuk berkeliling di Kampung Labirin.

Akses menuju lokasi Kampung Labirin tidak sulit. Kawasan ini berada di belakang terminal bus Baranangsiang, dekat lapangan di Jalan Riau. 

Gerbang labirin alias gang masuk ke pemukiman warga, adalah jembatan besi yang membelah sungai Ciliwung yang tergolong dangkal. Sungai ini masih dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan cuci. Meskipun tidak bisa dibilang jernih, namun kondisi sungai di sini jauh lebih bersih dibandingkan dengan 5 tahun ke belakang yang penuh dengan sampah.

Jembatan menuju "labirin"
Sekilas, Kampung Labirin tampak seperti perkampungan penduduk biasa. Rumah-rumah sederhana di bantaran sungai memadati kawasan RW 10. Suasana agak terasa berbeda saat mulai masuk labirin. Jalanan gang dengan paving block terlihat bersih. Beberapa mural menghiasi dinding rumah warga, yang membuat kepala pengunjung menoleh. Ada tulisan kata-kata bijak penuh makna, juga ada lukisan beraneka ragam.

Kata-kata bijak di dinding rumah warga
Perihal jalanan gang yang bersih, menurut Pak Lili adalah berkat kekompakan warga. Setiap 2 kali sehari pagi dan sore, pemuda-pemuda warga bergilir ditugasi mengambil sampah di rumah-rumah warga. Selain itu, ada banyak tempat sampah disediakan di sekitar pemukiman, dan warga diarahkan untuk selalu membuang sampah ke tempatnya. "Alhamdulillah, setelah menjadi Kampung Labirin, kesadaran warga meningkat, termasuk pembagian jadwal pengambilan sampah yang sudah terorganisir," cerita Pak Lili. 

Tempat sampah di lingkungan warga
Jalanan gang Kampung Labirin yang bersih
Beberapa sudut kampung ini, yang disentuh dengan nilai seni, menjadi keunikan tersendiri, karena semuanya hasil kreativitas warga. Seperti yang saya saksikan saat tiba di sebuah gang di sana, seorang warga sedang melukis di tembok rumah sehingga terlihat cantik dan eye catching

Selain itu, dengan keterbatasan lahan, warga juga menanam tumbuhan dengan sistem aquaponic di beberapa tempat. "Yang ditanam ada kangkung, cabe, stroberi. Di bagian bawahnya bisa untuk memelihara lele," ujar Anis menjelaskan.

Warga sedang mempercantik dinding rumah dengan lukisan

Tanaman aquaponic dan kolam lele
Setelah menjadi salah satu Kampung Berseri Astra di kota Bogor, dampak sosial pengembangan Kampung Labirin sangat terasa. Potret hasil swadaya masyarakat yang ditampilkan di kampung ini dapat mematahkan stigma bahwa semua kampung itu kumuh. Bahkan di tahun 2019 ini, Kampung Labirin berhasil menjadi Juara ke-3 Lomba Kampung Tematik se-Bogor.

Kata kuncinya adalah peran aktif warga. 

Lalu, bagaimana cara menggerakkan warga Kampung Labirin untuk antusias membangun kampungnya? Anggun menjelaskan, pendekatan awalnya adalah kepada para leader atau pemuka. Selanjutnya, mereka yang berperan menjadi change agent, mendorong seluruh warga. Tantangannya tidak mudah, namun perlahan-lahan warga dapat diajak bekerja sama, karena mereka juga yang merasakan hasilnya.

Satu hal yang berkesan kental saat saya menyusuri Kampung Labirin adalah penerimaan warga yang ramah, baik tua maupun muda. Mengajak bersalaman, melempar senyuman, bersemangat menjawab pertanyaan, membuat saya malas beranjak dari kampung ini.

Festival Kampung Labirin Astra Honda, Keseruan Atraksi Dalam Gang Sempit

Di bawah naungan Yayasan Astra Honda Motor, Kampung Labirin menjadi spot pariwisata kota Bogor melalui penyelenggaraan festival yang konsepnya mengangkat potensi budaya, sosial dan ekonomi lokal. Festival Kampung Labirin Astra Honda inilah yang menjadi daya tarik untuk wisatawan. Acara ini tidak diselenggarakan setiap hari, melainkan pada jadwal tertentu yang ditentukan melalui rapat pengurus organisasi Kampung Labirin. Informasi jadwal festival dapat ditemukan di Instagram @kampunglabirin.

Banyaknya gang di kampung urban ini, memang berbelok-belok bak labirin yang menyesatkan. Namun, tersesat di Kampung Labirin bakal menyenangkan pengunjung karena ada banyak atraksi dan tontonan yang disuguhkan warga. 

Peta Festival Kampung Labirin
Menurut Anggun, festival di kampung ini menjual experience lewat interaksi dengan warga dan menonton berbagai atraksinya. Festival dibuka untuk umum, tapi pernah juga ada perusahaan yang minta dibuatkan aktivitas khusus untuk mereka. Turis mancanegara yang pernah datang ke Kampung Labirin ada dari Singapura, Jepang dan Amerika.

Pada saat festival, pengunjung yang datang akan ditemani tour guide masuk ke gang Kampung Labirin. Lalu di gang ada berbagai suguhan atraksi yang dapat dinikmati. Ada tari jaipong, marawis, musik stomp, serta angklung persembahan talenta para remaja dan pemuda kampung. Lalu ada stand penjualan hasil kerajinan tangan warga. Spot kuliner lokal tak kalah menarik. Industri rumah tangga pembuatan emping jengkol dapat disaksikan dan dibeli hasilnya di Galeri Jengkol. Selain itu, kuliner khas lokal lainnya yang dapat dinikmati ada Nasi Tutug Oncom, Es Pala, Es Mangga, Kopi Jenaka, Mie Glosor, Toge Goreng dan lainnya.

Tari Jaipong (Sumber: Instagram @kampunglabirin)
Marawis (Sumber: Instagram @terminal_hujan)
Pembuatan emping jengkol di rumah warga
 
Wahana air berupa keliling sungai dengan perahu karet juga bisa dinikmati pengunjung. Wahana ini satu-satunya aktivitas yang dibuka setiap hari untuk umum. Dengan tarif sekali naik Rp5 ribu untuk 15 menit, penghasilan yang didapat berkisar Rp250 ribu - Rp400 ribu per hari.

Wahana Air Kampung Labirin
Seluruh kegiatan festival adalah partisipasi warga setempat, tanpa ada orang dari luar kampung. "Ini seperti selebrasi pemberdayaan warga" ujar Anggun. Dukungan pemerintah daerah dalam hal ini Kelurahan, juga sangat membantu terselenggaranya kegiatan Festival Kampung Labirin Astra Honda. Sejak dibuka Desember 2018, Kampung Labirin telah 4 kali menyelenggarakan festival, dengan rata-rata pengunjung lebih dari 50 orang.

 

KBA, Model Kampung Ideal

Menjadi Kampung Berseri Astra (KBA), Kampung Labirin kini tak hanya menjadi representasi kampung ideal dari segi sosial ekonomi. Lebih dari itu, Bogor kini punya tambahan destinasi wisata, yang dapat turut meramaikan kunjungan turis ke Kota yang terkenal dengan talas ini.

KBA adalah wujud program Corporate Social Responsibility PT Astra International Tbk yang diimplementasikan untuk masyarakat di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah bersama-sama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di KBA.

Program KBA telah berjalan sejak tahun 2013, dan hingga kini Grup Astra telah memiliki 86 KBA yang tersebar di 34 provinsi di Nusantara.

Anis, warga lulusan SMK ini, dapat ditemui di gerai kopi saat Festival Kampung Labirin. Rasa memilikinya terhadap Kampung Labirin tergambar dari tutur kata, dan menjadi salah satu contoh anak muda warga yang bersemangat membangun kampung tempat tinggalnya. Harapan Anis sebagai warga, KBA Kampung Labirin dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata, sehingga meningkatkan taraf hidup seluruh warga.

Anggun & Anis - Narasumber

#KitaSATUIndonesia #IndonesiaBicaraBaik

Rabu, 25 Desember 2019

SehatQ, Sahabat Cerdas untuk Hidup Sehat

Data yang dirilis Hootsuite - We Are Social di awal 2019 lalu tentang pengguna internet dan media sosial di Indonesia, cukup menggugah saya. Pengguna internet terus berkembang, termasuk di Indonesia. Hootsuite melansir, dari total populasi Indonesia 268,2 juta, sebanyak 150 juta penduduk merupakan pengguna internet. Artinya, 56% atau lebih dari separuh penduduk Indonesia terhubung dengan internet alias sudah melek internet. Angka ini kabarnya naik 13% dari data tahun sebelumnya. So, bukan mustahil tahun 2020 nanti angkanya bakal naik lagi.

Data Pengguna Mobile, Internet dan Medsos di Indonesia
Versi Hootsuite, Januari 2019

Data di atas menunjukkan bahwa internet di zaman now, tampak semakin jadi salah satu kebutuhan. Inilah yang kemudian memunculkan aneka platform digital untuk berbagai keperluan, baik barang maupun jasa.

Nah kamu, yang sedang baca ini, bagian dari penduduk yang 56% itu lho. Hehehe... 

Lalu dipakai untuk apa aja nih internetnya? Teknologi cerdas, penggunanya harus cerdas juga dong. Dari pada berselancar (browsing) iseng doang, mending tuk cari informasi yang bermanfaat ya. 

Udah tau belum kalau kita bisa dengan mudah mendapat layanan dan informasi kesehatan dari internet? Tinggal klak klik mainin jarinya, lewat komputer maupun ponsel, kebutuhan kesehatan pribadi dan keluarga bisa terpenuhi. Gak percaya? Cuss mampir ke SehatQ.com.

Di era digital sekarang platform kesehatan seperti SehatQ benar-benar memudahkan. Sudah bukan zamannya capek antri hanya untuk daftar konsultasi dokter. Aktivitas konsultasi, booking serta pencarian informasi kesehatan lainnya bisa dilakukan lewat SehatQ di mana pun melalui gawai. Gratis!

Kemudahan Layanan & Informasi Kesehatan Pribadi di SehatQ.com

Setidaknya, 9 hal di bawah ini bisa didapatkan lewat fitur-fitur di SehatQ.com, sehingga penggunanya merasa punya layanan informasi kesehatan pribadi.

Fitur-Fitur Bermanfaat di SehatQ


Pertama, Informasi Dokter & Booking Online
Seringkali saya dapat rekomendasi dokter spesialis dari keluarga atau teman. Lewat SehatQ saya bisa lihat profil dokter yang dicari, praktik di mana saja, serta jadwal praktiknya. Nah kalau memang perlu pemeriksaan, booking langsung deh di situ. Praktis, no antre no biaya. 

Contoh, rekomendasi dokter THT yang saya tulis beberapa waktu lalu. Dicek via SehatQ, Profesor yang saya rekomendasikan bisa terlihat praktik di tempat lain, selain di rumah sakit yang saya sebutkan.

Kedua, Informasi Rumah Sakit
Cari Rumah Sakit (RS) yang terdekat dengan domisili, mudah juga lewat platform ini. Urut sesuai abjad, atau filter berdasarkan lokasi (kota) lalu klik fasilitas RS, muncul deretan RS dengan fasilitas yang ingin dicari. Bisa juga cari RS berdasarkan kategorinya (RS, Klinik, Puskesmas, dsb.). Fitur ini juga berguna saat darurat. Misalnya, saat kita melancong ke luar kota tempat tinggal dan perlu ke RS.

Ketiga, Konsultasi Dokter Online
Untuk konsultasi dokter, kita bisa tanya apa saja A-Z tentang masalah kesehatan atau pengobatan melalui fitur Chat Dokter. Aman dan dapat dipercaya, karena konsultasinya dengan dokter beneran yang berpengalaman. Ini pastinya berguna untuk pertolongan pertama pada penyakit yang diderita, karena dokter akan memberi penjelasan dan saran atas masalah kesehatan yang dikonsultasikan. Histori chat juga tersimpan, sehingga kita bisa baca ulang lagi jika diperlukan.

Untuk bisa chatting maupun booking online, kita harus daftar diri sehingga punya data akun di platform ini. Gak ada syarat khusus kok, hanya input data diri dan anggota keluarga jika mau dimasukkan. Caranya, klik login di pojok lalu pilih lanjut dengan akun Google, Facebook, atau email.

Keempat, Artikel Kesehatan
Kelima, Informasi Obat
Keenam, Informasi Penyakit

Untuk fitur Keempat, Kelima dan Keenam, ini semua bagaikan search engine atau direktori khusus kesehatan. Pengguna yang mau tahu informasi tentang suatu obat, penyakit, atau tips dan info kesehatan lainnya, dapat dengan mudah berselancar di sini dan mendapatkan informasinya yang valid. 

Kalau sering-sering baca Artikel Kesehatan di SehatQ.com atau klik info penyakit maupun obat, pengetahuan kita tentang kesehatan pasti tambah oke. Ini yang saya suka, jadi makin cerdas karena dapat ilmu kesehatan terpercaya. No hoax, karena semua artikel telah dicek oleh tim dokter ahli di bidangnya. Bahasanya ringan, mudah dicerna oleh orang awam. Mitos-mitos tentang kesehatan pun bisa dicari faktanya di sini. Atau kalau gak nemu, tinggal chat dokter untuk tanya. Asik ya... Semua informasi kesehatan komplit tersedia dalam satu platform.

Cari Informasi Penyakit A-Z di SehatQ

Ketujuh, Program Promosi
Ibu-ibu biasanya demen banget kan sama diskon-diskon. Nah di fitur Promo, kita bisa hunting informasi layanan kesehatan atau klinik, yang punya program promosi. Misalnya, potongan harga untuk imunisasi, atau diskon untuk medical check up. Lumayan kan, bisa berhemat untuk kesehatan keluarga.

Kedelapan, Forum
Forum diskusi tanya jawab dokter dengan pengguna, bisa disimak di fitur ini. Cari pertanyaan yang kita mau ketahui, siapa tahu ada orang lain dengan masalah kesehatan yang sama dengan yang kita punya, sehingga bisa langsung dapat jawaban solusinya. Atau kita bisa ajukan pertanyaan sendiri maupun thread di Forum ini.

Kesembilan, Event Kesehatan
Buat yang suka cari ilmu kesehatan lewat seminar atau workshop, di sini tempatnya. Info seputar acara kesehatan, termasuk lomba-lomba bisa dicari di fitur Acara agar tak ketinggalan beritanya.

Kapan Perlu SehatQ.com?

Platform kesehatan yang cerdas ini sepertinya bakal diperlukan setiap saat, namun utamanya ia akan dibutuhkan pada saat-saat berikut.
  1. Punya keluhan pribadi atau melihat keluarga/teman yang punya keluhan penyakit: bisa browsing cari artikel penyakit, atau chat dokter untuk konsultasi.
  2. Untuk mengecek informasi obat, mencari obat, atau memastikan obat akan yang dibeli sesuai dengan fungsinya: dengan browsing di fitur obat.
  3. Saat traveling dan punya gangguan kesehatan: browsing rumah sakit terdekat atau obat yang diperlukan, pasti bermanfaat. Chat dengan dokter bila perlu.
  4. Booking online perjanjian dokter agar efisien dan anti ribet.
  5. Upgrade ilmu kesehatan dengan membaca artikel-artikel kesehatan atau cari acara-acara kesehatan yang diselenggarakan berbagai instansi.
SehatQ yang penuh manfaat ini juga tersedia aplikasinya, yang bisa diunduh di Play Store serta App Store. Jadi, sesuai dengan era digital yang serba memudahkan, untuk mendapatkan aneka informasi kesehatan pun  kini semakin mudah dan cepat.

Aplikasi SehatQ

Kenapa Pakai SehatQ.com?

Dari uraian di atas, sudah jelas ya, manfaat platform kesehatan ini untuk pribadi maupun keluarga.

Alasan pakai SehatQ

Melihat kelengkapan dan kemudahan mencari informasi kesehatan di SehatQ.com, buat saya platform ini bukan sekedar untuk booking dokter, chatting, maupun cari informasi kesehatan saja, melainkan jadi sahabat cerdas saya untuk hidup sehat.

Selasa, 10 September 2019

Bukan Hoax! Dapat Bonus Saldo OVO 1 Jeti dari Grab



Alhamdulillaah akhir Agustus 2019, saya dapat rejeki tak terduga dari transportasi publik favorit saya, Grab. Tak terduga bukannya karena tiba-tiba sih. Tapi karena gak nyangka bakal beneran bulet dapet saldo OVO Rp 1 juta. Kirain bakal ada T&C alias S&K. Tau kan... Syarat & Ketentuan gitu, yang bikin berdecak: oh ternyata... oh ternyata... hehehe suuzon ya.

Ikutan Challenge Grab

Ojek online (ojol) saat ini kayaknya kurang pas lagi disebut ojek. Pasalnya, di aplikasinya sendiri ada segudang fitur selain fungsi utamanya sebagai "ojek". Mirip layanan satu atap yang melayani macam-macam jasa dan pembelian.

Ceritanya, hari itu saya sedang mengamati ada fitur apa lagi sih di aplikasi Grab, yang belum saya jamah. Saya tau di situ ada artikel-artikel makanan dan travel, ada berita, polling, sampai horoskop. Scroll sampai bawah, jeng jeng!! Baru tau kalau ada "Challenge" alias tantangan. Ada 3 tantangan saat itu yang namanya: Jugglenaut, Grabzilla, dan Amateur Champion. Tapi yang menarik perhatian saya adalah Jugglenaut. Keterangannya, "Complete 74 rides (GrabBike, GrabCar, GrabCar6, GrabTaxi) by 31/8/2019 - earn Rp1,000,000 worth of savings!"



Order 74 rides dalam sebulan? Emmm.. buat saya yang pulang pergi kerja pakai jasa ojol, ditambah orderin untuk anak-anak sekolah, itu bukan hal sulit. Yakin nih Grab mau ngasih tantangan yang "hampir pasti" bisa saya lewatin?

Pikiran saya pun bertanya-tanya mengenai kebenaran bonus saldo OVO 1 jeti. Tapi malah jadi penasaran yah... Akhirnya saya klik deh ikut challenge itu. Nothing to lose juga. Dapet or gak dapet bonusnya, toh saya tetap butuh order GrabBike sehari-harinya. Saat itu sudah minggu kedua Agustus, yang artinya sisa waktu saya tinggal 3 minggu untuk menyelesaikan tantangan.



Ikutan tantangan kayak gini, meskipun iseng ternyata bikin saya bolak balik liat progress, sudah berapa persen atau berapa order lagi yang harus saya lakukan pada sisa waktu yang ada. Dan... Jelang akhir Agustus saya berhasil menyelesaikan tantangan 74 rides sesuai ketentuan challenge Jugglenaut itu. Tanggal 27 udah beres dong tantangannya.

Kolek Bonus OVO

Setelah selesai, muncul notifikasi kalau saya sudah menyelesaikan challenge, dan akan dikonfirmasi untuk bonus OVOnya. Tiga hari kemudian, tepatnya tanggal 30 Agustus, ada notif lagi kalau bonus bisa diambil. Yeay... Klik redeem, nongol deh tuh angka 6 digitnya, di saldo OVO saya. Alhamdulillaah. Eits, ada catatannya, bonus tidak dapat diuangkan (non refundable), tidak dapat ditransfer (non transferable). It's okay, asal bisa dipakai...

Seumur-umur baru kali itu saya punya saldo OVO sejuta rupiah. Biasanya diisi puluhan ribu aja, pernah ratusan ribu sekali/2 kali karena mau jajan di resto. Hehehe.

Redeem bonus di aplikasi Grab

Penampakan 1 Jeti di Aplikasi OVO 

Lalu muncul lagi pertanyaan, itu bonus saldo apa cuma bisa dipake nge-grab (ojol) doang? Ternyata tidaak... Saya bisa beli makanan di counter/resto dengan pembayaran OVO, bisa beli pulsa, bahkan bisa beli tiket nonton film bioskop : Gundala! So, itu saldo bisa dipakai apapun yang transaksinya menggunakan OVO

Hiks... jadi terharu... Thanks a lot Grab. Best lah!

Ada yang pernah ikut challenge yang lain dari Grab?

Senin, 26 Agustus 2019

Misteri KRL Gerbong Wanita

Ini kisah nyata.

Hihihi... Tenang, saya bukan mau cerita horor sih. Cuma sedikit pengalaman misterius yang membekas.

Sebagai anak kereta (baca: pengguna setia KRL Commuter Line), saya menyambut baik adanya gerbong khusus wanita yang sudah ada beberapa tahun itu. Ini mengingat ketidaknyamanan saat berdesakan-desakan dengan lawan jenis. Belum lagi seringnya terjadi kasus pelecehan di gerbong kereta yang bercampur antara pria dan wanita.

Untuk yang belum tau, kereta KRL Commuter Line Jabodetabek punya gerbong khusus wanita di rangkaian paling depan dan terakhir. Pria dilarang masuk ke sini, kalau nekat bisa dipelototin dan dicaci-maki segerbong sampai lemes (wakakak, lebay..).

Awalnya saya semangat menaiki gerbong wanita ini, terutama yang bagian depan. Ini karena setiap pagi naik Commuter Line, saya turun di Stasiun Tebet yang pintu keluarnya di depan. Jadi untuk mempersingkat jalan kaki, saya naik di gerbong 1, yang merupakan gerbong khusus wanita itu.

Tapi lama-lama saya agak kurang nyaman di gerbong itu. Mungkin karena banyak peminatnya, jadi waktu turun di stasiun, seringnya terdorong-dorong berebutan. Lalu beberapa kali saya melihat ada yang bertengkar mulut karena hal sepele, seperti tidak mau bergeser, gak sengaja terinjak, dsb. Ditambah lagi saya jarang dapat duduk, tak ada yang mau mengalah karena sama-sama wanita. Hahaha. Wanita...

Akhirnya saya bergeser ke gerbong 2. Sama padatnya, tapi saya lebih sering dapat duduk. Hehehe.

Gerbong khusus wanita KRL Commuter Line

Dan.. muncullah cerita-cerita itu. Konon, di gerbong khusus wanita egonya tinggi. Tak ada yang mau mengalah (untuk memberi duduk), bahkan untuk orang yang membutuhkan (ibu hamil, orang lanjut usia, & disabilitas). Bukan 1 - 2 cerita, tapi banyak cerita-cerita tentang ini.

Lalu saya mengalaminya sendiri.

Cerita Misteri Pertama

Belum lama ini saya naik kereta di gerbong khusus wanita bagian depan dari stasiun Cawang, karena keburu-buru hampir ketinggalan. Gak terlalu padat berdesakan, tapi penuh. Berdiri dekat jendela bikin saya bisa memperhatikan orang-orang yang duduk di bangku panjang kapasitas 7-8 orang itu. Yang duduk, merem semua haha...  Dua orang yang duduk tergolong lansia, sisanya masih muda, normal dan terlihat sehat.

Sambil kereta terus melaju, saya perhatikan lagi orang yang berdiri. Sebagian besar sibuk dengan gawainya. Lalu pandangan saya tertuju ke seseorang yang perutnya terlihat gendut. Dia kelihatan tenang aja berdiri. Saya ragu-ragu mau tanya apakah dia sedang hamil atau nggak... (berhubung orang yang obesitas juga kerap terlihat seperti hamil hehe). Gak lama, dia mengelus-elus perutnya. Gaya-gayanya bumil ini mah.

Langsung aja saya tanya : "Mbak, lagi hamil?" Yang ditanya mengangguk.

"Kenapa gak minta duduk? Kuat?", saya lanjut tanya.

"Gapapa, males mintanya", kata si mbak sambil senyum kecut.

"Turun di mana?", tanya saya lagi.

"Bogor", jawabnya.

Bumil berdiri di gerbong khusus wanita

Saat itu baru tiba di stasiun Pasar Minggu, yang jaraknya masih 11 stasiun dari Bogor, atau sekitar 40 menit lagi. Ulala.

Itu percakapan lumayan kenceng suaranya, tapi orang muda yang duduk di depannya tak bergeming. Nunduk, merem, tapi nampaknya tak tidur, karena sebelumnya saya perhatikan dia melihat ke jendela di belakangnya. Sementara orang yang duduk sebelahnya fokus menatap gadget tanpa peduli sekeliling.

Spontan saya berujar keras: "Ada yang bisa kasih duduk? Ada ibu hamil..."

Magic! Gak ada yang bergeming lho!

Cerita Misteri Kedua

Biasanya, pulang kantor dengan berdiri di KRL tidak masalah buat saya. Tapi kali itu agak bermasalah karena kaki terkilir hari sebelumnya.

Maka, hari itu saya benar-benar butuh duduk di KRL, supaya gak nambah sakitnya. Saya juga gak kuat jalan terlalu jauh... So, saya berniat naik di gerbong wanita depan aja yang paling dekat dengan pintu masuk stasiun Cawang.

Antrian masuk gerbong khusus wanita

Saat berhasil masuk di kereta yang lumayan padat itu, saya langsung minta duduk ke orang-orang yang duduk di kursi panjang.

"Maaf, boleh minta gantian duduk? Kaki saya sakit, gak kuat berdiri lama", kata saya.

Tak ada yang bergerak/berdiri. Saya positif thinking aja, mungkin orang-orang yang duduk sama seperti saya, sedang sakit semua. Karena tak ada satupun yang terlihat sedang hamil.

Tiba-tiba yang duduk di ujung nyaut: "Bu, kalau perlu duduk cari di bangku prioritas aja".

Saya diam. Lihat kiri kanan, susah gerak, gimana mau geser ke bangku prioritas yang letaknya tertutup orang-orang padat berdiri? Sementara penumpang berdiri lainnya tak ada satupun yang nampak berniat membantu saya. Ada apa gerangan yak?

Dua stasiun berlalu, saya masih berdiri. Ketika mulai banyak yang turun, terlihat seorang petugas KRL di sambungan gerbong wanita dan gerbong campur.

Saya melambaikan tangan sambil teriak: "Pak! Tolong bantu cari tempat duduk dong... Kaki saya sakit." 

Petugas langsung  nyamperin  saya dan mengarahkan untuk bergeser ke gerbong sebelahnya.

Katanya: "Di gerbong sini aja bu. Susah kalo di gerbong wanita mah. Saya juga bingung mintanya."

Nah, petugasnya aja udah nyerah duluan. Ngeri amat.. Ih, kok bisa begitu? Apakah orang-orang egois memang ngumpul di gerbong wanita itu? Atau karena "sesuatu" orang-orang di gerbong itu jadi egois sih?

Misteri...
Saya belum dapat jawabannya sampai sekarang.

Sabtu, 29 Juni 2019

Pengalaman Menginap di Hotel Neo+ Green Savana, Sentul City

Sentul City atau yang sering disebut Sentul, termasuk kawasan di kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang terus berkembang. Perumahan, penginapan hingga tempat wisata dan hiburan banyak dibangun di daerah yang berjarak kurang dari 1 jam dari Jakarta ini.

Wilayahnya yang berbukit dan bercurah hujan tinggi membuat hawa Sentul sejuk, sehingga nyaman untuk liburan bersama keluarga atau sekolah. Tercatat di kawasan ini ada tempat rekreasi Jungle Land, Taman Budaya, Eco Park, air terjun Bidadari, Curug Kencana, hutan pinus & pemandian air panas Gunung Pancar, wisata alam Fantasia, Kampung Agrowisata, dll. Ini tempat-tempat wisatanya di seputaran Sentul aja dan gak kena macet jalan raya. Jadi recommended lah tuk alternatif berakhir pekan atau liburan.



Ceritanya, awal liburan sekolah yang lalu, saya dan keluarga berlibur di Sentul. H-10 cari-cari hotel di Traveloka dan aplikasi tiket hotel lainnya ternyata hotel yang diincar sudah penuh. Yang diincar gak aneh-aneh sih, syaratnya cuma ada kolam renangnya, berhubung bawa bocah-bocah yang demen main air hehehe... dan tentunya masuk dalam budget.

Yang bikin mupeng dari gambarnya di aplikasi tiket hotel, salah satunya adalah hotel Neo+ Green Savana. Hotel Neo dikenal sebagai penginapan budget-nya Aston International berhubung mereka memang dalam naungan Aston. Saya pernah menginap salah satu Hotel Neo di Cirebon. Hotel di sana berkonsep minimalis namun rapi dan nyaman untuk menginap. Neo+ Green Savana Sentul City itu di gambar fotonya punya kamar yang langsung di depan pool. Menarik hati sekali, tapi sayang di tanggal yang direncanakan ke sana tidak tersedia 3 kamar seperti yang akan dipesan.

Booking Neo+ Green Savana Sentul City via Website-nya

Seperti biasanya, jika saya tidak dapat kamar dari aplikasi tiket hotel, saya akan telepon langsung ke hotelnya. Ini untuk memastikan saja apakah kamarnya benar-benar full book atau tidak. Pantang menyerah ceritanya hehe. Dan, alhamdulilah masih rejeki. Saat saya telepon ke resepsionis, pada tanggal yang direncanakan akan menginap, masih tersedia kamar. Yeay! Saya disarankan memesan lewat website-nya langsung, karena jika booking lewat resepsionis diharuskan langsung membayar uang muka saat memesan.

Wah oke banget ya sarannya. Cuss saya langsung ke website pemesanan Hotel Neo Green Savana. Ada 4 macam room yang ditawarkan : standard room, standard room pool access, standard room pool level, dan suit room. Masing-masing kamar dapat dihuni maksimal 3 orang. Sesuai rencana, saya booking 3 room pool access: 2 room berisi 3 orang, 1 room berisi 2 orang. Tarifnya ternyata berbeda sedikit, untuk yang isi 3 orang Rp862.973/malam, isi 2 orang Rp814.573/malam. Harga sudah include tax, free breakfast dan free cancellation hingga H-4 (harga per 23 Juni 2019).

Review Hotel Neo+ Green Savana Sentul City

Saya kurang paham kenapa di hotel Neo yang ini diberi tanda plus (+). Mungkin karena konsepnya beda dengan hotel  Neo lainnya. Neo+ Green Savana Sentul City, sesuai namanya memang didesain green concept. Banyak tanaman hijau dan area hijau di sekelilingnya. Segeerr... Tempat parkirnya luas, dan bisa untuk jogging pagi hari.

Halaman dan parkiran

Awalnya saya pikir hotel bintang 3+ ini tinggi. Ternyata hanya 2 lantai di sisi sebelah kanan, dan 1 lantai di sisi kirinya. Dan kolam renang terletak di tengah-tengah. Keseluruhan kamarnya hanya 70 kamar.

Kolam renang depan kamar
Sepi kalau di bawah jam 7.30

Tiga kamar yang dipesan adalah 108, 110 dan 111. Untuk yang 110 (double bed) dan 111 (twin bed)  adalah connecting rooms, ada pintu pembatas yang dapat dibuka. Terasnya cukup luas, ada kursi panjang dan meja kecil, asik untuk duduk-duduk manis sambil ngopi.

Ruang kamarnya luas,  ada lemari pakaian gantung, kulkas kecil dan meja kursi. Tempat tidurnya pun cukup besar dan nyaman untuk ditiduri bertiga dengan anak. Akses ke pool benar-benar pemandangan yang menyegarkan... Bikin pingin nyebur terus serasa kolam pribadi. Apalagi di depan kamar, disediakan kursi pinggir kolam untuk bersantai.

Standard room pool access

Teras depan kamar

Ada televisi dengan beragam channel berlangganan di kamar. Sementara Wi-Fi gratisnya kenceng. Dijamin gak akan mati gaya, baik di dalam maupun luar kamar.

Toiletnya cukup besar dan bersih, dipisahkan antar area wastafel yang kering, area mandi (shower) dan kloset. Ada pemanas airnya, serta dilengkapi dengan hair dryer. Sayangnya pintu toilet di kamar 111 tidak bisa tertutup rapat maupun dikunci. Tapi ini tidak terlalu masalah.

Saya dan keluarga menginap 3 hari 2 malam di hotel ini. Secara umum breakfast-nya lumayan. Masakan Indonesia dan Western disediakan, dan rasanya enak. Cuma mungkin perlu lebih banyak variasi dari hari ke hari agar tidak bosan.

Ruang makan/resto

Untuk makan siang dan malam, tidak jauh dari hotel ada kawasan Taman Budaya yang menyediakan restoran dan counter makanan/minuman. Keluar sedikit dari hotel juga bisa ketemu Indomaret, rumah makan dan Ah Poong yang lengkap dengan aneka kulinernya dan buka hingga malam. Jadi, tidak sulit untuk cari makanan saat menginap di hotel ini.

Puas Berenang dan Bermain di Neo+ Green Savana Sentul City

Berhubung kamarnya langsung akses ke pool, sudah pasti kegiatan utama kami adalah berenang. Anak-anak puas banget bolak balik renang di sini, baik benar-benar berenang maupun main air, sampai main bola segala di kolam renang hehe.
Selain kolam 1,2 meter, kolam renangnya ada yang khusus anak juga, lengkap dengan playgrond-nya, cocok tuk keluarga yang bawa balita.

Selain renang, kegiatan lain yang bisa dilakukan di seputaran hotel banyak juga. Pagi hari, anak-anak saya sewa sepeda yang memang disediakan hotel. Tarifnya 40 ribu per jam, bisa puas olahraga sepedaan keliling hotel. Main bola di lapangan hijau yang luas bisa juga lho... Tapi bawa bola sendiri ya.

Hotel Neo+ Green Savana Sentul City juga terhubung dengan Taman Budaya Sentul City. Jalan kaki 3 menit aja langsung sampai. Di tempat ini ada beberapa wahana permainan outbound. Flying fox, panahan dan shooting target adalah permainan yang dicoba. Tarifnya Rp 30-40 ribuan. Mainan cowok banget yaa, hehe..maklum anak saya jagoan semua. Tapi anak cewek juga bisa main kok kalau berminat. Orang dewasa pun seru main bareng anak-anaknya. Ada juga wahana high rope (memanjat dan meniti tali), serta trampolin, becak mini dan kuda poni yang cuma dibuka saat weekend.
Flying fox dan Panahan

Kalau mau atraksi or wahana yang lebih banyak ya ke Jungleland atau tempat wisata lainnya yang sudah disebutkan di atas.

So, secara umum penilaian saya tentang hotel Neo+ Green Savana di Sentul, cukup oke untuk liburan. Hanya terganjal saat check-in, yang baru bisa masuk kamar pukul 15.30 karena baru beres dibersihkan, padahal saya dan keluarga datang pas jam check-in pukul 14.00.

Untuk next serta tips untuk yang mau menginap di sini dan booking lebih dari 1 kamar, mungkin perlu konfirmasi kedatangan (ulang) lewat telepon sebelumnya ya, agar kamarnya segera disiapkan.