Saturday, February 22, 2020

Buku Ayana Journey to Islam, Sepenggal Kisah Inspiratif Mualaf Korea

Cemil bukan penggemar film Korea, apalagi K-Pop. Malahan entah kenapa cenderung gak suka sama yang berbau Korea. Sorry, Negeri Ginseng ini, buat saya kesannya oplas (operasi plastik), too much spicy (untuk makanannya) dan overpriced (untuk brand elektronik/gawainya). Yang terakhir disebut, jika uang bukan masalah, sepertinya bisa jadi lain cerita wkwkwk... Hei, kok jadi ngelantur, padahal saya mau review bukunya Ayana, mualaf cantik asal Korea yang menceritakan perjalanan hijrahnya.

Btw, jika saya bukan pengguna kosmetik Wardah, mungkin saya juga tidak terlalu ngeh siapa Ayana. Yup, gadis ini makin hits saat menghiasi akun Instagram Wardah Beauty dan belakangan muncul di iklan layar kaca sebagai brand ambassador merek kosmetik halal itu. 


Mengikuti Instagram @xolovelyayana, siapapun bisa menilai orang ini workaholic. Gak ada capeknya! Indonesia-Malaysia-Korea, tiga negara itu dikunjunginya bolak-balik, gak tau dalam sebulan berapa kali aja. Misal, hari ini update post sedang di Jakarta, 3 hari kemudian di Kuala Lumpur, tau-tau minggu depan udah di Korea lagi sambil ngasih info jadwal, kalau 2 minggu lagi dia akan ke Bandung, lalu Surabaya. Wadaw! Luar biasa deh energinya. Kerja dan bisnis, itu jawaban yang kerap ditulis dalam kolom komentarnya, saat ditanya netizen untuk apa dia mondar-mandir. 

Resume Perjalanan Jihye Menjadi Ayana

Buku Ayana Journey to Islam mengisahkan sosok Jihye, nama lahir gadis kelahiran 1995 ini menjadi seorang Ayana. Jihye sejak kecil suka politik, mewarisi gen dan kebiasaan keluarganya yang bebas berdebat serta bicara politik. Inilah yang mengantarkannya menuju Islam, saat ia tertarik mempelajari Timur Tengah yang kondisi politiknya sedang memanas saat itu.
Dianugerahi kecerdasan, Jihye yang berprestasi di sekolahnya, terus belajar ketertarikannya di luar sekolah. Tidak ada ustadz atau ustadzah. Ia belajar Timur Tengah dan Islam hanya bermodal ikut seminar, baca buku, dan berselancar internet. Hingga pada suatu titik Jihye mempertanyakan dirinya, "what is the point of learning all of these?"

Saya cukup takjub membaca bab Hijrah buku ini. Jihye mengucap syahadat di usia 17 tahun, dan baru diketahui keluarganya setahun kemudian. Keputusan Ayana memperdalam Islam di luar Korea menghentikan semua dukungan keluarganya, termasuk finansial. Di situ ia tak patah semangat, tapi malah bekerja keras sendiri untuk menabung, mewujudkan niatnya yang sudah bulat. Stubborn in a good way, memang pantas jadi sebutannya. Hingga akhirnya Ayana berhasil ke Malaysia dengan biayanya sendiri.

Hijrah ke Malaysia bukan tanpa rintangan. Niat melanjutkan studinya tersandung biaya dan konsentrasi, karena ia kuliah sambil bekerja. Di awal hijrahnya ke Malaysia, untuk pertama kali dalam hidupnya, Ayana gagal. Saat rencananya buyar, ditambah kesendiriannya di negeri orang, Ayana hampir menyerah dan akan kembali ke Korea.

I Love Indonesia

Rencana Allah memang indah pada waktunya. Sebelum balik ke Korea, Ayana menyempatkan "main" ke Indonesia, tapi ternyata malah mendapatkan jalannya dari situ. Indonesia akhirnya membawa wanita Korea ini hingga menjadi dirinya sekarang.

Proses belajar yang sebenarnya, terjadi ketika kita melakukan apa yang kita pelajari - Ayana

Ada rasa haru dan bangga membaca perjalanan hidup Jihye menjadi Ayana di buku setebal 130 halaman ini. Dari caritanya tergambar sosok seorang yang cerdas, mandiri, teguh pendirian. Masih muda dan cantik pula. 3B : Brain-Beauty-Behavior komplit ada di pribadinya. 

Yang sedikit menggelitik saya adalah cerita dan kesannya tentang Indonesia. Pertama dia bilang, Ayana viral dalam semalam, setelah diundang dan muncul di salah satu stasiun televisi Indonesia. Padahal sewaktu d Malaysia, dia pun sempat masuk TV tapi tanggapan masyarakat sana biasa aja, tak se"heboh" di Indonesia. Hmmm... 

Yang kedua, dia cerita merasa nyaman berada dekat teman-teman muslimnya di Indonesia. Pasalnya, dia tidak merasa takut salah atau takut dianggap bodoh tentang Islam, karena orang yang Islam sejak lahir pun terkadang sama tidak tahunya dengan Ayana yang mualaf, sehingga mereka bisa belajar bareng. Ini positif atau... Eh, apa saya aja ya yang merasa tersindir halus? Hehehe!


Penggalan Kisah Inspiratif

Sepenggal kisah hijrah Ayana di bukunya, buat saya layak dibaca sehingga pembaca dapat melihat sisi lain seorang selebgram. Ada beberapa bagian yang timeline-nya terkesan loncat-loncat. Jadi saya yang membaca agak berfikir, ini waktunya kapan ya? Saat Ayana SMP kah, atau SMA?  Namun ini tidak menggangu keseluruhan kisahnya.

Overall, buku Ayana Journey to Islam termasuk bacaan ringan yang menarik, mudah dipahami dan inspiratif. Apalagi dengan tambahan beberapa foto pribadinya yang turut "bercerita". Sepertinya banyak blank spot yang belum terceritakan di buku ini, mungkin karena keterbatasan halaman buku. 

Padahal jika ceritanya lebih rinci lagi pun, saya yakin pembaca mau membayar lebih untuk halaman kisah Ayana.

Buku Ayana Journey to Islam diterbitkan oleh Gramedia Pustaka, dan akan tersedia di seluruh toko buku Gramedia pada awal Maret 2020 seharga Rp95.000. Saya membelinya pre order di Shopee beberapa waktu yang lalu dan dapat bonus kartu pos, pembatas buku, serta produk Wardah.


Previous Post
Next Post

18 comments:

  1. ini model iklan wardah ya.. ya ampun aku banru ngeh. Sering melihat wajah nya di tv , ini siapa ya..?

    ternyata Ayana.. heheh kudet banget deh aku

    ReplyDelete
  2. Wah cantik, pinter dan pekerja keras. Sosok yang sangat inspiratif. Membaca buku mengenai kisahnya pasti sangat menarik sekali๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, inspiratif tuk anak2 muda terutama.

      Delete
    2. Benar sekali kak, Ayana ini memang layak untuk dijadikan idola generasi masa kini. Ia adalah sosok muda yang sangat luar biasa.. .

      Delete
  3. Waaa ayana, orang Korea mualaf itu yaaa,cantik dan suaranya lucuuu hihi, baru tau ada bukunya juga, jadi kepo

    ReplyDelete
  4. sempat dengar kisahnya Ayana ini hanya selintas-selintas, dan jujur aku juga sama kisahnya mulai terdengar gara-gara dia iklan wardah, akhirnya aku bisa mengetahui secara detail dari tulisan mba, thanks sharingnya mba, sosok yang inspiratif, layak memang sampai dijadikan sebuah tulisan buk

    ReplyDelete
  5. Ketika di korea demam K-Pop dan drakor, muncullah seorang korea yang mendapat hidayah, membuat penasaran warga di sana dan menarik sponsor Perusahaan syariah. Nice info

    ReplyDelete
  6. Masya Allah .. merinding membacanya. Tercerimn dari review ini dia sosok yang cerdas.

    BTW ... Pasalnya, dia tidak merasa takut salah atau takut dianggap bodoh tentang Islam, karena orang yang Islam sejak lahir pun terkadang sama tidak tahunya dengan Ayana yang mualaf



    Ini betul lho wkwkwk, memang agak jleb ya tapi betul apa yang Ayana bilang. Jadi suka malu sama yang muallaf karena belajarnya lebih getol dibandingkan saya yang dari lahir sudah memeluk Islam.

    ReplyDelete
  7. btw, nama kita sama CeMil hehe, tapi saya suka semua yang berbau Korea๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Ayana yang ini juga sering lihat dan tahu sih tapi nggak kenal hehe, jadi penasaran nih buku nya..thanks for sharing..

    ReplyDelete
  8. ohh iya model iklannya Wardah ya. Aku pikir dia orang Indonesia, ternyata orang Korea ya. Penasaran mau baca bukunya

    ReplyDelete
  9. baru tahu ini mba, secara nonton tv jarang bangeds hehee.. tksh infonya, bs jd referensi untuk beli buku nanti

    ReplyDelete
  10. Wow sosok yang memiliki 3 B (Brain-Beauty-Behavior) ini komplit ada diri Ayana. Masya Allah pasti semua takjub dengan sosok yang satu ini.

    Semoga saja iman islamnya selalu kuat di pribadinya

    ReplyDelete
  11. Ayana sih tau, sejak dia jadi bintang iklan. Tapi kisah hijrahnya belum, pasti nggak mudah ya.. Jadi pingin baca bukunya nih❤

    ReplyDelete
  12. wah baru tau wardah pake model luar juga, sambil aku nggak tau yang mana. Nanti aku pantengin deh iklannya. Abis yang melekat dengan produk ini ya Dewi Sandra heheheh

    ReplyDelete
  13. Ayana ini masih muda banget ya dan mantap memutuskan utk berhijrah. Semoga Ayana istiqomah ya dalam hijrahnya. aamiin

    ReplyDelete
  14. Saat membaca reviewnya tentang Ayana suka di Indonesia karena belajar agamanya bisa bareng sama dengan orang yang sudah Islam sejak lahir, aku tuh merasa ditampar. Iya ya... yang mualaf saja kencang belajarnya masa kalah sih sama kita yang sudah muslim sejak lahir

    ReplyDelete
  15. Walah aku baru tau nih ttg Ayana BA Wardah, ya ampun kudet amat yak, ternyata org korea, wih kece yah Indonesia. Akupun jg ga suka drakor, hihihi

    ReplyDelete