Sabtu, 09 Oktober 2021

Kelola Jiwa Raga Bersama Mindtera

Mindtera merupakan platform edukasi pengembangan multiple intelligence pertama di Indonesia. Apilkasi unik ini bermanfaat untuk pengembangan diri dan memaksimalkan potensi.

Sebelum membagi kesan saya menggunakan aplikasi Mindtera untuk mengelola jiwa raga, saya ingin sedikit bercerita.

Pernah dengar istilah burnout? Saya pribadi sudah lama mendengar mengenai kata burnout sebagai suatu kondisi psikologis, tapi baru paham betul belum lama ini. Bermula dari sahabat saya yang mendadak curhat menggunakan istilah ini.  

Sebut saja namanya Tiwi. Dia sahabat saya sejak kecil. Meski terpisah, saya di Bogor, Tiwi di Bandung, kami tetap dekat di hati. Kami saling berbagi cerita dan sama-sama sudah paham satu sama lain. Tiwi cenderung ekstrovert dan periang, tapi ia sangat piawai sebagai pendengar. Itu salah satu yang membuat saya "klik" bersahabat dengannya.

Seminggu setelah pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali, Tiwi yang bekerja di perusahaan minyak ini menyapa saya melalui pesan di WhatsApp.

"Help Mil..." 

Dua kata singkat itu saja membuat saya langsung cemas. Khawatir Tiwi ada masalah serius, saya langsung menelponnya. Dugaan saya benar, Tiwi memang bermasalah. Tapi saya tidak menyangka permasalahannya seserius ini. 

"Gue tuh burnout... Asli, gak bisa mikir apa-apa, gak mau ngapa-ngapain. Banyakan bingung, bengong dan tidur aja sekarang...", cerita Tiwi sambil terbata-bata karena menangis.

Saya termenung mendengar curahan hati wanita ini. Untuk seorang periang yang mudah bergaul, kok rasanya aneh dia merasa burnout.


Saya minta Tiwi menceritakan detil perihal burnout yang dirasakannya, apa dan bagaimana awalnya. Meski saya tidak terlalu paham cara mengatasinya, saya pun mencoba memberikan masukan. Namun ujung akhirnya, Tiwi memutuskan berkonsultasi dengan psikolog untuk meredakan burnout-nya yang sudah tak tertahankan.

Stres di Masa Pandemi

Pandemi yang melanda Indonesia dan dunia selama hampir dua tahun ini menimbulkan perubahan drastis di segala sisi kehidupan. Tidak semua orang mampu beradaptasi  mulus dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, keterbatasan mobilitas dan pergaulan.

Ini salah satu yang dialami Tiwi si periang. Awal masa pendemi ia masih bisa bertahan dengan adaptasi barunya. Namun tampaknya pergolakan di jiwanya yang ditahan selama ini, kian menumpuk sehingga menghasilkan burnout baru-baru ini.

Sebuah hasil penelitian yang dilansir oleh SurveyMeter pada 2020 memaparkan bahwa COVID-19 telah memberikan multiple stressors pada kehidupan masyarakat. Mulai dari kekhawatiran tertular COVID-19, khawatir kehilangan teman dan keluarga, stres akibat PHK, penurunan pendapatan, dan dampak lainnya yang sampai dapat menimbulkan depresi. 

Sebanyak 3.533 orang mengisi survey secara daring yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Hasilnya, menurut studi SurveyMeter, perempuan mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi dari pada laki-laki. Tingkat kecemasan responden  paling tinggi berusia 31-40 tahun, diikuti oleh kelompok umur muda 20-30 tahun dan tingkat kecemasan paling rendah berada di rentang usia 41-55 tahun.

Sebanyak 58% responden melaporkan depresi, dengan perempuan lebih banyak mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki.

Mengapa perempuan lebih rentan mengalami stres dan depresi? Dari beberapa sumber yang saya baca, ini disebabkan karena perempuan cenderung lebih pemikir ketimbang laki-laki. Selain itu, hormon estrogen dan progesteron yang naik turun dalam tubuh wanita memengaruhi sistem syaraf yang berhubungan dengan suasana hati.

Bertemu Lagi dengan Burnout

Awal Oktober ini saya berkenalan dengan Mindtera. Saya diundang untuk mengikuti sesi kelasnya yang bertema "Kelola Hidup Lebih Baik Dengan Aplikasi Mindtera: Kelola Stress Dengan Berkesadaran". Ternyata, pada kesempatan itu, dibahas masalah burnout, khususnya di tempat kerja. Mengingat kasus yang pernah menimpa Tiwi, saya jadi semangat untuk belajar lebih banyak mengenai hal ini.

Materi dibuka oleh  Bayu Bhaskoro, Co-Founder & CMO Mindtera yang memaparkan latar belakang hadirnya Mindtera. Setelah itu ada Devy Chan (Coach DV), fasilitator finansial dan karir.

Coach DV menjelaskan, saat kita mengalami stres berulang kali tanpa mampu mengelolanya, maka kita dapat mencapai tingkat burnout, dimana kita mengalami kelelahan berlebihan secara fisik dan emosional. Ciri stres mulai menjadi burnout ditandai dengan 3 hal, yaitu kelelahan, ketidakefektifan dan sinisme.

Lalu ada survei untuk mengukur tingkat stres berada di level mana.
Skor saya 37%, yang artinya masih aman (Bearable Stress). Tapi saya lihat mayoritas rekan-rekan lainnya yang ikut survei yang sama, skornya di angka belasan (di bawah 20). Wah, perlu diwaspadai juga nih skor saya di atas 30 😁.

Selain masalah burnout, pada sesi ini juga disampaiikan mengenai sumber-sumber stres, tipe pekerjaan seseorang berdasarkan motivasinya (intrinsik dan ekstrinsik), serta strategi untuk menjalani pekerjaan dengan tipe pekerjaan tersebut agar terhindar dari stres.

Sangat menarik dan bermanfaat acara Mindtera yang diselenggarakan via zoom ini. Apalagi ada banyak hadiah door prize di sepanjang acara. Peserta yang merupakan para narablog ini terlihat antusias mengikuti sesi hingga akhir acara.

Para narablog di event Mindtera

Berkenalan dengan Aplikasi Mindtera

Selepas sesi undangan dari Mindtera yang saya ceritakan di atas, saya jadi tertarik ingin mencoba aplikasi Mindtera.

Tujuan diciptakan aplikasi ini adalah membantu masyarakat Indonesia menjalani kehidupan terbaik mereka. Mindtera hadir  menjadi platform edukasi untuk belajar kecerdasan emosi, sosial, fisik dan pengembangan diri seputar keluarga, cinta, dan kerja. Inilah yang dimaksud dengan multiple intellegence atau kecerdasan majemuk, yang saya sebut di awal paragraf.

Mindtera hadir pada 2021 atas gagasan Tita Ardiati dan Bayu Bhaskoro guna memberikan edukasi dan pelatihan kecerdasan emosional, sosial dan fisik dalam format digital untuk individu dan perusahaan.

Program-program pada aplikasi ini merupakan program berjenjang tidak lebih dari 5 menit sehari dan dibawakan oleh fasilitator profesional dan berpengalaman. Lebih jauh lagi, Mindtera dapat membantu untuk kelola stress dengan berkesadaran.

Uniknya Mindtera, kurikulum program yang diberikan merupakan self-mind mastery yang terdiri dari 4 pilar pembelajaran, yaitu:

1. Kecerdasan Emosi
Yaitu kemampuan untuk mengenal, menerima, dan mengelola ragam emosi dalam dirimu

2. Kecerdasan Sosial
Adalah kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan berdaya

3. Kecerdasan Fisik
Merupakan kemampuan memahami koneksi antara tubuh dan pikiran kita

4. Pengembangan Diri
Ialah kemampuan untuk menyeimbangkan antara kehidupan profesional dengan personal.

Saya mencoba beberapa program gratis di aplikasi Mindtera, yaitu : Ragam Tantangan Emosi dan Berdamai dengan Stress.

Pada kelas Ragam Tantangan Emosi Bagian 1, programnya terdiri dari 5 sesi yaitu: Mengenal Burnout, Mengenal Rasa Kesepian, Overthinking, Panik, dan Procrastination. 

Sedangkan di program Berdamai dengan Stress, terdiri dari 7 sesi yaitu: Kenali Stress agar Damai Saat Bekerja, Berdamai dengan Pikiran Negatif, Berdamai dengan Perasaan, Mengelola Pikiran Perasaan dan Perilaku, Resiliensi dan Adaptasi Stress, Nilai dan Fleksibilitas, serta Komitmen pada Diri.

Setiap sesi dibawakan fasilitator dalam 2 menit saja namun sungguh membuka mata dan wawasan saya. 

Cuplikan video Mindtera 
di sesi Mengenal Burnout

Jika saja saya sudah kenal Mindtera saat dulu Tiwi merasa burnout, pasti saya akan merekomendasikan aplikasi ini kepadanya. Baik untuk sekedar menambah pengetahuan, maupun untuk kegiatan positif yang mungkin saja dapat mengurangi bahkan mengatasi burnout-nya

Ada banyak lagi program Mindtera bertema Kerja, Cinta, Keluarga, Fitness, dan Self Mastery.  Yup, program platform ini tidak hanya tentang kecerdasan jiwa, emosi dan pikiran, tapi juga tentang kebugaran agar seimbang jiwa raga. Ada beberapa program  teknik latihan nafas, latihan fokus dan latihan fisik yang dapat diikuti. Kita bisa memilih program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat ini. Pokoknya Mindtera bantu Kelola Hidup Lebih Baik dan #SemuaBisaDikelola.

Saya menyukai tampilan pengguna Mindtera. Aplikasi yang punya warna dominan ungu ini terlihat eyechatching dan user friendly. Sesi-sesinya yang berlangsung dua menitan tidak membosankan. Ini karena  fasilitator membawakan materi dengan gaya dan suara yang bikin rileks, meskipun tema sesinya tergolong berat

Ada dua macam mode belajar yang dapat diikuti, yaitu suara dan video. Kalau saya pribadi lebih suka mode video sehingga mata dan telinga lebih fokus untuk memahami materi.

Nah, buat yang penasaran dengan program Mindtera, aplikasinya bisa diunduh di Play Store maupun AppStore melalui link di bawah ini ya.

Informasi lainnya tentang Mindtera juga bisa diikuti di websitenya www.mindtera.com serta di media sosialnya :
Instagram : @mintera.id
Facebook : Mindtera
Twitter : @mindteraID


Latest
Next Post

26 komentar:

  1. Baruu tau ada aplikasi itu, bermanfaat banget yaa kak di masa pandemi seperti ini

    BalasHapus
  2. Aku juga kemarin ikutan sesi ini untuk memanage stress biar ngga burn out dan akhirnya jadii sakitt jiwa raga haha. Bersyukur ada aplikasi seperti Mindtera ini

    BalasHapus
  3. Bener banget mba. Saya pernah bahkan mgkin sedang burnout dalam setiap masalah di pekerjaan. Biasanya saya hentikan sejenak kegiatan saya dan memilih tidur saja. Mindtera bagus juga ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih untung kak klo bisa tidur. Krn yg parah bisa bikin insomnia jg

      Hapus
  4. ya ampun, makin canggih aja ya zaman, Mindtera rasanya memang bisa membantu kita mengelola stres dalam diri, bikin makin self love juga nggak sih, hihi..

    BalasHapus
  5. Wah keren nih ada survei untuk mengukur tingkat stress. Jadi penasaran saya masuk level mana. Biar ngga burnout berarti bisa yah coba pake aplikasi mindtera ini.

    BalasHapus
  6. Aku udh download sih aplikasinya, tapi rata2 Krn kelasnya berbayar, jadi ga dipake dulu. Palingan cobain yg cara pernapasan ato jeda mba. Jadi bisa lebih rileks kalo pernapasan bisa kita atur sih.

    Jujur aku memang belum ngerasa perlu untuk pakai aplikasi ini. Mungkin kalo sudah mengalami heavy stress ato burnout baru deh. Baguuus banget sih sbnrnya mindtera ini. Ditengah kondisi ga pasti, aku tau banyak orang yang mengalami stress sampai ga tertahankan lagi. Dan itu butuh biaya counsellor yang ga murah. Dengan hadirnya mindtera semoga aja orang yg membutuhkan bantuan , bisa lebih rileks belajar dari sini dan pastinya lebih murah drpd bayar psikolog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, ini aplikasi bisa menghemat biaya konsultasi juga

      Hapus
  7. Beberapa bulan lalu aku sempat mengalami burnout juga mba. Saking jenuh dengan rutinitas dan gak tahu mau ngapain lagi karena hampir sebagian besar aktivitas dilakukan di rumah. Alhamdulillah ya, ada mindtera ini. Bisa bantu teman-teman yang ingin konsultasi psikologi dengan mudah dan praktis

    BalasHapus
  8. waaa rasanya aku membutuhkan ini mba hihiii.. langsung otw download nih :) jadi makin mudah ya buat konsultasi kejiwaan, jadi gak perlu malu mau ke psikolog hehe

    BalasHapus
  9. wah makin canggih saja sekarang terapi mentalnya ... sangat membantu sekali karna bisa tetap terapi meskipun dari runah ya

    BalasHapus
  10. Wow apl yang bagus sekali. Sepertinya saya bakal butuh nih

    BalasHapus
  11. Perkembangan zaman menuntut kita upgrade diri , segalanya online makin praktis konsultasi pake mindtera

    BalasHapus
  12. Lain daripada yang lain ya ini aplikasinya. Tahu aja sekarang makin banyak orang yang mudah stress, jadi bisa release pakai aplikasi ini deh.

    BalasHapus
  13. Wah jadi jelas deh info tentang burnout ini, saya juga penasaran mau tes sejauh mana tingkat burnout pada diri, keren nih aplikasinya

    BalasHapus
  14. Kalau baca tentang riview aplikasinya, Mindtera ini ibarat majalah dengan niche kesehatan jiwa dan raga ya Mbak. Cuman medianya digital, bukan kertas. Menarik nih pasang aplikasi ini di ponsel. Setidap saat bisa dibuka untuk mengasah pengembangan diri juga

    BalasHapus
  15. Terima kasih infonya, Mbak. Menbaca tulisan ini menjadikan pikiran saya lebih terbuka. Ternyata dampak pandemi lebih besar dari yang saya tahu. Selama ini saya pikir, dampaknya "hanya" pada hal-hal yang bersifat finansial.

    BalasHapus
  16. Burnout saya biasanya masalah pekerjaan ya. Namanya manusia ada saja rasa lelah. Saya mgkin cocok pakai mindtera nih

    BalasHapus
  17. Canggih, nih. Bagus banget buat mengantisipasi atau mengobati kondisi psikis yang tengah nggak baik-baik aja. Pertolongan pertama tentu jauh lebih efektif dibandingkan pertolongan saat kondisi sudah parah. Mindterra keren nih, bisa ambil bagian dalam menjaga kesehatan mental.

    BalasHapus
  18. Kaget baca cerita temannya, soalnya aku juga punya teman di Bandung namanya Tiwi. Ternyata hanya kesamaan nama & kota, hehe.

    Baru tahu aku ada aplikasi yg khusus buat edukasi kesehatan jiwa raga kayak mindtera ini. Menarik juga jadi kepo sama aplikasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. bisa pas gitu ya. Padahal dlm cerita sy tu nama samaran kak 😁

      Hapus