Tuesday, December 31, 2019

Narman, Pemuda Baduy yang Berani Berlari dalam Ikatan Tali Adat

"Di Baduy tak ada kebiasaan mengagumi seseorang dari kesuksesan. Jadi, ya biasa aja", ujar Narman menjawab pertanyaan bagaimana sikap keluarga dan masyarakat setelah namanya terkenal di luar Baduy.

Narman, pemuda dari suku Baduy Luar kelahiran 1989, sukses menjadi pebisnis hasil karya pengrajin suku asli di pedalaman Banten. Kiprah Narman berjualan daring dalam keterbatasan aturan adat, mengantarnya dianugerahi Satu Indonesia Award di bidang Kewirausahaan pada tahun 2018, dengan julukan Pembuka Cakrawala Baduy.

Narman - Peraih SIA dari Baduy (Sumber: dokumen pribadi)

Lewat Membaca, Narman Membuka Jendela Dunia


Tak pernah mengenyam pendidikan secara formal, Narman mengaku mengenal abjad dari orang tuanya. Suku Baduy di pedalaman Lebak, Banten, yang terdiri dari Baduy Luar dan Baduy Dalam, kental dengan aturan adatnya yang menolak sentuhan modernisasi ke dalam seluruh sisi kehidupan. Ini termasuk listrik, sekolah, alat transportasi modern, atau teknologi lainnya. Itu sebabnya di wilayah Baduy tak ada sekolah. Warga Baduy Dalam bahkan tak ada seorangpun yang bisa baca tulis.

Selayaknya anak-anak Baduy lainnya, Narman kecil dahulu hanya punya aktivitas bermain dan membantu orang tuanya berjualan. Keadaan terasa berubah setelah anak kedua dari empat bersaudara ini mampu membaca. Ungkapan bahwa buku adalah jendela dunia benar dirasakan olehnya.

Sejak lancar membaca, Narman mulai menyukai novel yang berkisah tentang makna kehidupan. Sejak itu juga ayah 2 anak ini tertarik dengan ilmu pengetahuan lainnya. "Meski tidak bersekolah, tapi saya terus belajar secara mandiri", katanya.

Hobi membaca dan belajar membawa pria ini berkenalan dengan dunia internet. Tepatnya di 2009, ia pertama kali mengenal istilah situs atau website. Hebatnya, pengetahuan pemuda yang tak pernah sekolah ini, dapat melebihi kemampuan orang seusianya yang belajar formal. Ia juga sering mencari sumber-sumber informasi yang dibaca di buku, misalnya dengan mengunjungi Wikipedia. Setelah itu Narman mulai mengenal media sosial seperti Friendster, Flickr, Facebook.

Buku-buku serta informasi yang begitu banyak di Internet tetap menjadi tempatnya untuk menimba ilmu. Selain itu, tambahan ilmu juga didapat dari temannya yang mengajarkan pembuatan website, sehingga Narman mengenal Hosting, CMS dan Coding.

Tahun 2016, saat digelar festival Baduy oleh Pemerintah Daerah, pria yang punya banyak koleksi buku ini, ikut membuka stan dengan produk yang dipinjamnya dari tetangga. Kala itu, ada pengunjung yang menyarankan untuk memanfaatkan Internet untuk berjualan. Dari situ cikal penjualan produk Baduy secara daring. Lewat hampir semua Marketplace, dan kini lewat website sendiri serta instagram, Narman serius menggarap usahanya yang diberi nama Baduy Craft. Ia menjadi sadar betul akan kelebihan berbisnis secara daring, yang dapat menjangkau pasar lebih luas, dibandingkan dengan berjualan langsung atau menunggu pembeli datang.

Lewat internet pula ia bertekad untuk mengenalkan, memberi pengetahuan, dan mempromosikan adat budaya Baduy yang harus dilestarikan.

Antara Bisnis dan Lari

Tak banyak yang mengekspos sisi lain dari seorang Narman sebagai seorang atlet lari. Ya, di samping kesibukannya berbisnis, Narman kerap mengikuti berbagai lomba lari, baik tingkat Kabupaten, Provinsi, maupun yang diselenggarakan berbagai instansi.

"Hobi saya dua: baca dan lari", ujar Narman bercerita.


Beberapa lomba lari yang diikuti Narman
(Sumber: dokumen pribadi)

Uniknya, sebagai pelari ia merasa tak perlu latihan khusus untuk mengasah keterampilannya berlari. Ini disebabkan karena ia dan kebanyakan orang Baduy lainnya telah terbiasa naik turun gunung, bahkan tanpa alas kaki.

Bayangkan saja aktivitas keseharian Narman untuk bisa berjualan secara daring. Bangun jam 4 pagi lalu berjalan kaki ke desa tetangga di Ciboleger sejauh 2 kilometer, tempat terdekat adanya sinyal dan listrik. Lalu jogging pagi sampai jam 6 atau 7 pagi. Selanjutnya, ia membuka ponsel untuk melihat website, instagram, dan WhatsApp untuk membalas chat atau memastikan apakah ada customer. Narman pulang ke rumah sore hari sekitar pukul 16.30, juga dengan berjalan kaki. Sementara untuk mengirim barang pesanan, pria ini harus menempuh 12 kilometer berjalan kaki untuk sampai ke agen pengiriman barang terdekat.

"Nggak capek, saya malah suka. Karena biasanya setelah jalan kaki, saya latihan lari atau jogging", tuturnya.

Terus Berbisnis Daring Meski Ditentang Ketua Adat

Upaya Narman membuka jalan baru bagi penjualan produk kerajinan Baduy secara daring, bukan perkara mudah. Meski keluarga mendukung langkahnya, pria yang tinggal di kampung Marengo, Banten ini, terganjal adat menghormati leluhur yang tak boleh bersentuhan dengan dunia modern. Pemuda cerdas ini perlu meyakinkan Ketua Adat, bahwa usaha yang dijalankannya melalui internet murni hanya dimaksudkan untuk membantu menggerakkan perekonomian warga Baduy, bukan untuk mengubah adat dan budaya Baduy.

Setelah Ketua Adat Baduy Luar merestui, tantangan utamanya kini adalah Ketua Adat di Baduy Dalam, yang berkeras menentang langkah yang diambil Narman dalam berjualan. Namun menurut pria ini, setelah beberapa waktu sampai sekarang, sudah tak pernah terdengar lagi larangan khusus untuknya. "Mungkin karena bosan menegur ataupun melihat sisi positifnya," jelas pria usia 30 tahun ini.

Hingga sekarang Narman tetap memasarkan produk kearifan lokal Baduy terutama lewat website dan Instagram. Selain itu, ia juga merambah pameran kerajinan tangan di sejumlah mal. Produk yang dijual berupa kain tenun, tas rajutan, kalung, gelang, ikat kepala, dan kerajinan khas Baduy lainnya. Pria ini berhasil merangkul 25 orang pengrajin warga Baduy untuk bekerjasama dengan 3 macam sistem, yaitu titip jual, beli putus dan paparonan (bagi hasil). Dengan sistem ini, rekor omset yang pernah diperoleh Baduy Craft secara daring saja dalam sebulan menembus Rp50 jutaan.

Kain tenun khas Baduy (Sumber: Instagram @baduycraft)
Tas koja khas Baduy (Sumber: Instagram @baduycraft)
Tas kepek khas Baduy (Sumber: Instagram @baduycraft)

Asa Narman untuk Baduy


Dibalik sepak terjangnya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Baduy, Narman menyimpan asa untuk tanah kelahirannya. Menurut pria ini, Baduy dengan kearifan adatnya sangat sayang jika berubah. Namun ia tak menampik bahwa perubahan itu pasti terjadi, terutama untuk alasan kebutuhan hidup yang juga berubah. Sekencang ia berlari, Narman berharap berharap ada banyak juga anak-anak muda Baduy yang berani, yang mau belajar hal-hal baru untuk menopang ekonomi, serta dapat bertahan dari gempuran perubahan zaman tanpa meninggalkan kewajiban melestarikan adat.

"Belajar tentang adat, juga imbangi dengan pengetahuan umum. Bukan berarti harus bersekolah, justru kalau sekolah nanti tujuan hidupnya jadi nggak murni lagi. Tak ada kurikulum di Negeri ini yang bisa menjamin anak-anak Baduy terdidik dengan konsep hidupnya yang luhur itu. Lebih baik belajarlah sendiri serta dari orang tua", tuturnya berharap.

#KitaSATUIndonesia #IndonesiaBicaraBaik

Monday, December 30, 2019

Tersesat Menyenangkan di Kampung Labirin

Kolaborasi adalah diksi yang membuat mimpi tak lagi sekedar asumsi. Sementara kerja sama adalah kata kerja yang menguatkan aku dan kamu menjadi kita 

Sepenggal kata bijak apik yang terpampang di dinding rumah warga ini, menyimpan makna tersurat dari eksistensi Kampung Labirin, sebuah pemukiman penuh gang di tengah kota Bogor, Jawa Barat. Ya, berkat kolaborasi antara penduduk lokal, LSM, pemerintah dan Astra, kawasan tinggal RW 10 Kampung Kebon Jukut, Kelurahan  Babakan Pasar, Bogor Tengah sukses disulap menjadi kampung wisata.

Selamat Datang di Kampung Labirin
Adalah Komunitas Terminal Hujan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif berinteraksi dengan penduduk setempat. Selain aktivitas utamanya mengajar baca-tulis-hitung untuk anak di wilayah Kebon Jukut dan sekitarnya, LSM ini dan warga sering duduk bersama, sehingga mencetuskan gagasan pembuatan Kampung Labirin di tahun 2018. "Yang menarik adalah ini merupakan kolaborasi dari berbagai stakeholder. Ada pemerintah, LSM, swasta, warga. Semuanya punya kontribusi di sini", tutur Anggun Pesona, perwakilan dari Komunitas Terminal Hujan yang saya temui.

Ada sekitar 300 kepala keluarga di kampung ini, dengan demografi penduduk yang plural. Berbagai suku bermukim di sini. Selain Sunda asli Bogor, ada juga etnis Jawa, Sumatera dan Tionghoa. Begitu juga dengan agama dan mata pencahariannya yang beragam. Namun semua warga berbaur mesra di kampung seluas 3 hektar ini.

Potret Pemberdayaan Potensi Lokal

Selain Anggun, siang itu saya juga ditemani warga setempat yaitu Pak Lili dan Anis, untuk berkeliling di Kampung Labirin.

Akses menuju lokasi Kampung Labirin tidak sulit. Kawasan ini berada di belakang terminal bus Baranangsiang, dekat lapangan di Jalan Riau. 

Gerbang labirin alias gang masuk ke pemukiman warga, adalah jembatan besi yang membelah sungai Ciliwung yang tergolong dangkal. Sungai ini masih dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan cuci. Meskipun tidak bisa dibilang jernih, namun kondisi sungai di sini jauh lebih bersih dibandingkan dengan 5 tahun ke belakang yang penuh dengan sampah.

Jembatan menuju "labirin"
Sekilas, Kampung Labirin tampak seperti perkampungan penduduk biasa. Rumah-rumah sederhana di bantaran sungai memadati kawasan RW 10. Suasana agak terasa berbeda saat mulai masuk labirin. Jalanan gang dengan paving block terlihat bersih. Beberapa mural menghiasi dinding rumah warga, yang membuat kepala pengunjung menoleh. Ada tulisan kata-kata bijak penuh makna, juga ada lukisan beraneka ragam.

Kata-kata bijak di dinding rumah warga
Perihal jalanan gang yang bersih, menurut Pak Lili adalah berkat kekompakan warga. Setiap 2 kali sehari pagi dan sore, pemuda-pemuda warga bergilir ditugasi mengambil sampah di rumah-rumah warga. Selain itu, ada banyak tempat sampah disediakan di sekitar pemukiman, dan warga diarahkan untuk selalu membuang sampah ke tempatnya. "Alhamdulillah, setelah menjadi Kampung Labirin, kesadaran warga meningkat, termasuk pembagian jadwal pengambilan sampah yang sudah terorganisir," cerita Pak Lili. 

Tempat sampah di lingkungan warga
Jalanan gang Kampung Labirin yang bersih
Beberapa sudut kampung ini, yang disentuh dengan nilai seni, menjadi keunikan tersendiri, karena semuanya hasil kreativitas warga. Seperti yang saya saksikan saat tiba di sebuah gang di sana, seorang warga sedang melukis di tembok rumah sehingga terlihat cantik dan eye catching

Selain itu, dengan keterbatasan lahan, warga juga menanam tumbuhan dengan sistem aquaponic di beberapa tempat. "Yang ditanam ada kangkung, cabe, stroberi. Di bagian bawahnya bisa untuk memelihara lele," ujar Anis menjelaskan.

Warga sedang mempercantik dinding rumah dengan lukisan

Tanaman aquaponic dan kolam lele
Setelah menjadi salah satu Kampung Berseri Astra di kota Bogor, dampak sosial pengembangan Kampung Labirin sangat terasa. Potret hasil swadaya masyarakat yang ditampilkan di kampung ini dapat mematahkan stigma bahwa semua kampung itu kumuh. Bahkan di tahun 2019 ini, Kampung Labirin berhasil menjadi Juara ke-3 Lomba Kampung Tematik se-Bogor.

Kata kuncinya adalah peran aktif warga. 

Lalu, bagaimana cara menggerakkan warga Kampung Labirin untuk antusias membangun kampungnya? Anggun menjelaskan, pendekatan awalnya adalah kepada para leader atau pemuka. Selanjutnya, mereka yang berperan menjadi change agent, mendorong seluruh warga. Tantangannya tidak mudah, namun perlahan-lahan warga dapat diajak bekerja sama, karena mereka juga yang merasakan hasilnya.

Satu hal yang berkesan kental saat saya menyusuri Kampung Labirin adalah penerimaan warga yang ramah, baik tua maupun muda. Mengajak bersalaman, melempar senyuman, bersemangat menjawab pertanyaan, membuat saya malas beranjak dari kampung ini.

Festival Kampung Labirin Astra Honda, Keseruan Atraksi Dalam Gang Sempit

Di bawah naungan Yayasan Astra Honda Motor, Kampung Labirin menjadi spot pariwisata kota Bogor melalui penyelenggaraan festival yang konsepnya mengangkat potensi budaya, sosial dan ekonomi lokal. Festival Kampung Labirin Astra Honda inilah yang menjadi daya tarik untuk wisatawan. Acara ini tidak diselenggarakan setiap hari, melainkan pada jadwal tertentu yang ditentukan melalui rapat pengurus organisasi Kampung Labirin. Informasi jadwal festival dapat ditemukan di Instagram @kampunglabirin.

Banyaknya gang di kampung urban ini, memang berbelok-belok bak labirin yang menyesatkan. Namun, tersesat di Kampung Labirin bakal menyenangkan pengunjung karena ada banyak atraksi dan tontonan yang disuguhkan warga. 

Peta Festival Kampung Labirin
Menurut Anggun, festival di kampung ini menjual experience lewat interaksi dengan warga dan menonton berbagai atraksinya. Festival dibuka untuk umum, tapi pernah juga ada perusahaan yang minta dibuatkan aktivitas khusus untuk mereka. Turis mancanegara yang pernah datang ke Kampung Labirin ada dari Singapura, Jepang dan Amerika.

Pada saat festival, pengunjung yang datang akan ditemani tour guide masuk ke gang Kampung Labirin. Lalu di gang ada berbagai suguhan atraksi yang dapat dinikmati. Ada tari jaipong, marawis, musik stomp, serta angklung persembahan talenta para remaja dan pemuda kampung. Lalu ada stand penjualan hasil kerajinan tangan warga. Spot kuliner lokal tak kalah menarik. Industri rumah tangga pembuatan emping jengkol dapat disaksikan dan dibeli hasilnya di Galeri Jengkol. Selain itu, kuliner khas lokal lainnya yang dapat dinikmati ada Nasi Tutug Oncom, Es Pala, Es Mangga, Kopi Jenaka, Mie Glosor, Toge Goreng dan lainnya.

Tari Jaipong (Sumber: Instagram @kampunglabirin)
Marawis (Sumber: Instagram @terminal_hujan)
Pembuatan emping jengkol di rumah warga
 
Wahana air berupa keliling sungai dengan perahu karet juga bisa dinikmati pengunjung. Wahana ini satu-satunya aktivitas yang dibuka setiap hari untuk umum. Dengan tarif sekali naik Rp5 ribu untuk 15 menit, penghasilan yang didapat berkisar Rp250 ribu - Rp400 ribu per hari.

Wahana Air Kampung Labirin
Seluruh kegiatan festival adalah partisipasi warga setempat, tanpa ada orang dari luar kampung. "Ini seperti selebrasi pemberdayaan warga" ujar Anggun. Dukungan pemerintah daerah dalam hal ini Kelurahan, juga sangat membantu terselenggaranya kegiatan Festival Kampung Labirin Astra Honda. Sejak dibuka Desember 2018, Kampung Labirin telah 4 kali menyelenggarakan festival, dengan rata-rata pengunjung lebih dari 50 orang.

 

KBA, Model Kampung Ideal

Menjadi Kampung Berseri Astra (KBA), Kampung Labirin kini tak hanya menjadi representasi kampung ideal dari segi sosial ekonomi. Lebih dari itu, Bogor kini punya tambahan destinasi wisata, yang dapat turut meramaikan kunjungan turis ke Kota yang terkenal dengan talas ini.

KBA adalah wujud program Corporate Social Responsibility PT Astra International Tbk yang diimplementasikan untuk masyarakat di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah bersama-sama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di KBA.

Program KBA telah berjalan sejak tahun 2013, dan hingga kini Grup Astra telah memiliki 86 KBA yang tersebar di 34 provinsi di Nusantara.

Anis, warga lulusan SMK ini, dapat ditemui di gerai kopi saat Festival Kampung Labirin. Rasa memilikinya terhadap Kampung Labirin tergambar dari tutur kata, dan menjadi salah satu contoh anak muda warga yang bersemangat membangun kampung tempat tinggalnya. Harapan Anis sebagai warga, KBA Kampung Labirin dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata, sehingga meningkatkan taraf hidup seluruh warga.

Anggun & Anis - Narasumber

#KitaSATUIndonesia #IndonesiaBicaraBaik

Wednesday, December 25, 2019

SehatQ, Sahabat Cerdas untuk Hidup Sehat

Data yang dirilis Hootsuite - We Are Social di awal 2019 lalu tentang pengguna internet dan media sosial di Indonesia, cukup menggugah saya. Pengguna internet terus berkembang, termasuk di Indonesia. Hootsuite melansir, dari total populasi Indonesia 268,2 juta, sebanyak 150 juta penduduk merupakan pengguna internet. Artinya, 56% atau lebih dari separuh penduduk Indonesia terhubung dengan internet alias sudah melek internet. Angka ini kabarnya naik 13% dari data tahun sebelumnya. So, bukan mustahil tahun 2020 nanti angkanya bakal naik lagi.

Data Pengguna Mobile, Internet dan Medsos di Indonesia
Versi Hootsuite, Januari 2019

Data di atas menunjukkan bahwa internet di zaman now, tampak semakin jadi salah satu kebutuhan. Inilah yang kemudian memunculkan aneka platform digital untuk berbagai keperluan, baik barang maupun jasa.

Nah kamu, yang sedang baca ini, bagian dari penduduk yang 56% itu lho. Hehehe... 

Lalu dipakai untuk apa aja nih internetnya? Teknologi cerdas, penggunanya harus cerdas juga dong. Dari pada berselancar (browsing) iseng doang, mending tuk cari informasi yang bermanfaat ya. 

Udah tau belum kalau kita bisa dengan mudah mendapat layanan dan informasi kesehatan dari internet? Tinggal klak klik mainin jarinya, lewat komputer maupun ponsel, kebutuhan kesehatan pribadi dan keluarga bisa terpenuhi. Gak percaya? Cuss mampir ke SehatQ.com.

Di era digital sekarang platform kesehatan seperti SehatQ benar-benar memudahkan. Sudah bukan zamannya capek antri hanya untuk daftar konsultasi dokter. Aktivitas konsultasi, booking serta pencarian informasi kesehatan lainnya bisa dilakukan lewat SehatQ di mana pun melalui gawai. Gratis!

Kemudahan Layanan & Informasi Kesehatan Pribadi di SehatQ.com

Setidaknya, 9 hal di bawah ini bisa didapatkan lewat fitur-fitur di SehatQ.com, sehingga penggunanya merasa punya layanan informasi kesehatan pribadi.

Fitur-Fitur Bermanfaat di SehatQ


Pertama, Informasi Dokter & Booking Online
Seringkali saya dapat rekomendasi dokter spesialis dari keluarga atau teman. Lewat SehatQ saya bisa lihat profil dokter yang dicari, praktik di mana saja, serta jadwal praktiknya. Nah kalau memang perlu pemeriksaan, booking langsung deh di situ. Praktis, no antre no biaya. 

Contoh, rekomendasi dokter THT yang saya tulis beberapa waktu lalu. Dicek via SehatQ, Profesor yang saya rekomendasikan bisa terlihat praktik di tempat lain, selain di rumah sakit yang saya sebutkan.

Kedua, Informasi Rumah Sakit
Cari Rumah Sakit (RS) yang terdekat dengan domisili, mudah juga lewat platform ini. Urut sesuai abjad, atau filter berdasarkan lokasi (kota) lalu klik fasilitas RS, muncul deretan RS dengan fasilitas yang ingin dicari. Bisa juga cari RS berdasarkan kategorinya (RS, Klinik, Puskesmas, dsb.). Fitur ini juga berguna saat darurat. Misalnya, saat kita melancong ke luar kota tempat tinggal dan perlu ke RS.

Ketiga, Konsultasi Dokter Online
Untuk konsultasi dokter, kita bisa tanya apa saja A-Z tentang masalah kesehatan atau pengobatan melalui fitur Chat Dokter. Aman dan dapat dipercaya, karena konsultasinya dengan dokter beneran yang berpengalaman. Ini pastinya berguna untuk pertolongan pertama pada penyakit yang diderita, karena dokter akan memberi penjelasan dan saran atas masalah kesehatan yang dikonsultasikan. Histori chat juga tersimpan, sehingga kita bisa baca ulang lagi jika diperlukan.

Untuk bisa chatting maupun booking online, kita harus daftar diri sehingga punya data akun di platform ini. Gak ada syarat khusus kok, hanya input data diri dan anggota keluarga jika mau dimasukkan. Caranya, klik login di pojok lalu pilih lanjut dengan akun Google, Facebook, atau email.

Keempat, Artikel Kesehatan
Kelima, Informasi Obat
Keenam, Informasi Penyakit

Untuk fitur Keempat, Kelima dan Keenam, ini semua bagaikan search engine atau direktori khusus kesehatan. Pengguna yang mau tahu informasi tentang suatu obat, penyakit, atau tips dan info kesehatan lainnya, dapat dengan mudah berselancar di sini dan mendapatkan informasinya yang valid. 

Kalau sering-sering baca Artikel Kesehatan di SehatQ.com atau klik info penyakit maupun obat, pengetahuan kita tentang kesehatan pasti tambah oke. Ini yang saya suka, jadi makin cerdas karena dapat ilmu kesehatan terpercaya. No hoax, karena semua artikel telah dicek oleh tim dokter ahli di bidangnya. Bahasanya ringan, mudah dicerna oleh orang awam. Mitos-mitos tentang kesehatan pun bisa dicari faktanya di sini. Atau kalau gak nemu, tinggal chat dokter untuk tanya. Asik ya... Semua informasi kesehatan komplit tersedia dalam satu platform.

Cari Informasi Penyakit A-Z di SehatQ

Ketujuh, Program Promosi
Ibu-ibu biasanya demen banget kan sama diskon-diskon. Nah di fitur Promo, kita bisa hunting informasi layanan kesehatan atau klinik, yang punya program promosi. Misalnya, potongan harga untuk imunisasi, atau diskon untuk medical check up. Lumayan kan, bisa berhemat untuk kesehatan keluarga.

Kedelapan, Forum
Forum diskusi tanya jawab dokter dengan pengguna, bisa disimak di fitur ini. Cari pertanyaan yang kita mau ketahui, siapa tahu ada orang lain dengan masalah kesehatan yang sama dengan yang kita punya, sehingga bisa langsung dapat jawaban solusinya. Atau kita bisa ajukan pertanyaan sendiri maupun thread di Forum ini.

Kesembilan, Event Kesehatan
Buat yang suka cari ilmu kesehatan lewat seminar atau workshop, di sini tempatnya. Info seputar acara kesehatan, termasuk lomba-lomba bisa dicari di fitur Acara agar tak ketinggalan beritanya.

Kapan Perlu SehatQ.com?

Platform kesehatan yang cerdas ini sepertinya bakal diperlukan setiap saat, namun utamanya ia akan dibutuhkan pada saat-saat berikut.
  1. Punya keluhan pribadi atau melihat keluarga/teman yang punya keluhan penyakit: bisa browsing cari artikel penyakit, atau chat dokter untuk konsultasi.
  2. Untuk mengecek informasi obat, mencari obat, atau memastikan obat akan yang dibeli sesuai dengan fungsinya: dengan browsing di fitur obat.
  3. Saat traveling dan punya gangguan kesehatan: browsing rumah sakit terdekat atau obat yang diperlukan, pasti bermanfaat. Chat dengan dokter bila perlu.
  4. Booking online perjanjian dokter agar efisien dan anti ribet.
  5. Upgrade ilmu kesehatan dengan membaca artikel-artikel kesehatan atau cari acara-acara kesehatan yang diselenggarakan berbagai instansi.
SehatQ yang penuh manfaat ini juga tersedia aplikasinya, yang bisa diunduh di Play Store serta App Store. Jadi, sesuai dengan era digital yang serba memudahkan, untuk mendapatkan aneka informasi kesehatan pun  kini semakin mudah dan cepat.

Aplikasi SehatQ

Kenapa Pakai SehatQ.com?

Dari uraian di atas, sudah jelas ya, manfaat platform kesehatan ini untuk pribadi maupun keluarga.

Alasan pakai SehatQ

Melihat kelengkapan dan kemudahan mencari informasi kesehatan di SehatQ.com, buat saya platform ini bukan sekedar untuk booking dokter, chatting, maupun cari informasi kesehatan saja, melainkan jadi sahabat cerdas saya untuk hidup sehat.

Tuesday, September 10, 2019

Bukan Hoax! Dapat Bonus Saldo OVO 1 Jeti dari Grab



Alhamdulillaah akhir Agustus 2019, saya dapat rejeki tak terduga dari transportasi publik favorit saya, Grab. Tak terduga bukannya karena tiba-tiba sih. Tapi karena gak nyangka bakal beneran bulet dapet saldo OVO Rp 1 juta. Kirain bakal ada T&C alias S&K. Tau kan... Syarat & Ketentuan gitu, yang bikin berdecak: oh ternyata... oh ternyata... hehehe suuzon ya.

Ikutan Challenge Grab

Ojek online (ojol) saat ini kayaknya kurang pas lagi disebut ojek. Pasalnya, di aplikasinya sendiri ada segudang fitur selain fungsi utamanya sebagai "ojek". Mirip layanan satu atap yang melayani macam-macam jasa dan pembelian.

Ceritanya, hari itu saya sedang mengamati ada fitur apa lagi sih di aplikasi Grab, yang belum saya jamah. Saya tau di situ ada artikel-artikel makanan dan travel, ada berita, polling, sampai horoskop. Scroll sampai bawah, jeng jeng!! Baru tau kalau ada "Challenge" alias tantangan. Ada 3 tantangan saat itu yang namanya: Jugglenaut, Grabzilla, dan Amateur Champion. Tapi yang menarik perhatian saya adalah Jugglenaut. Keterangannya, "Complete 74 rides (GrabBike, GrabCar, GrabCar6, GrabTaxi) by 31/8/2019 - earn Rp1,000,000 worth of savings!"



Order 74 rides dalam sebulan? Emmm.. buat saya yang pulang pergi kerja pakai jasa ojol, ditambah orderin untuk anak-anak sekolah, itu bukan hal sulit. Yakin nih Grab mau ngasih tantangan yang "hampir pasti" bisa saya lewatin?

Pikiran saya pun bertanya-tanya mengenai kebenaran bonus saldo OVO 1 jeti. Tapi malah jadi penasaran yah... Akhirnya saya klik deh ikut challenge itu. Nothing to lose juga. Dapet or gak dapet bonusnya, toh saya tetap butuh order GrabBike sehari-harinya. Saat itu sudah minggu kedua Agustus, yang artinya sisa waktu saya tinggal 3 minggu untuk menyelesaikan tantangan.



Ikutan tantangan kayak gini, meskipun iseng ternyata bikin saya bolak balik liat progress, sudah berapa persen atau berapa order lagi yang harus saya lakukan pada sisa waktu yang ada. Dan... Jelang akhir Agustus saya berhasil menyelesaikan tantangan 74 rides sesuai ketentuan challenge Jugglenaut itu. Tanggal 27 udah beres dong tantangannya.

Kolek Bonus OVO

Setelah selesai, muncul notifikasi kalau saya sudah menyelesaikan challenge, dan akan dikonfirmasi untuk bonus OVOnya. Tiga hari kemudian, tepatnya tanggal 30 Agustus, ada notif lagi kalau bonus bisa diambil. Yeay... Klik redeem, nongol deh tuh angka 6 digitnya, di saldo OVO saya. Alhamdulillaah. Eits, ada catatannya, bonus tidak dapat diuangkan (non refundable), tidak dapat ditransfer (non transferable). It's okay, asal bisa dipakai...

Seumur-umur baru kali itu saya punya saldo OVO sejuta rupiah. Biasanya diisi puluhan ribu aja, pernah ratusan ribu sekali/2 kali karena mau jajan di resto. Hehehe.

Redeem bonus di aplikasi Grab

Penampakan 1 Jeti di Aplikasi OVO 

Lalu muncul lagi pertanyaan, itu bonus saldo apa cuma bisa dipake nge-grab (ojol) doang? Ternyata tidaak... Saya bisa beli makanan di counter/resto dengan pembayaran OVO, bisa beli pulsa, bahkan bisa beli tiket nonton film bioskop : Gundala! So, itu saldo bisa dipakai apapun yang transaksinya menggunakan OVO

Hiks... jadi terharu... Thanks a lot Grab. Best lah!

Ada yang pernah ikut challenge yang lain dari Grab?

Monday, August 26, 2019

Misteri KRL Gerbong Wanita

Ini kisah nyata.

Hihihi... Tenang, saya bukan mau cerita horor sih. Cuma sedikit pengalaman misterius yang membekas.

Sebagai anak kereta (baca: pengguna setia KRL Commuter Line), saya menyambut baik adanya gerbong khusus wanita yang sudah ada beberapa tahun itu. Ini mengingat ketidaknyamanan saat berdesakan-desakan dengan lawan jenis. Belum lagi seringnya terjadi kasus pelecehan di gerbong kereta yang bercampur antara pria dan wanita.

Untuk yang belum tau, kereta KRL Commuter Line Jabodetabek punya gerbong khusus wanita di rangkaian paling depan dan terakhir. Pria dilarang masuk ke sini, kalau nekat bisa dipelototin dan dicaci-maki segerbong sampai lemes (wakakak, lebay..).

Awalnya saya semangat menaiki gerbong wanita ini, terutama yang bagian depan. Ini karena setiap pagi naik Commuter Line, saya turun di Stasiun Tebet yang pintu keluarnya di depan. Jadi untuk mempersingkat jalan kaki, saya naik di gerbong 1, yang merupakan gerbong khusus wanita itu.

Tapi lama-lama saya agak kurang nyaman di gerbong itu. Mungkin karena banyak peminatnya, jadi waktu turun di stasiun, seringnya terdorong-dorong berebutan. Lalu beberapa kali saya melihat ada yang bertengkar mulut karena hal sepele, seperti tidak mau bergeser, gak sengaja terinjak, dsb. Ditambah lagi saya jarang dapat duduk, tak ada yang mau mengalah karena sama-sama wanita. Hahaha. Wanita...

Akhirnya saya bergeser ke gerbong 2. Sama padatnya, tapi saya lebih sering dapat duduk. Hehehe.

Gerbong khusus wanita KRL Commuter Line

Dan.. muncullah cerita-cerita itu. Konon, di gerbong khusus wanita egonya tinggi. Tak ada yang mau mengalah (untuk memberi duduk), bahkan untuk orang yang membutuhkan (ibu hamil, orang lanjut usia, & disabilitas). Bukan 1 - 2 cerita, tapi banyak cerita-cerita tentang ini.

Lalu saya mengalaminya sendiri.

Cerita Misteri Pertama

Belum lama ini saya naik kereta di gerbong khusus wanita bagian depan dari stasiun Cawang, karena keburu-buru hampir ketinggalan. Gak terlalu padat berdesakan, tapi penuh. Berdiri dekat jendela bikin saya bisa memperhatikan orang-orang yang duduk di bangku panjang kapasitas 7-8 orang itu. Yang duduk, merem semua haha...  Dua orang yang duduk tergolong lansia, sisanya masih muda, normal dan terlihat sehat.

Sambil kereta terus melaju, saya perhatikan lagi orang yang berdiri. Sebagian besar sibuk dengan gawainya. Lalu pandangan saya tertuju ke seseorang yang perutnya terlihat gendut. Dia kelihatan tenang aja berdiri. Saya ragu-ragu mau tanya apakah dia sedang hamil atau nggak... (berhubung orang yang obesitas juga kerap terlihat seperti hamil hehe). Gak lama, dia mengelus-elus perutnya. Gaya-gayanya bumil ini mah.

Langsung aja saya tanya : "Mbak, lagi hamil?" Yang ditanya mengangguk.

"Kenapa gak minta duduk? Kuat?", saya lanjut tanya.

"Gapapa, males mintanya", kata si mbak sambil senyum kecut.

"Turun di mana?", tanya saya lagi.

"Bogor", jawabnya.

Bumil berdiri di gerbong khusus wanita

Saat itu baru tiba di stasiun Pasar Minggu, yang jaraknya masih 11 stasiun dari Bogor, atau sekitar 40 menit lagi. Ulala.

Itu percakapan lumayan kenceng suaranya, tapi orang muda yang duduk di depannya tak bergeming. Nunduk, merem, tapi nampaknya tak tidur, karena sebelumnya saya perhatikan dia melihat ke jendela di belakangnya. Sementara orang yang duduk sebelahnya fokus menatap gadget tanpa peduli sekeliling.

Spontan saya berujar keras: "Ada yang bisa kasih duduk? Ada ibu hamil..."

Magic! Gak ada yang bergeming lho!

Cerita Misteri Kedua

Biasanya, pulang kantor dengan berdiri di KRL tidak masalah buat saya. Tapi kali itu agak bermasalah karena kaki terkilir hari sebelumnya.

Maka, hari itu saya benar-benar butuh duduk di KRL, supaya gak nambah sakitnya. Saya juga gak kuat jalan terlalu jauh... So, saya berniat naik di gerbong wanita depan aja yang paling dekat dengan pintu masuk stasiun Cawang.

Antrian masuk gerbong khusus wanita

Saat berhasil masuk di kereta yang lumayan padat itu, saya langsung minta duduk ke orang-orang yang duduk di kursi panjang.

"Maaf, boleh minta gantian duduk? Kaki saya sakit, gak kuat berdiri lama", kata saya.

Tak ada yang bergerak/berdiri. Saya positif thinking aja, mungkin orang-orang yang duduk sama seperti saya, sedang sakit semua. Karena tak ada satupun yang terlihat sedang hamil.

Tiba-tiba yang duduk di ujung nyaut: "Bu, kalau perlu duduk cari di bangku prioritas aja".

Saya diam. Lihat kiri kanan, susah gerak, gimana mau geser ke bangku prioritas yang letaknya tertutup orang-orang padat berdiri? Sementara penumpang berdiri lainnya tak ada satupun yang nampak berniat membantu saya. Ada apa gerangan yak?

Dua stasiun berlalu, saya masih berdiri. Ketika mulai banyak yang turun, terlihat seorang petugas KRL di sambungan gerbong wanita dan gerbong campur.

Saya melambaikan tangan sambil teriak: "Pak! Tolong bantu cari tempat duduk dong... Kaki saya sakit." 

Petugas langsung  nyamperin  saya dan mengarahkan untuk bergeser ke gerbong sebelahnya.

Katanya: "Di gerbong sini aja bu. Susah kalo di gerbong wanita mah. Saya juga bingung mintanya."

Nah, petugasnya aja udah nyerah duluan. Ngeri amat.. Ih, kok bisa begitu? Apakah orang-orang egois memang ngumpul di gerbong wanita itu? Atau karena "sesuatu" orang-orang di gerbong itu jadi egois sih?

Misteri...
Saya belum dapat jawabannya sampai sekarang.